Sempat Tembus 9.116, IHSG Kembali Cetak Rekor
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) pada perdagangan Senin (19/1/2026). Indeks sempat menyentuh 9.116,733, melampaui capaian tertinggi sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 13.54 WIB, IHSG menguat 33,460 poin atau 0,37 persen ke posisi 9.108,87.
Sejak pembukaan di level 9.098,70, indeks langsung bergerak positif.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 9.025,99 hingga 9.116,773.
Adapun aktivitas transaksi terpantau ramai, dengan volume perdagangan mencapai 41,15 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 18,71 triliun.
Frekuensi transaksi sebanyak 2,79 juta kali.
Dari sisi pergerakan saham, penguatan pasar ditopang oleh 362 saham yang menguat, sementara 332 saham melemah dan 110 saham stagnan.
Seiring dengan penguatan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi Rp 16,63 triliun.
Sejumlah sektor tercatat menguat dan menjadi penopang indeks, sementara sektor lainnya masih berada di zona koreksi di tengah perdagangan yang masih berlangsung hari ini.
Sektor barang konsumsi siklikal menguat 1,39 persen, infrastruktur naik 0,83 persen, energi 0,46 persen, industri naik 0,36 persen, properti 0,33 persen, serta sektor barang konsumsi non-siklikal menguat 0,52 persen.
Di sisi lain, tekanan masih membayangi beberapa sektor.
Sektor transportasi melemah paling dalam dengan penurunan 1,11 persen, disusul kesehatan yang turun 0,88 persen, bahan baku atau basic industry terkoreksi 0,76 persen.
Sementara itu, teknologi melemah 0,84 persen dan keuangan turun tipis 0,16 persen.
Untuk diketahui, IHSG diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin ini, setelah indeks ditutup melonjak 0,47 persen ke level 9.075 pada Jumat pekan kemarin.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berada di 9.123-9.151, namun investor patut mencermati area koreksi yang dapat terjadi di rentang 8.970-9.039.
"Posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], cermati area koreksi yang dapat terjadi di rentang 8.970-9.039 dan area penguatan yang berada di 9.123-9.151," ujar Herditya dalam analisis hariannya.
Adapun, area support IHSG berada di posisi 8.956 dan 8.908. Sementara resistance terdekat di kisaran 9.077 dan 9.102.
Senada, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.920-9.130.
"Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.920-9.130," ucapnya.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.