Kementrans Gandeng 10 PTN Kembangkan Program Transmigrasi Patriot
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Ifitah Sulaiman dalam rapat Koordinasi ekspedisi patriot di Jakarta, Minggu (18/1) malam/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
13:54
19 Januari 2026

Kementrans Gandeng 10 PTN Kembangkan Program Transmigrasi Patriot

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggandeng 10 perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia untuk mengembangkan keberlanjutan program Transmigrasi Patriot pada tahun ini.

Sepuluh kampus tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.

Mentrans M. Iftitah Sulaiman mengatakan, kerja sama ini dilakukan dalam rangka konsolidasi untuk membahas pengembangan program Transmigrasi Patriot yang tahun ini akan diperluas menjadi dua program besar, yakni Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot.

“Hari ini, Kementerian Transmigrasi bermitra dengan 10 Perguruan Tinggi Negeri, 10 kampus terbaik di Indonesia,” ujar Iftitah dalam Rapat Koordinasi, Minggu (18/1) malam.

Ia menjelaskan, Ekspedisi Patriot akan dikembangkan dalam dua turunan program. Salah satunya adalah Ekspedisi Patriot Bakti Transmigrasi yang berfokus pada pengabdian masyarakat secara lebih konkret. Tahun lalu, melalui program serupa, pemerintah menghasilkan sekitar 400 output riset dan pemetaan potensi ekonomi kawasan transmigrasi.

“Tahun ini melalui ‘Ekspedisi Patriot Bakti Transmigrasi’, nanti kita akan lakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk yang lebih konkret,” kata Iftitah.

Menurut dia, para mahasiswa dan akademisi dari kampus unggulan akan diterjunkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur, pembibitan pertanian, pengendalian hama, pengembangan pariwisata, hingga pemetaan potensi pertambangan sesuai karakter ekonomi daerah.

Program tersebut akan menjangkau 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, bahkan berpotensi bertambah. “Hari ini kami mendapatkan usulan 60 kawasan transmigrasi dari 60 kepala daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iftitah menegaskan, konsep transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar distribusi atau penyebaran penduduk, melainkan diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Kita tahu bahwa hari ini transmigrasi bukan lagi distribusi penduduk atau penyebaran penduduk, tapi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Turunan kedua dari Ekspedisi Patriot adalah Investasi Transmigrasi. Melalui program ini, pemerintah akan mendorong pengembangan potensi ekonomi kawasan transmigrasi dalam skala besar berdasarkan hasil kajian tim Ekspedisi Patriot.

Iftitah mencontohkan, kawasan Rempang dan Galang akan dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga perikanan dan kelautan. Sementara di Mamuju dan Kalukku serta kawasan transmigrasi di Maluku, terdapat potensi logam tanah jarang dan mineral strategis. Adapun di Merauke, pengembangan difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

“Itulah yang nanti akan kita kembangkan melalui program Investasi Transmigrasi,” katanya.

Selain itu, Kementrans juga menyiapkan program Beasiswa Patriot sebagai bagian dari Transmigrasi Patriot. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan kuota sekitar 1.000 penerima beasiswa, dengan kemungkinan penambahan menjadi sekitar 1.100 orang. Sementara jumlah peserta Ekspedisi Patriot diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 orang.

“Tadi di tiga potensi wilayah tadilah nanti akan kami dirikan Kampus Patriot,” ujar Iftitah.

Ia menambahkan, kehadiran Kampus Patriot bertujuan menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat di kawasan transmigrasi, agar masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat langsung dari investasi dan pembangunan ekonomi.

Dilirik Kampus Luar Negeri

Iftitah mengungkapkan adanya ketertarikan dari sejumlah perguruan tinggi luar negeri. “Saya sudah ketemu dengan Profesor Walter dari TUM (Technical University of Munich) Jerman. Kemudian dua hari lalu saya baru bertemu dengan Profesor Hu dari Tsinghua University. Itu juga sangat tertarik sekali,” ujarnya.

Ia juga menyebut Stanford University menunjukkan minat untuk bergabung melalui kerja sama dengan IPB. Namun demikian, menurutnya, kolaborasi tersebut masih menghadapi tantangan pada aspek regulasi.

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #kementrans #gandeng #kembangkan #program #transmigrasi #patriot

KOMENTAR