Dirut KAI: 18.000 Penumpang Kereta Ajukan Refund Imbas Banjir
Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Bobby Rasyidin, mengungkapkan 18.000 penumpang telah mengajukan refund imbas bencana banjir yang mengakibatkan perjalanan kereta terganggu.
Bobby mengatakan, 18.000 permohonan refund tersebut diajukan sejak Jumat (16/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026).
“Yang telah melakukan refund itu adalah sekitar 18 ribu, sekitar 18 ribu,” kata Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu.
Menurut Bobby, pada long weekend ini, KAI telah menjual hampir 258 ribu tempat duduk.
Refund 100 persen harga tiket
Namun, perjalanan para pelanggan terganggu banjir yang menggenangi lintasan jalur sehingga tidak aman untuk dilalui kereta.
Bobby menegaskan, biaya refund yang diberikan kepada pelanggan 100 persen.
Pelanggan bisa mengajukan refund melalui tiga channel yakni, Contact Center 121, aplikasi Access by KAI, dan loket di stasiun.
“Sekali lagi refund yang akan kami lakukan itu adalah 100 persen,” ujar Bobby.
KAI minta maaf, proaktif sampaikan pemberitahuan gangguan
Menurutnya, KAI telah secara proaktif telah menyampaikan pemberitahuan kepada para pelanggan terkait gangguan yang terjadi.
Informasi dikirimkan melalui media sosial, SMS, hingga WhatsApp blast kepada penumpang.
“Supaya bisa mempertimbangkan apa perjalanan apakah membatalkannya,” tuturnya.
Mewakili jajaran PT KAI, Bobby menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan karena membuat perjalanan mereka tidak nyaman.
Ia menekankan, keterlambatan, pengalihan, hingga pembatalan perjalanan kereta api dilakukan karena faktor alam dan mengedepankan aspek keselamatan penumpang.
“Perlu kami garis bawahi bagi kami adalah safety nomor satu, keselamatan adalah nomor satu,” kata dia.
Genangan Banjir di Pekalongan dan Jakarta
Petugas KAI sedang melakukan normalisasi di emplasemen pekalongan.Bobby melaporkan, hingga sejak Jumat hingga Minggu, pihaknya telah membatalkan 82 perjalanan kereta penumpang, 16 kereta barang, dan 76 kereta terlambat.
Menurutnya, persoalan itu dipicu cuaca ekstrem yang berbeda dibanding sebelumnya.
Salah satu titik terdampak cuaca ekstrem itu berada di jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Kalibodri.
Pada Sabtu (17/1/2026) kemarin, pihaknya telah menebarkan balas sebanyak 105 meter kubik sehingga rel bisa dilalui kereta.
“Akan tetapi malam tanggal 17 itu ada dua sungai, ada dua sungai yang mengapit itu di KM 88+900 sampai 89+100 ya itu di antara Stasiun Pekalongan dengan Sragi (meluap). Pekalongan-Sragi ya itu menyebabkan jalur itu terendam banjir,” ujar Bobby.
Selain itu, proses recovery juga terhambat rob yang mengakibatkan air dari luapan sungai tidak bisa mengalir ke laut Jawa.
“Memang ini sangat di luar dari prediksi sama sekali ya ketika, dan ini sebelumnya belum pernah terjadi juga di daerah Pekalongan ya,” tutur Bobby.
Tag: #dirut #18000 #penumpang #kereta #ajukan #refund #imbas #banjir