Gejolak Politik Tak Goyahkan Pasar Saham AS
Pasar keuangan AS bertahan meski Gedung Putih menggulirkan kebijakan kontroversial. Arus dana ke ETF saham terus mengalir deras.()
09:48
17 Januari 2026

Gejolak Politik Tak Goyahkan Pasar Saham AS

- Pasar keuangan Amerika Serikat (AS) menunjukkan ketahanan di tengah serangkaian perkembangan politik yang sebelumnya berpotensi mengguncang sentimen investor.

Pada awal 2026, Presiden Venezuela ditangkap, Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan terhadap Federal Reserve, dan Gedung Putih melakukan intervensi di sejumlah sektor perdagangan.

Namun, alih-alih tertekan, pasar saham AS justru menguat. Kondisi tersebut memperpanjang tren pengambilan risiko yang selama ini menopang agenda kebijakan agresif Presiden AS Donald Trump.

Aliran Dana Mengalir Deras ke Pasar Saham

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (17/1/2026), minat investor tercermin dari derasnya arus dana ke exchange-traded fund (ETF) berbasis saham. Pada Januari, inflow ETF saham tercatat mencapai lima kali lipat rata-rata bulanan.

Dalam tiga bulan terakhir, dana yang masuk ke ETF saham mencapai rekor sekitar 400 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.763,6 triliun (asumsi kurs Rp 16.909 per dollar AS).

ETF leveraged-long kini mengelola aset senilai 145 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.451,8 triliun, jauh melampaui dana sekitar 12 miliar dollar AS atau Rp 202,9 triliun yang diposisikan untuk penurunan pasar.

Menurut Bank of America Corp., alokasi kas investor turun ke level terendah sepanjang sejarah.

Sikap agresif investor juga terlihat di pasar kredit. Premi risiko untuk memegang obligasi berimbal hasil tinggi terus menyempit, meskipun penerbitan utang korporasi meningkat.

Kondisi tersebut membuat perilaku pasar kredit dinilai menyerupai situasi menjelang krisis keuangan global 2007.

Pasar keuangan AS bertahan meski Gedung Putih menggulirkan kebijakan kontroversial. Arus dana ke ETF saham terus mengalir deras.AFP/JIM WATSON Pasar keuangan AS bertahan meski Gedung Putih menggulirkan kebijakan kontroversial. Arus dana ke ETF saham terus mengalir deras.

Pasar Jadi Tolok Ukur Gedung Putih

Tingginya kepercayaan pasar dinilai memberi ruang bagi Gedung Putih untuk semakin berani menguji batas kebijakan.

“Presiden saat ini sangat menjadikan pasar sebagai papan skor, dan papan skor itu, dari sudut pandang presiden, menunjukkan bahwa dia menang,” ujar Chief Investment Officer Siebert Financial, Mark Malek.

Menurut dia, kondisi ini berpotensi mendorong pemerintahan Trump memperluas agenda kebijakan yang sebelumnya belum dijalankan. “Dengan kata lain, bersiaplah pada hal-hal tak terduga,” katanya.

Situasi saat ini berbeda dengan April tahun lalu, ketika pasar global sempat bergejolak akibat rencana kenaikan tarif yang berpotensi mengganggu rantai pasok global.

Saat itu, indeks S&P 500 sempat anjlok dan mendorong pemerintahan Trump menarik kembali kebijakan proteksionisnya.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu momen langka dalam periode kedua kepemimpinan Trump ketika reaksi investor secara langsung memengaruhi arah kebijakan.

Optimisme terhadap Pemulihan Ekonomi

Kini, berbagai kejutan kebijakan cenderung dipandang sebagai gangguan sementara. Sejumlah investor meyakini, jika pasar bereaksi keras, Gedung Putih akan kembali melunak sebagaimana terjadi pada April lalu.

Sementara itu, dana terus mengalir ke sektor-sektor yang dikaitkan dengan kecerdasan buatan, pemulihan industri, dan meningkatnya permintaan siklikal.

Optimisme tersebut tercermin dari pergerakan indeks. ETF S&P 500 berbobot sama mengungguli versi berbobot kapitalisasi, sementara salah satu dana yang melacak indeks tersebut mencatat arus masuk sebesar 3,7 miliar dollar AS.

Indeks Russell 2000 naik 2 persen dalam sepekan, mengungguli S&P 500 yang mencatat penurunan tipis.

“Kami melihat pertumbuhan tanpa tekanan inflasi. Perekonomian berada pada fondasi yang kuat di saat inflasi masih terkendali,” kata Portfolio Manager Brandywine Global Investment Management, Jack McIntyre.

Ia juga menyinggung adanya unsur fear of missing out (FOMO) di kalangan investor.

Serangkaian data ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan turut memperkuat sentimen tersebut, mulai dari klaim pengangguran yang menunjukkan pasar tenaga kerja tetap tangguh hingga produksi pabrik AS yang meningkat secara tak terduga pada Desember.

Volatilitas Tetap Rendah

Di pasar opsi, indeks volatilitas VIX berada di persentil ke-17 dalam rentang lima tahunnya, meski pemerintahan Trump mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit, meningkatkan retorika terhadap Iran, dan menyita aset minyak Venezuela.

Skew, atau premi perlindungan terhadap risiko penurunan tajam, masih berada di bawah rata-rata. Permintaan instrumen lindung nilai juga tetap rendah.

"Investor selama ini begitu diuntungkan dengan mengabaikan risiko geopolitik, sehingga pada titik ini mereka membutuhkan sesuatu yang benar-benar nyata untuk menggoyahkan kepercayaan tersebut,” kata pendiri Financial Insyghts, Peter Atwater.

Risiko Posisi Pasar yang Terlalu Seragam

Meski demikian, risiko utama bukan berasal dari satu kebijakan tertentu, melainkan dari posisi pasar yang semakin seragam. Ketika mayoritas pelaku pasar bergerak ke arah yang sama, perubahan sentimen kecil berpotensi memicu pergerakan besar.

Head of Derivatives Strategy RBC Capital Markets, Amy Wu Silverman, menilai sebagian investor institusional masih bersikap lebih berhati-hati.

"Setidaknya ada kelompok investor institusional yang cukup signifikan yang akan melakukan lindung nilai jika ada konfirmasi penurunan, kelompok yang sama yang terpukul pada 2 April kemungkinan masih lebih pesimistis dibandingkan yang tercermin di pasar," ujarnya.

“Mereka kemungkinan akan kembali masuk jika terjadi aksi jual besar dengan deviasi standar yang ekstrem,” pungkas dia.

Tag:  #gejolak #politik #goyahkan #pasar #saham

KOMENTAR