Taruna KKP Bantu Bersih-bersih Sumatera, Mendagri: Jangan Minta Makan ke Pemda
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumbar di Auditorium Istana Gubernur Sumbar, Kota Padang, Selasa (13/1/2026). (DOK. Humas Kemendagri)
15:52
14 Januari 2026

Taruna KKP Bantu Bersih-bersih Sumatera, Mendagri: Jangan Minta Makan ke Pemda

- Ribuan taruna sekolah kedinasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diterjunkan untuk membantu pembersihan wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan kehadiran para taruna harus mempercepat pemulihan tanpa membebani pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

“Nah ini adik-adik (taruna) semua saya minta, jangan memberatkan pemerintah daerah setempat,” kata Tito di Halim Perdana Kusuma Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Tito menyebut fokus pengerahan pasukan tambahan diarahkan ke wilayah dengan tingkat kerusakan terberat, khususnya di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.

Ia menjelaskan, seluruh taruna telah disiapkan dengan sistem logistik mandiri, termasuk dapur lapangan khusus untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

“Jangan memberatkan pemerintah daerah setempat. Bawa makanan, ada dapur tim dapur khusus untuk menyiapkan makanan bagi para taruna sendiri,” jelasnya.

Selain itu, setiap personel juga dibekali perlengkapan perorangan seperti sepatu bot, cangkul, sekop, alat kebersihan, serta pakaian lapangan yang sesuai untuk bekerja di lingkungan berlumpur.

Para taruna juga diminta siap menghadapi kondisi lapangan yang terbatas, termasuk beristirahat di tempat seadanya seperti gedung olahraga, kantor dinas, atau tenda darurat.

Lebih lanjut, Tito mendorong para taruna untuk membawa uang saku dan membelanjakannya di wilayah terdampak sebagai bagian dari upaya memulihkan ekonomi lokal.

Menurutnya, kehadiran pasukan dalam jumlah besar dapat membantu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.

“Kita lagi menghidupkan warung-warung di sana. Daya beli masyarakat rendah karena mereka keluar rumah tidak bawa apa-apa. Kalau taruna belanja, ekonomi bisa berputar,” jelasnya.

Ia mencontohkan kondisi pedagang kecil yang mulai berjualan kembali namun minim pembeli, sehingga banyak dagangan yang tidak terjual dan akhirnya rusak.

Dengan adanya TNI, Polri, Praja IPDN, dan taruna sekolah kedinasan yang membawa uang saku, aktivitas ekonomi diharapkan kembali bergerak.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menekankan kesiapan fisik dan kesehatan sebagai prioritas utama selama bertugas di lapangan. Pemerintah, kata dia, juga menyiapkan tim kesehatan untuk mendampingi para taruna selama proses penanganan bencana.

“Fisik nomor satu, jaga kesehatan, perlengkapan kesehatan dibawa. Kita datang untuk membangun, membangkitkan masyarakat, bukan menambah beban,” tegas Tito.

Tag:  #taruna #bantu #bersih #bersih #sumatera #mendagri #jangan #minta #makan #pemda

KOMENTAR