Trump Larang ExxonMobil Investasi di Venezuela
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat rapat bersama para bos perusahaan minyak di East Room, Gedung Putih, Washington DC, 9 Januari 2026. Trump mengajak para raja minyak AS untuk berinvestasi Rp 1.680 triliun di Venezuela.(AFP/SAUL LOEB)
11:16
13 Januari 2026

Trump Larang ExxonMobil Investasi di Venezuela

– Presiden Amerika Serikat Donald Trump melarang perusahaan migas ExxonMobil berinvestasi di Venezuela.

Ancaman tersebut muncul setelah CEO ExxonMobil Darren Woods menyebut Venezuela sebagai negara yang layak huni untuk investasi.

Sebelumnya, Trump mengumpulkan 18 pengusaha minyak dunia pada Jumat pekan lalu. Pertemuan tersebut membahas dorongan investasi senilai 100 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.560 triliun untuk revitalisasi sektor perminyakan Venezuela.

Permintaan tersebut disampaikan sepekan setelah Amerika Serikat melakukan serangan ke Venezuela. Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Ucapan Darren Woods memicu reaksi keras Trump. Trump mengaku tersinggung karena pernyataan itu menjadi tajuk utama pemberitaan dan dinilai merusak momentum diplomasi ekonomi.

"Saya tidak suka tanggapan Exxon. Saya cenderung akan melarang Exxon masuk. Saya tidak suka jawaban mereka. Mereka bermain terlalu lugu,” kata Trump seperti dikutip CNBC, Minggu (10/1/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Darren Woods menyatakan Venezuela perlu melakukan perombakan menyeluruh pada undang-undang hidrokarbon. Perlindungan investasi jangka panjang juga dinilai perlu diperkuat sebelum Exxon kembali masuk.

"Aset kami sudah disita di sana sebanyak dua kali. Anda bisa bayangkan, untuk masuk kembali yang ketiga kalinya perlu perubahan yang sangat signifikan dari apa yang pernah kami lihat secara historis," tegas Woods di hadapan Trump.

Exxon dan ConocoPhillips memiliki catatan buruk di Venezuela. Aset kedua perusahaan tersebut dinasionalisasi pada masa pemerintahan Presiden Hugo Chávez sekitar 2004 hingga 2007.

Putusan pengadilan mencatat Venezuela memiliki utang kolektif lebih dari 13 miliar dollar AS kepada kedua perusahaan. Utang tersebut berkaitan dengan penyitaan aset pada periode tersebut.

CEO ConocoPhillips Ryan Lance sempat mengusulkan restrukturisasi utang. Ia juga mendorong perombakan sistem energi, termasuk perusahaan minyak negara PDVSA.

Respons Trump terhadap usulan tersebut terbilang dingin. Trump menegaskan pendekatan baru tanpa menanggung kerugian masa lalu.

"Kami tidak akan melihat kerugian orang-orang di masa lalu karena itu adalah kesalahan mereka," cetus Trump.

Trump juga menegaskan perusahaan minyak harus berurusan langsung dengan pemerintah Amerika Serikat. Hubungan langsung dengan otoritas Venezuela tidak diinginkan.

"Anda berurusan langsung dengan kami (AS). Anda sama sekali tidak berurusan dengan Venezuela. Kami tidak ingin Anda berurusan dengan mereka," tegas Trump.

Sabtu lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif. Aturan tersebut memblokir pengadilan agar tidak melakukan penyitaan terhadap pendapatan penjualan minyak Venezuela.

Pendapatan tersebut tersimpan dalam rekening Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Tag:  #trump #larang #exxonmobil #investasi #venezuela

KOMENTAR