Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dollar AS, IHSG Justru Menguat Hari Ini
Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.(DOKUMENTASI BEI)
10:28
13 Januari 2026

Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dollar AS, IHSG Justru Menguat Hari Ini

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan pasar spot, Selasa (13/1/2026). 

Rupiah berada di level Rp 16.874 per dollar AS, turun 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga berada di zona merah. Peso Filipina melemah 0,04 persen, yen Jepang turun 0,31 persen, dollar Singapura melemah 0,04 persen, won Korea Selatan turun 0,32 persen, dan baht Thailand terkoreksi 0,40 persen.

Sementara itu, pergerakan mata uang utama negara maju menunjukkan arah yang bervariasi. Euro melemah 0,05 persen, franc Swiss turun 0,04 persen, sedangkan dollar Australia menguat 0,09 persen dan dollar Kanada naik 0,01 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada di bawah tekanan dollar AS dalam jangka pendek. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dollar AS yang kembali rebound setelah pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed), William, yang mengisyaratkan bank sentral AS tidak perlu terburu-buru menurunkan suku bunga.

“Rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dollar AS yg rebound merespon pernyataan hawkish pejabat The Fed William yang mengisyaratkan bahwa The Fed tidak perlu buru-buru menurunkan suku bunga,” ujar Lukman kepada Kompas.com.

Selain itu, penguatan dollar AS juga ditopang oleh sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan malam ini. Data inflasi tersebut diperkirakan kembali meningkat, sehingga berpotensi memperkecil ruang bagi Federal Reserve untuk segera melonggarkan kebijakan suku bunga.

“Dollar AS juga didukung oleh antisipasi data inflasi AS malam ini yang diperkirakan akan naik,” paparnya.

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, pergerakan rupiah diproyeksikan masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah, berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.900 per dollar AS.

Di lain sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawal perdagangan hari ini di zona hijau. Indeks dibuka menguat 42,54 poin atau 0,48 persen ke level 8.927,264.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat di posisi 8.931,242, bahkan sempat bergerak naik menyentuh level tertinggi pagi ini di kisaran 8.953,289.

Aktivitas transaksi pada awal sesi terpantau cukup aktif. Volume perdagangan mencapai 5,553 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 3,241 triliun. Sedangkan frekuensi transaksi sebanyak 407.706 kali.

Untuk pergerakan saham, mayoritas emiten bergerak menguat. Sebanyak 359 saham naik, 169 saham melemah, dan 163 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar BEI pun menyentuh Rp 16.198,089 triliun.

Secara sektoral, teknologi menguat 0,20 persen, energi naik 0,69 persen, infrastruktur menguat 0,29 persen, industri melonjak 0,93 persen, industri dasar naik 2,28 persen, transportasi dan logistik juga bergerak naik 0,23 persen.

Kemudian, sektor kesehatan menguat 0,72 persen, keuangan naik 0,70 persen, barang konsumen siklikal mencatat penguatan tipis 0,11 persen, properti dan real estat naik 0,79 persen, barang konsumen non-siklikal menguat 0,42 persen.

IHSG diperkirakan masih bertahan di atas level psikologis 9.000 pada perdagangan Selasa. Indeks sebelumnya terkoreksi 0,58 persen ke posisi 8.884 saat penutupan bursa Senin kemarin.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada fase awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], yang mengindikasikan peluang tren naik. Dengan konfigurasi itu, IHSG berpotensi menguat dan menguji area 9.032-9.100.

“Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (v) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat menguji 9,032-9,100,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.

Adapun level support IHSG di kisaran 8.839- 8.764. Sementara itu resistance terdekat berada di 8.908-8.996.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #rupiah #dibuka #melemah #terhadap #dollar #ihsg #justru #menguat #hari

KOMENTAR