Purbaya Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 5,45 Persen, Realistis?
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diprediksi meleset dari target semula sebesar 5,7 sampai 6 persen.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam proyeksi terbaru mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 diperkirakan berada di level 5,45 persen.
Namun demikian, proyeksi tersebut ternyata masih terlalu optimistis dibandingkan dengan proyeksi beberapa pengamat ekonomi.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Riza Annisa Pujarama memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 berkisar antara 5 hingga 5,1 persen.
"Saya rasa pertumbuhannya masih terbatas di kisaran 5 hingga 5,1 persen," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2025).
Ia menambahkan, liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta insentif fiskal yang digelontorkan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Terutama di sektor transportasi dan akomodasi, serta perdagangan," imbuh dia.
Sementara itu, dampak ekonomi yang lebih besar dinilai masih tertahan karena daya beli masyarakat yang masih belum pulih.
Sektor padat karya belum pulih
Riza berpendapat pada kuartal IV 2025 sektor industri manufaktur padat karya secara umum masih cukup tertekan.
Ilustrasi manufaktur, industri manufaktur.
Kendati demikian, ia tetap menekankan untuk masyarakat mengamati data ekonomi kuartal IV 2025 yang masih belum dirilis.
Berdasarkan pengamatannya, meskipun sektor industri pengolahan pertumbuhannya di atas capaian nasional, tapi tren pertumbuhan subsektor industri padat karya cenderung turun sepanjang kuartal I 2025 hingga kuartal III 2025.
Beberapa contoh subsektor teknologi tersebut misalnya adalah industri pengolahan tembakau, industri tekstil dan pakaian jadi, dan industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki.
Senada, ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Budi Frensidy menjelaskan, hingga kuartal IV 2025 belum terlihat andanya tanda-tanda bangkitnya sektor padat karya.
"Saya pikir belum ada tanda-tanda sektor padar karya sudah bangkit, yang terjadi malah sebaliknya," ungkap dia.
Adapun, efek liburan Nataru memang menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan terakhir 2025 yang lalu.
Budi sendiri memandang konservatif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 dengan kisaran 5,2 persen.
"Prediksi saya paling di 5,2 persen," ujar dia.
Tahun 2025 uji ketahanan ekonomi
Chief Economist Group Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan, tahun 2025 kembali menguji ketahanan perekonomian Indonesia.
Ketidakpastian global semakin meningkat, dinamika geopolitik tidak pernah surut, dan arah kebijakan global semakin membingungkan.
IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia 2025 akan tumbuh di bawah 5 persen. Sementara per kuartal II-2025, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI 5,12 persen.
Di tengah lanskap global yang sangat sulit diprediksi, perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh di rata-rata 5 persen.
Setelah melalui fase awal tahun yang lambat, akselerasi belanja pemerintah di kuartal akhir, yang melengkapi pelonggaran kebijakan moneter sejak awal tahun, mulai mendorong konsumsi akhir tahun.
Menutup tahun ini, penting bagi kita untuk melakukan refleksi atas dinamika 2025 sebagai bekal menghadapi 2026 yang diperkirakan masih sarat tantangan, namun juga membuka ruang peluang yang lebih luas.
Ekonomi Indonesia hingga kuartal III-2025 tumbuh sebesar 5,01 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pemerintah telah memberikan berbagai dukungan kebijakan salah satunya dengan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan.
Hal tersebut masih disertai dengan pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan BI Rate sebanyak 125 basis poin (bps).
"Kami memperkirakan Indonesia akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2025 sebesar 5,03 persen secara tahunan (yoy), ditopang oleh konsumsi domestik, inflasi yang terjaga serta dukungan kebijakan yang akomodatif," ujar dia dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama perekonomian. Belanja ritel hingga November 2025 secara rata-rata tumbuh sebesar 3,0 persen secara tahunan (yoy).
Selain itu, terjaganya tingkat konsumsi domestik juga didukung oleh capaian inflasi yang terjaga di level 2,7 persen secara tahunan (yoy) atau 2,3 persen sepanjang tahun (ytd) per November 2025.
Menurut Andry, ketidakpastian global diperkirakan masih akan berlanjut pada 2026.
Namun, Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh lebih tinggi, ditopang oleh kebijakan yang berkesinambungan dan inklusif, penguatan industri domestik, serta peningkatan investasi.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Media asing soroti pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tiga faktor pendorong utama ekonomi 2026
Andry menjabarkan, tiga faktor pendorong utama ekonomi 2026 adalah akselerasi belanja diperkirakan lebih cepat dibandingkan 2025.
"Kita kehilangan momentum satu semester di 2025 karena lambannya belanja," ucap dia.
Faktor pendorong kedua adalah arah suku bunga acuan yang lebih rendah. Meskipun tidak agresif, tetapi BI kemungkinan memangkas lagi maksimal 50 bps di 2026.
Ketiga, investasi domestik yang lebih baik dengan dukungan Danantara.
"Tantangan memang selalu akan datang. Kami melihat tingkat volatilitas 2026 masih akan sama dengan 2025. Namun dibalik tantangan, peluang besar juga menunggu untuk kita raih di 2026," tutup dia.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025 masih tunjukkan perbaikan
Purbaya mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 diperkirakan tidak mencapai target awal di kisaran 5,7 sampai 6 persen.
Purbaya menyebutkan, berdasarkan proyeksi terbaru, pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 diperkirakan berada di level sekitar 5,45 persen.
“Kira-kira 5,45 persen kalau tidak ada perubahan. Di bawah janji saya, tapi lumayanlah, masih lebih tinggi dibandingkan triwulan-triwulan sebelumnya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Meski lebih rendah dari target awal, Purbaya menilai capaian tersebut tetap menunjukkan perbaikan dibandingkan kinerja ekonomi pada kuartal-kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2025 tercatat sebesar 4,87 persen, meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II, dan sebesar 5,04 persen pada kuartal III 2025.
Pemerintah belum akan mengambil keputusan terkait kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) pada 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kebijakan tersebut masih menunggu hasil evaluasi kondisi ekonomi dan penerimaan negara.
Sebelumnya, Purbaya percaya diri asumsi makro ekonomi APBN 2025 masih berada dalam koridor pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi nasional bergerak sesuai target, meski sejumlah indikator menunjukkan deviasi.
Purbaya menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada di level 5,2 persen. Inflasi tercatat sedikit melampaui target.
Hingga Desember 2025, inflasi mencapai 2,92 persen.
Asumsi APBN menetapkan inflasi di level 2,5 persen. Kondisi itu dipengaruhi kebijakan harga serta penguatan peran Perum Bulog.
Nilai tukar rupiah juga melemah dibandingkan proyeksi awal. Asumsi APBN 2025 mematok kurs rupiah Rp 16.000 per dollar AS.
Realisasi pada akhir 2025 mencapai Rp 16.475 per dollar AS. Pergerakan kurs, menurut Purbaya, dipengaruhi perang dagang serta dinamika kebijakan global dan domestik.
Bank Dunia prediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen pada 2025-2026, sebelum meningkat menjadi 5,2 persen pada 2027.
Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025.
Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, menilai ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
“Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, ekonomi Indonesia masih cukup tangguh. Pertumbuhan PDB bertahan di kisaran 5 persen per tahun, setara dengan tahun-tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara berpendapatan menengah. Ini merupakan kabar baik,” ujar Carolyn di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
Proyeksi terbaru tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan dalam laporan IEP edisi Juni 2025.
Dalam laporan sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 persen pada 2025, 4,8 persen pada 2026, dan 5 persen pada 2027.
Tag: #purbaya #prediksi #pertumbuhan #ekonomi #kuartal #2025 #persen #realistis