Right Issue Jumbo PANI Terserap Rp 15,7 Triliun, Seluruhnya Disuntik ke Anak Usaha
Emiten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), menuntaskan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III senilai Rp 15,7 triliun.
Laporan realisasi per Kamis (8/1/2026) menunjukkan seluruh dana hasil rights issue telah diterima dan digunakan sesuai rencana.
Manajemen mencatat dana hasil PMHMETD III secara bruto mencapai Rp 15,73 triliun. Biaya penawaran umum tercatat Rp 7,5 miliar. Dana bersih yang diterima perseroan mencapai Rp 15,72 triliun.
Seluruh dana bersih dialokasikan untuk penguatan permodalan entitas anak. Sebesar Rp 15,12 triliun digunakan untuk penambahan penyertaan saham di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk atau CBDK.
Sisanya, Rp 600 miliar, dialokasikan untuk penambahan penyertaan saham di PT Panorama Eka Tunggal, PT Cahaya Inti Sentosa, dan PT Karunia Utama Selaras.
Realisasi penggunaan dana tercatat sesuai dengan rencana dalam prospektus PMHMETD III. Tidak terdapat sisa dana hasil penawaran umum.
PMHMETD III PANI efektif pada 28 November 2025. Aksi ini menjadi salah satu rights issue terbesar perseroan.
Laporan realisasi penggunaan dana telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan PT Bursa Efek Indonesia. Penyampaian laporan mengikuti ketentuan Peraturan OJK Nomor 30/POJK.04/2015.
Sebelumnya diberitakan, PANI menerbitkan 1.212.524.098 saham baru bernominal Rp 100 per saham. Jumlah itu setara 6,69 persen dari total saham setelah rights issue. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 12.975 per saham.
Setiap pemegang 50.831 saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 10 Desember 2025 berhak memperoleh 3.646 HMETD.
Berdasarkan DPS per 5 November 2025, PT Multi Artha Pratama menguasai 14,83 miliar saham atau 87,78 persen. Porsi publik tercatat 12,22 persen atau 2,06 miliar saham.
Multi Artha Pratama menyatakan komitmen mengeksekusi HMETD. Perseroan siap menebus 385,36 juta HMETD senilai Rp 4,99 triliun. Tambahan hingga 450,32 juta saham senilai Rp 5,84 triliun juga disiapkan jika hak pemegang saham lain tidak ditebus.
Dalam skenario seluruh HMETD ditebus oleh pemegang saham, jumlah saham beredar meningkat menjadi 18,11 miliar lembar. Komposisi kepemilikan tidak berubah, Multi Artha Pratama tetap 87,78 persen dan publik 12,22 persen.
Perubahan komposisi terjadi jika terdapat sisa saham baru. Pembeli siaga dalam aksi ini adalah PT BCA Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Keduanya siap menyerap hingga 228,68 juta saham.
Dalam skenario penuh, kepemilikan Multi Artha Pratama turun menjadi 86,52 persen atau 15,67 miliar saham. Porsi publik tetap 12,22 persen. BCA Sekuritas menguasai 0,84 persen atau 151,61 juta saham. Trimegah Sekuritas memegang 0,42 persen atau 77,07 juta saham.
Total saham beredar tetap 18,11 miliar lembar.
Prospektus mencatat pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD berisiko terdilusi hingga 6,693 persen seiring penerbitan 1,21 miliar saham baru.
Tag: #right #issue #jumbo #pani #terserap #triliun #seluruhnya #disuntik #anak #usaha