Kisah Sukses Anita Ratnasari Kantongi Ratusan Juta dari Lazada Affiliate dalam 4 Bulan
– Keinginan menyalurkan hobi sekaligus membantu ekonomi keluarga mendorong Anita Ratnasari masuk ke dunia afiliasi digital. Langkah sederhana tersebut berujung pada capaian besar.
Lulusan manajemen ini meraih komisi Rp 100 juta pertama hanya dalam empat bulan sejak bergabung sebagai mitra Lazada Affiliate.
Konsistensi membangun konten yang relevan dan dekat dengan audiens mengantarkannya meraih penghargaan Mitra Lazada Affiliate Terbaik kategori Kecantikan 2024.
“Awalnya saya hanya ingin menyalurkan hobi dan mencari penghasilan tambahan untuk membantu orang tua,” kata Anita dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).
“Namun Lazada Affiliate menyediakan infrastruktur dan peluang yang sangat mendukung. Kuncinya adalah konsistensi dan membangun kepercayaan dengan audiens,” lanjutnya.
Perjalanan tersebut tidak berjalan instan. Anita memulai dari nol dengan membangun basis audiens sendiri. Kepercayaan pengikut tumbuh perlahan seiring konsistensi konten dan interaksi.
Menurut Anita, ekosistem Lazada Affiliate memberi ruang bagi kreator untuk berkembang selama dijalani dengan strategi yang tepat dan disiplin.
Pengalaman tersebut mendorongnya membagikan lima langkah praktis bagi kreator pemula. Tahap awal berfokus pada pembangunan komunitas audiens lintas platform.
Anita mengembangkan kanal Telegram Racun Lazada Diskon Promo Murah dengan anggota lebih dari 141.000 orang. Grup WhatsApp turut digunakan sebagai pendukung. Promosi aktif dilakukan lewat media sosial untuk menarik anggota baru.
“Kalau video bisa FYP atau viral di media sosial, anggota baru pasti bertambah dan itu berpengaruh langsung ke pemasukan,” ujarnya.
Langkah berikutnya berperan sebagai pemburu promo. Anita rutin memantau penawaran, terutama saat flash sale. Tautan produk dibagikan secara intens ke komunitas.
Pola tersebut menciptakan urgensi dan mendorong keputusan belanja cepat.
“Mungkin seperti ‘mendonder’ ya, tapi strategi membanjiri grup komunitas dengan tautan promo terbukti efektif untuk menciptakan efek FOMO (fear of missing out) dan mendorong penjualan,” kata Anita.
Penekanan juga diberikan pada copywriting singkat dan kuat. Perbandingan harga normal dan harga promo dipakai untuk menonjolkan nilai penawaran.
“Saya sering pakai caption andalan seperti, ‘CEPETT, harga aslinya 80.000!’ untuk membuat anggota merasa harus segera bertransaksi sebelum kehabisan,” tambahnya.
Kepercayaan audiens menjadi fondasi utama. Anita kerap menjadi pembeli pertama produk promo. Bukti transaksi dibagikan ke komunitas sebagai penguat kredibilitas.
“Kalau ada barang promo yang belum habis, biasanya saya checkout dulu, lalu saya bagikan bukti pembelian ke anggota. Saat mereka lihat saya juga beli, yang lain biasanya langsung ikut-ikutan. Jadi mereka percaya bahwa apa informasi yang saya bagikan memang benar dan menarik,” tegasnya.
Nilai tambah lain hadir lewat shopping hacks. Anita membagikan tips memaksimalkan diskon, penggunaan koin, hingga strategi pembelian ganda untuk potongan harga lebih besar.
Pendekatan tersebut menjaga loyalitas audiens, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut kehati-hatian belanja.
Kisah Anita mencerminkan peluang luas creator economy. Lazada Affiliate menyediakan skema komisi bertingkat, mulai dari komisi dasar, komisi merek, hingga insentif tambahan.
Ekosistem tersebut diperluas melalui kolaborasi dengan YouTube Affiliate Program. Skema ini memungkinkan audiens berbelanja langsung dari konten kreator favorit.
Head of Business Growth & Operations Lazada Indonesia Amelia Tediarjo menilai keberhasilan mitra seperti Anita menunjukkan kekuatan ekosistem digital yang inklusif.
“Kami bangga melihat bagaimana mitra seperti Anita mampu berkembang bersama Lazada Affiliate. Ini menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi digital yang inklusif dapat menciptakan peluang nyata dan berdampak,” ujar Amelia.
Riset Google, Temasek, dan Bain 2025 mencatat peran besar kreator dan social commerce dalam akselerasi ekonomi digital. Data Populix 2024 menunjukkan 59 persen konsumen Indonesia pernah bertransaksi lewat tautan afiliasi.
Amelia menyebut Lazada mengalokasikan investasi tahunan 100 juta dollar AS untuk pengembangan ekosistem afiliator. Sasaran mencakup kreator konten, ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga profesional.
“Lazada berkomitmen dalam mengembangkan ekosistem afiliasi, diantaranya dengan upaya pengembangan struktur komisi yang lebih kompetitif, pemberian insentif berbasis performa, serta peluncuran fitur-fitur pemberdayaan yang dapat mempermudah mitra affiliate dalam memaksimalkan potensi mereka,” kata Amelia.
Fokus penguatan kolaborasi strategis akan berlanjut sepanjang 2026. Targetnya memperluas akses pendapatan digital seiring pertumbuhan creator economy Asia Tenggara.
“Memasuki 2026, kami akan terus memperkuat Lazada Affiliate melalui kolaborasi strategis dengan brand dan berbagai mitra, agar semakin banyak individu di Indonesia dapat mewujudkan aspirasi finansial mereka, seiring pesatnya pertumbuhan creator economy di Asia Tenggara,” ujarnya.
Tag: #kisah #sukses #anita #ratnasari #kantongi #ratusan #juta #dari #lazada #affiliate #dalam #bulan