Anak Buah Bahlil Sebut Gejolak Venezuela Tak Berdampak ke Harga BBM Dalam Negeri
- Anak buah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan gejolak yang terjadi di Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap kondisi energi nasional, termasuk harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Dirjen Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, kondisi ketahanan energi nasional saat ini tetap stabil.
Pasalnya, pasokan minyak yang diimpor Indonesia tidak berasal dari Venezuela.
"Yang jelas kondisi saat ini stabil. Jadi belum ada dampak," ujarnya ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (5/1/2026).
"Dan kita sumber crude-nya (minyak mentah) itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil," imbuh Laode.
Kendati begitu, ia memastikan, Kementerian ESDM terus memantau perkembangan terbaru terkait Venezuela.
Dampak dari kondisi geopolitik negara tersebut juga masih terus dianalisis.
Selain itu, Laode memastikan pemerintah selalu menyiapkan langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan, meski saat ini belum ada indikasi kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
"Kita akan analisis, dan antisipasi itu selalu ada," ucapnya.
Sebelumnya, kondisi di Venezuela bergejolak usai pasukan Amerika Serikat (AS) atas perintah Presiden Donald Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Keduanya dibawa ke AS dan didakwa atas tuduhan perdagangan narkoba di Pengadilan Distrik Selatan New York.
Trump pun menyatakan bakal mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak asal AS untuk menggarap ladang minyak Venezuela.
Gejolak yang terjadi itu membuat kekhawatiran akan meningkatnya harga minyak mentah global.
Sebab, Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.
Venezuela merupakan salah satu pendiri Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau OPEC.
Negara ini memiliki cadangan minyak terbesar di dunia yakni 303 miliar barrel, atau sekitar 17 persen dari cadangan global, menurut U.S. Energy Information Administration (EIA).
Venezuela menasionalisasi industri minyaknya pada 1976 dengan mengambil alih aset perusahaan minyak internasional untuk membentuk perusahaan negara Petróleos de Venezuela S.A. (PDVSA).
Saat ini, produksi minyak Venezuela berada di kisaran 800.000 barrel per hari, berdasarkan data Kpler.
Sebagai perbandingan, pada pekan 26 Desember 2025, produksi minyak AS mencapai sekitar 13,8 juta barrel per hari.
Tag: #anak #buah #bahlil #sebut #gejolak #venezuela #berdampak #harga #dalam #negeri