Gabah dan Cabai Rawit Dongkrak Nilai Tukar Petani
Ilustrasi petani di sawah.(Dok. Kementan)
13:52
5 Januari 2026

Gabah dan Cabai Rawit Dongkrak Nilai Tukar Petani

Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani secara nasional pada November 2025 naik 1,05 persen. Angkanya mencapai 125,35, dari posisi Oktober 2025 sebesar 124,33.

Kenaikan nilai tukar petani sejalan dengan inflasi pada periode yang sama. Inflasi November 2025 tercatat 0,64 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen.

Nilai tukar petani menjadi indikator kemampuan daya beli petani di perdesaan. Indikator ini juga mencerminkan daya tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa konsumsi serta biaya produksi. Nilai yang lebih tinggi menunjukkan daya beli petani relatif lebih kuat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyebut kenaikan nilai tukar petani didorong pergerakan indeks harga. Indeks harga yang diterima petani tercatat 157,94. Indeks harga yang dibayar petani berada di level 126.

Indeks harga yang diterima petani naik 2,08 persen. Komoditas utama pendorong kenaikan berasal dari gabah, cabai rawit, kakao atau biji coklat, serta ayam ras pedaging.

Indeks harga yang dibayar petani juga meningkat. Kenaikannya tercatat 1,02 persen. Komoditas dominan berasal dari bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan bensin.

"Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 2,08 persen, lebih tinggi dari peningkatan indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 1,02 persen," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).

Pudji menjelaskan pergerakan nilai tukar petani berbeda antar subsektor. Kenaikan nilai tukar petani Desember 2025 dipengaruhi lonjakan subsektor hortikultura sebesar 14,48 persen.

Subsektor lain mencatat penurunan. Subsektor tanaman pangan turun 0,14 persen. Subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,25 persen.

Nilai tukar nelayan juga mengalami kenaikan. Angkanya naik 0,36 persen. Kenaikan terjadi karena indeks harga yang diterima nelayan tumbuh lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar nelayan.

"Ini karena indeks harga yang diterima nelayan mengalami peningkatan sebesar 1,21 persen, lebih tinggi dibanding peningkatan indeks harga yang dibayar nelayan sebesar 0,85 persen," kata dia.

Komoditas utama pendorong kenaikan indeks harga yang diterima nelayan berasal dari ikan tongkol, cakalang, kembung, dan layang.

Tag:  #gabah #cabai #rawit #dongkrak #nilai #tukar #petani

KOMENTAR