MinyaKita Dijual di Atas HET, Amran: Lacak Sampai Produsen!
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mendapati MinyaKita di Pasar Tebet Barat dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Informasi itu Amran dapatkan saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) menjelang Tahun Baru 2026.
Amran mendapat informasi dari pedagang pengecer di pasar bahwa mereka membeli MinyaKita dari distributor dengan harga sudah di atas HET.
“Yang pertama ini minyak goreng. Ini naik sedikit di atas HET. Kami minta Satgas, ini harus dilacak sampai ke produsennya,” kata Amran di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).
Amran meminta jajarannya tidak mengganggu pedagang eceran di pasar, melainkan melacak kemahalan harga minyak itu ke produsennya langsung.
Harga MinyaKita diatur dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1028 Tahun 2024.
Kepmen itu menetapkan harga jual MinyaKita di distributor tingkat 1 (D1) maksimal Rp 13.500 per liter, D2 maksimal Rp 14.000 per liter, dan tingkat pengecer paling tinggi Rp 14.500 per liter.
HET MinyaKita di konsumen paling tinggi Rp 15.700 per liter.
Sementara, dalam sidak itu Amran mendapati pedagang di pasar menjual MinyaKita Rp 18.000 per liter, jauh di atas HET.
Hal itu tidak terlepas karena pengecer juga membeli dengan harga di atas HET yakni Rp 16.250 per liter dari distributor.
“Jangan diganggu pedagang pengecernya. Tapi produsennya langsung. Kenapa? Tidak ada alasan harga minyak goreng naik,” tegas Amran.
Mentan Andi Amran Sulaiman saat pelepasan bantuan di Kantor Pusat Kementan, Kamis (11/12/2025).
Pun Amran mengingatkan tidak ada pelaku usaha komoditas pangan yang memanfaatkan situasi Natal dan Tahun Baru 2025.
Ia menegaskan, Indonesia merupakan produsen minyak goreng terbesar di dunia sehingga tidak ada alasan harga minyak goreng mahal.
Amran memerintahkan jajarannya menelusuri mahalnya harga minyak goreng ini sampai tingkat produsen.
Ia mengancam akan mencabut izin perusahaan minyak nabati itu jika mereka terbukti melanggar aturan.
“Kami sudah telepon Satgas, turun langsung cek langsung, produsennya di mana. Bila perlu, kalau memang dia sengaja untuk mencari keuntungan, itu disegel dan izinnya dicabut,” tutur Amran.
Tag: #minyakita #dijual #atas #amran #lacak #sampai #produsen