Hutama Karya Kebut Pembangunan 196 Huntara di Aceh Tamiang
PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.(DOK. HUTAMA KARYA)
14:00
30 Desember 2025

Hutama Karya Kebut Pembangunan 196 Huntara di Aceh Tamiang

PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

Percepatan dilakukan melalui pola kerja 24 jam dengan sistem shifting dan pengawasan mutu yang diperketat agar hunian segera layak ditempati warga terdampak.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah mempercepat perbaikan infrastruktur serta memperkuat kolaborasi dengan BUMN lain sesuai arahan Danantara dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya akan membangun 600 hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.Dok. PT Hutama Karya (Persero) Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya akan membangun 600 hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

“Kami memastikan koordinasi lapangan berjalan lancar agar hunian berkualitas, segera siap digunakan warga,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (30/12/2025).

Pekerjaan Huntara di Aceh Tamiang dikerjakan melalui kolaborasi tujuh BUMN Karya di bawah koordinasi Danantara.

Dari total target 196 unit Huntara, Hutama Karya mengerahkan sumber daya secara optimal agar hunian dapat difungsionalkan pada Kamis (1/1/2026).

Fokus pekerjaan meliputi fondasi, rangka atap, rangka dinding, lantai panggung, serta pemasangan pintu dan jendela.

Hingga Senin (29/12/2025), progres proyek diarahkan pada percepatan pekerjaan struktur dan penyediaan utilitas dasar agar unit hunian segera fungsional. Huntara dirancang dengan konsep hunian memanjang, masing-masing berukuran 4,5 meter x 4,5 meter.

Dorongan percepatan pembangunan Huntara menguat seiring agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan meninjau langsung perkembangan pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sekaligus bertemu warga terdampak banjir pada Kamis (1/1/2026).

Foto udara, lahan yang telah dibersihkan untuk pembangunan hunian sementara bagi korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Pemerintah mempersiapkan lahan milik Pemkab Aceh Tamiang dan lahan perkebunan perusahaan untuk dibangun tempat hunian sementara korban bencana banjir bandang. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra Foto udara, lahan yang telah dibersihkan untuk pembangunan hunian sementara bagi korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Pemerintah mempersiapkan lahan milik Pemkab Aceh Tamiang dan lahan perkebunan perusahaan untuk dibangun tempat hunian sementara korban bencana banjir bandang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Danantara Khairul Jasmi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (28/12/2025).

Masih terkait percepatan penyediaan hunian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan percepatan pembangunan Huntara dan hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana di Aceh dan wilayah Sumatera menjadi perhatian lintas kementerian dan lembaga.

Teddy menyebut target pembangunan 15.000 unit hunian dalam tiga bulan, seiring inisiatif penanganan dari BNPB dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Selain unit hunian, fasilitas kawasan juga disiapkan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan dasar penghuni selama masa tinggal sementara.

Dalam rencana teknis, fasilitas bersama mencakup dapur umum, area cuci, musala, serta sarana sanitasi. Dukungan utilitas berupa instalasi listrik dan air bersih turut disiapkan agar hunian dapat segera difungsikan.

Di sekitar area Huntara, Hutama Karya juga terlibat dalam pemulihan infrastruktur dan rehabilitasi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Perusahaan mengerahkan excavator capit untuk pembersihan tumpukan kayu gelondongan di area Pesantren Darul Muklisin, Tanjung Karang, Aceh Tamiang.

Selain itu, pemulihan fasilitas air bersih dilakukan melalui pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Rantau dengan kapasitas pengaliran 40 liter per detik yang kini telah kembali berfungsi normal untuk pertama kalinya.

Dukungan pemulihan juga diarahkan pada akses dan konektivitas wilayah terdampak guna menunjang mobilitas warga dan distribusi logistik.

Upaya tersebut meliputi pengerahan alat berat untuk pembersihan material pascabanjir serta rehabilitasi Jembatan Lawe Mengkudu dengan bentang 36 meter dan Jembatan Penanggalan dengan bentang 48 meter di Kabupaten Kutacane, Aceh Tenggara.

Kedua jembatan tersebut dilaporkan telah tersambung kembali sehingga konektivitas wilayah dapat dipulihkan. Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan prinsip keselamatan kerja serta koordinasi dengan otoritas setempat.

Tag:  #hutama #karya #kebut #pembangunan #huntara #aceh #tamiang

KOMENTAR