Respons Usulan DMO untuk Kelapa, Amran: Bagus Juga Idenya
- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai usulan agar kebijakan domestic market obligation (DMO) pada komoditas kelapa sebagai ide yang bagus.
Pandangan itu disampaikan Amran saat dimintai tanggapan terkait harga kelapa dalam negeri yang tinggi karena diekspor dan perlu diterapkan aturan DMO.
“Bagus juga idenya,” kata Amran saat ditemui di Kantor Bapanas, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Amran mengaku saat ini pemerintah bersyukur karena harga kelapa di pasar dunia sedang naik.
Sementara itu, Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar, yakni 2,8 sampai 3 juta ton per tahun.
“Tahu ekspor kita? Meningkat nilainya 42 persen. Minimal di akhir tahun itu 33-35 persen,” tutur Amran.
Diketahui, hasil survei KedaiKOPI mengungkap kenaikan harga kelapa bulat dan komoditas turunannya di pasar lokal.
Survei dilakukan dengan memotret pengakuan 200 ibu rumah tangga, 160 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta 40 penjual kelapa utuh pada 24 November hingga 1 Desember 2025.
Responden tersebar di Jakarta, Padang, Makassar, Surabaya, Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
Survei mengungkap harga kelapa utuh di pedagang kelapa sebelum Idul Fitri 2025 sebesar Rp 5.000 per butir.
Saat Idul Fitri, harganya melonjak 121,6 persen menjadi Rp 11.080. Namun, setelah itu, harganya tak kunjung turun dan terus meningkat.
Kenaikan terjadi karena stok kelapa di pasar lokal langka dan banyak kelapa diekspor.
“Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan mengancam kelestarian makanan tradisional Indonesia yang banyak menggunakan santan dan produk kelapa, sehingga berpotensi ditinggalkan masyarakat karena semakin tidak terjangkau,” tutur Peneliti Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifa, Rabu (18/12/2025).
Untuk mengatasi hal ini, diusulkan agar pemerintah memberlakukan pungutan ekspor (PE) dan DMO pada kelapa bulat.
Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, meminta pemerintah untuk tetap memperhatikan kebutuhan dalam negeri mengingat buah itu merupakan komoditas penting.
"Selain pungutan ekspor, pemerintah perlu menentukan Domestic Market Obligation (DMO), tentukan dulu kebutuhan dalam negeri berapa dan menstabilkan harga," kata Tulus.
Tag: #respons #usulan #untuk #kelapa #amran #bagus #juga #idenya