Tarif Trump untuk Negara-negara Asia Tenggara, Indonesia Tak Tertinggi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengumumkan tarif impor baru dalam acara di Rose Garden, Gedung Putih, Washington DC, 2 April 2025. Barang yang kena dampak kebijakan tarif trump.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
08:20
6 April 2025

Tarif Trump untuk Negara-negara Asia Tenggara, Indonesia Tak Tertinggi

- Pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengumumkan penerapan tarif resiprokal yang signifikan terhadap berbagai negara, termasuk negara-negara di Asia Tenggara.

Kebijakan tarif impor Trump ini bertujuan untuk menyamakan tarif impor AS dengan tarif yang dikenakan negara mitra dagangnya terhadap produk AS.

Namun, langkah ini menimbulkan dampak ekonomi yang luas, baik bagi negara-negara yang terkena tarif maupun bagi perekonomian global secara keseluruhan.

Ilustrasi bendera ASEAN, logo ASEAN. Mengapa Indonesia harus ikut berperan di ASEAN? Salah satunya, karena Indonesia terletak di Asia Tenggara.SHUTTERSTOCK/ANDY.LIU Ilustrasi bendera ASEAN, logo ASEAN. Mengapa Indonesia harus ikut berperan di ASEAN? Salah satunya, karena Indonesia terletak di Asia Tenggara.

Kebijakan tarif resiprokal dan implikasinya

Tarif resiprokal yang diterapkan oleh pemerintahan Trump melibatkan penyesuaian tarif impor AS agar sebanding dengan tarif yang dikenakan oleh negara lain terhadap produk AS.

Misalnya, jika suatu negara mengenakan tarif 10 persen pada produk AS, maka AS akan memberlakukan tarif yang sama pada produk dari negara tersebut.

Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi defisit perdagangan dan mendorong produksi domestik.

Dampak tarif impor AS pada negara-negara Asia Tenggara

Negara-negara Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, dan Indonesia, sangat bergantung pada ekspor ke AS. Penerapan tarif tinggi oleh AS berpotensi menurunkan daya saing produk mereka di pasar AS.

Menurut laporan Fulcrum.sg, Vietnam memiliki eksposur tertinggi dengan sekitar 25 persen dari PDB-nya berasal dari ekspor ke AS, diikuti oleh Thailand dan Malaysia, masing-masing lebih dari 10 persen.

 

Ilustrasi industri tekstil. SHUTTERSTOCK/AIPCREATIVE Ilustrasi industri tekstil.

Sektor-sektor seperti elektronik, tekstil, dan produk pertanian di Asia Tenggara kemungkinan besar akan terkena dampak paling signifikan.

Misalnya, produk elektronik menyumbang lebih dari 60 persen dari total ekspor Malaysia dan Filipina ke AS, sementara tekstil dan pakaian jadi menyumbang sekitar 30 persen dari ekspor Indonesia.

Berapa tarif yang diterapkan Trump terhadap negara-negara Asia Tenggara?

Sejumlah negara-negara Asia Tenggara dikenakan tarif resiprokal yang cukup tinggi oleh AS. Namun, ada juga negara-negara di kawasan ini yang terkena tarif tidak cukup besar.

Secara umum, tarif impor Trump terhadap negara-negara Asia Tenggara berkisar antara 10 hingga 49 persen. Berikut daftarnya.

  1. Kamboja: 49 persen
  2. Laos: 48 persen
  3. Vietnam: 46 persen
  4. Myanmar: 44 persen
  5. Thailand: 36 persen
  6. Indonesia: 32 persen
  7. Malaysia: 24 persen
  8. Brunei Darussalam: 24 persen
  9. Filipina: 17 persen
  10. Singapura: 10 persen

Reaksi pasar dan prospek ekonomi ke depan

Pengumuman tarif impor Trump ini menyebabkan gejolak di pasar keuangan global. Pasar keuangan global mengalami penurunan signifikan, dengan Wall Street kehilangan nilai sebesar 2,5 triliun dollar AS.

Indeks saham utama AS mengalami penurunan tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi resesi yang dipicu oleh perang dagang.

Selain itu, perusahaan-perusahaan yang bergantung pada rantai pasokan di Asia Tenggara juga terimbas.

Misalnya, Lululemon menghadapi peningkatan biaya produksi. Produk mereka, yang sebagian besar diproduksi di Vietnam dan negara Asia lainnya, kini dikenakan tarif tinggi, yang dapat menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen.

Penerapan tarif resiprokal oleh Presiden Trump terhadap negara-negara Asia Tenggara memiliki implikasi luas bagi perekonomian regional dan global.

Sementara AS berupaya melindungi industri domestiknya, negara-negara yang terkena tarif menghadapi tantangan dalam mempertahankan daya saing produk mereka di pasar AS.

Situasi ini menuntut diplomasi ekonomi yang cermat dan strategi diversifikasi pasar bagi negara-negara yang terdampak untuk memitigasi dampak negatif dari kebijakan tersebut.

Tag:  #tarif #trump #untuk #negara #negara #asia #tenggara #indonesia #tertinggi

KOMENTAR