Bullion Bank Beri Nilai Tambah Hasil Emas Dalam Negeri Sampai Rp 50 Triliun
Bisnis bullion bank berpotensi menjadi pendorong gerak industri keuangan. (Istimewa)
08:36
26 Februari 2025

Bullion Bank Beri Nilai Tambah Hasil Emas Dalam Negeri Sampai Rp 50 Triliun

- Hari ini, Rabu (26/2) bank emas atau bullion bank resmi diluncurkan. Keberadaan bank emas penting agar Indonesia mendapatkan nilai tambah dari hasil emas dalam negeri. Ada dua bank yang ditugaskan menjadi bank emas, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Pegadaian.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin usaha bulion BSI pada 12 Februari 2025 lalu. Bisnis emas bank berkode emiten BRIS itu menunjukkan pertumbuhan yang solid. Hingga Januari 2025, produk cicil emas melesat 174,32 persen year-on-year (YoY) mencapai Rp 6,44 triliun. Sejalan dengan kenaikan harga logam mulia emas menembus Rp 1,7 juta per gram, kemarin (25/2). Naik 13 persen secara year-to-date (YtD).

Layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi BYOND maupun kantor cabang di seluruh Indonesia. "Harga emas yang terus menguat dan kemudahan transaksi melalui aplikasi BYOND menjadi pendorong bisnis emas di BSI terus tumbuh positif dan solid. Salah satunya, transaksi cicil emas yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun jika nasabah ingin melakukan investasi emas," ujar Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna.

Saat ini, BSI fokus mendalami bisnis eksisting emas yakni cicil emas dan gadai emas. Jumlah nasabah di kedua bisnis itu mencapai lebih dari 471 ribu. Didominasi oleh kalangan gen Z dan milenial.

Menurut Anton, kedua kelompok usia tersebut merupakan segmen yang potensial. Yang mulai mengenal investasi dengan baik dan secara kontinu mendiversifikasi berbagai instrumen investasi. Pada kuartal I 2025, proyeksi pertumbuhan bisnis emas perseroan berkisar 10-11 persen.

Seiring keluarnya izin BSI untuk melaksanakan kegiatan usaha bulion bank. "Dengan diperolehnya izin kegiatan usaha bulion dari regulator, kami akan terus berinovasi menciptakan ekosistem bisnis emas yang lebih komprehensif," terang Anton.

PT Pegadaian semakin mantap menjalankan kegiatan usaha bullion. Deposito emas menjadi produk favorit. Hingga mencetak rekor lebih dari 200 kilogram sejak launching pada Januari lalu.

"Kami tentu berkomitmen untuk terus mengembangkan usaha dan layanan terbaik untuk nasabah, terutama dalam berinvestasi emas," kata Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Elvi Rofiqotul Hidayah.

Deposito menjamin emas aman karena diasuransikan. Nasabah juga akan mendapatkan imbal hasil dan tenor deposito juga flexibel. Pegadaian resmi mengantongi izin menjalankan kegiatan usaha bulion OJK pada akhir Desember 2024. Meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, maupun perdagangan emas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menuturkan, prospek bisnis bullion bank semakin baik. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, usaha bullion dapat memaksimalkan added value dari sumber daya emas yang ada di Indonesia. Baik emas hasil tambang maupun stok emas yang dimiliki masyarakat.

Usaha bullion dapat berpotensi meningkatkan konsumsi emas ritel. Yang kemudian akan memacu peningkatan industri emas dan keseluruhan bisnis dalam ekosistem emas yang mewadahi. "Dengan tambahan value added hingga sebesar Rp 30-50 triliun," ujar Dian.

Oleh karena itu, potensinya tentu akan sangat besar. Didukung dengan ekosistem pengembangan usaha bullion bank yang ada saat ini. Antara lain produsen, refiner, manufacturer, wholesales dan retailers serta masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai sarana investasi dan pengembangan bisnis.

Selama ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia memiliki situs pengolahan mineral dan sumber daya yang lengkap. Dimana emas hingga konsentrat tembaga sudah bisa disuling menjadi logam mulia oleh PT Freeport Indonesia, yang memiliki kapasitas produksi 50 - 60 ton per tahun.
’’Sebelumnya nilai ini diperoleh oleh Spanyol dan juga di Jepang, jadi untuk memiliki siklus sendiri hingga hilir, pemerintah akan meluncurkan bank emas batangan pada tanggal 26 Februari,’’ ujarnya.

Selain itu, bullion bank bullion bank penting untuk memitigasi risiko saat ekonomi tidak stabil. Dalam setiap krisis, hanya ada dua instrumen safe haven atau aset yang tetap stabil di tengah ketidakpastian dan ketidakstabilan. ’’Satu adalah dolar Amerika Serikat, kedua adalah emas. Jadi saya pikir kita harus menggunakan emas untuk mengurangi risiko di masa mendatang,’’ imbuh dia.

Selain itu, keberadaan bank emas bisa memitigasi risiko di masa mendatang. Sehingga, penghimpunan tabungan haji sangat cocok dilakukan di bank emas. Selama ini, masyarakat calon jemaah haji harus menaruh dana di tabungan. Tetapi, jika antre berangkat haji dalam waktu lama mencapai 7 hingga 10 tahun, tentu nilai uang yang ada bisa terpengaruh inflasi. Sehingga, ada gap antara dolar AS dan biaya haji.

"Namun, jika tabungannya (haji) dilakukan melalui emas, maka emas tersebut setara dengan biaya haji di masa depan. Jadi menurut saya, inilah mitigasi risiko yang akan dilakukan pemerintah," kata Airlangga.

Editor: Edy Pramana

Tag:  #bullion #bank #beri #nilai #tambah #hasil #emas #dalam #negeri #sampai #triliun

KOMENTAR