Penumpang Kereta di Stasiun Kutoarjo Diajak Pakai Face Recognition
- Menjelang long weekend atau libur panjang akhir Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate untuk mempercepat proses keberangkatan di stasiun.
Teknologi ini dinilai menjadi solusi untuk mengurangi antrean saat periode lonjakan penumpang, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis karena tidak lagi perlu menunjukkan tiket dan kartu identitas saat boarding.
Saat ini, fasilitas Face Recognition Boarding Gate telah tersedia di Stasiun Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah. Fasilitas ini memerlukan waktu sekitar satu sampai dua detik.
- Mengenal Stasiun Kutoarjo di Purworejo, Ada Kereta dengan Tarif Subsidi
- Jadwal KA Berubah per 1 Mei 2026, Penumpang Stasiun Kutoarjo Wajib Cek
Penumpang Stasiun Kutoarjo bisa pakai face recognition
Penggunaan face recognition selalu meningkat
Pintu masuk Hall Selatan menggunakan Face Recognition di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin mengatakan, pemanfaatan teknologi face recognition merupakan bagian dari transformasi layanan digital yang terus dikembangkan perusahaan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan.
“Melalui teknologi Face Recognition, proses boarding menjadi lebih praktis dan efisien sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, khususnya pada masa libur panjang,” ujar As’ad, Minggu (25/5/2026).
Data KAI menunjukkan penggunaan layanan tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, khususnya di Stasiun Kutoarjo.
Pada tahun 2024, jumlah pelanggan yang memanfaatkan Face Recognition Boarding Gate tercatat sebanyak 31.426 orang. Angka itu melonjak signifikan pada 2025 menjadi 180.159 pelanggan.
Sementara itu, pada periode Januari hingga pertengahan Mei 2026 saja, layanan ini telah digunakan oleh 63.271 pelanggan.
Jika diakumulasikan sejak pertama kali diterapkan pada 2024 hingga Mei 2026, total pengguna Face Recognition di Stasiun Kutoarjo telah mencapai 274.856 pelanggan.
"Peningkatan penggunaan tersebut disebut tidak hanya berdampak pada kemudahan pelanggan, tetapi juga mendukung komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)," ucap dia.
- Long Weekend Paskah, Ada Kereta Tambahan dari Stasiun Kutoarjo
- Kereta dari Kutoarjo Ini Jadi Lebih Bagus, Kursi Bisa Direbahkan dan Ada Gerbong Eksekutif
Bantu tekan penggunaan kertas
Ilustrasi cetak boarding pass kereta api. Jelang long weekend akhir Mei 2026, penumpang di Stasiun Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, diajak gunakan fasilitas face recognition.
Dari sisi lingkungan, sistem boarding berbasis pengenalan wajah membantu menekan penggunaan kertas karena pelanggan tidak lagi perlu mencetak boarding pass.
Selama periode 2024 hingga pertengahan Mei 2026, KAI mencatat penghematan sekitar 687 rol kertas boarding pass di Stasiun Kutoarjo atau setara dengan efisiensi biaya mencapai Rp 10,14 juta (Rp 10.145.622).
Bila pelaku perjalanan belum terdaftar, registrasi Face Recognition cukup dilakukan satu kali. Setelah itu, data dapat digunakan secara permanen di seluruh stasiun yang telah dilengkapi fasilitas serupa.
"Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun melalui petugas registrasi di stasiun," kata Dia.
As’ad pun mengajak masyarakat yang akan bepergian selama libur panjang untuk mulai memanfaatkan layanan tersebut.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini agar perjalanan liburan menjadi lebih praktis, modern, dan ramah lingkungan bersama KAI,” tutupnya.
- Naik Kereta ke Semarang, Surabaya, Kutoarjo Kini Bisa dari Stasiun Bekasi
- Layanan KRL Solo-Jogja Akan Diteruskan sampai Kutoarjo dan Madiun
Tag: #penumpang #kereta #stasiun #kutoarjo #diajak #pakai #face #recognition