Duka di Gunung Everest, 2 Pendaki Tewas Saat Turun dari Puncak
Dua pendaki India meninggal di Gunung Everest. Jalur pendakian makin padat dan antrean panjang picu bahaya besar.(Shutterstock/Vixit)
14:14
26 Mei 2026

Duka di Gunung Everest, 2 Pendaki Tewas Saat Turun dari Puncak

Dua pendaki asal India dilaporkan meninggal dunia di Gunung Everest, tepatnya di jalur selatan Nepal, pada Jumat (22/5/2026). Peristiwa tersebut membuat para ahli menyoroti padatnya pendaki di gunung tersebut.

"Mereka jatuh sakit saat turun dari ketinggian. Kami sedang mencari cara untuk mengevakuasi jenazah mereka," kata direktur Pioneer Adventures, Nivesh Karki, dilansir dari AFP, Selasa (26/5/2026).

Korban pertama berinisial SA yang berhasil mencapai puncak pada Rabu (20/5/2026), sedangkan korban kedua berinisial AKT yang berhasil mencapai titik tertinggi pada Kamis (21/5/2026). Keduanya dilaporkan sakit setelah berhasil menyelesaikan misi mendaki mereka.

2 pendaki tewas di Gunung Everest dan padatnya pendakian

Jumlah pendaki harus diatur

Dua pendaki India meninggal di Gunung Everest. Jalur pendakian makin padat dan antrean panjang picu bahaya besar.Unsplash/Kubindra Basnet Dua pendaki India meninggal di Gunung Everest. Jalur pendakian makin padat dan antrean panjang picu bahaya besar.

Nepal selalu menyambut ratusan pendaki tiap musim semi, tapi musim pendakian kali ini membawa banyak cerita sedih.

Sejauh ini, ada lima pendaki yang meninggal pada musim pendakian kali ini. Korban tersebut terdiri dari dua pendaki India dan tiga warga Nepal.

Selain itu, ada juga korban di gunung lain. Seorang pendaki Amerika Serikat dan seorang pendaki Ceko meninggal di Gunung Makalu pada awal bulan ini.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pendaki senior dan pemandu legendaris asal Nepal, Kami Rita Sherpa. Ia baru saja memecahkan rekor dunia mendaki Everest untuk ke-32 kalinya pada bulan ini.

Foto-foto dari para pendaki memperlihatkan antrean panjang pendaki yang berpegangan pada tali pengaman yang sama. Mereka harus mengantre dalam suhu ekstrem dengan kadar oksigen yang sangat rendah.

"Ekspedisi kali ini terasa agak ramai. Pemerintah seharusnya mengatur hal ini," tutur Sherpa.

Lebih dari 200 pendaki capai puncak Everest

Dua pendaki India meninggal di Gunung Everest. Jalur pendakian makin padat dan antrean panjang picu bahaya besar.Dok. Unsplash/Michael Clarke Dua pendaki India meninggal di Gunung Everest. Jalur pendakian makin padat dan antrean panjang picu bahaya besar.

Pejabat pariwisata Nepal menyampaikan, jumlah pendaki yang mencapai puncak setinggi 8.849 meter ini mencetak rekor baru.

Data sementara menunjukkan ada 275 orang yang berhasil naik dari sisi Nepal, tapi angka ini masih menunggu konfirmasi final dari otoritas setempat.

Adapun pendaki bisa mencapai puncak Everest melalui dua jalur utama yaitu melewati sisi Nepal dan melewati sisi utara di wilayah Tibet.

Namun, Pemerintah China menutup jalur Tibet tahun ini sehingga semua pendaki menumpuk di jalur Nepal.

Rekor dunia Guinness Book of World Records mencatat, jumlah pendakian terbanyak sebelumnya terjadi pada Mei 2019 dengan jumlah 354 orang dalam sehari.

Pejabat pariwisata Nepal akan menghitung ulang jumlah total pendaki musim ini. Proses verifikasi ini membutuhkan bukti foto, serta pernyataan resmi dari perusahaan ekspedisi dan pemandu para pendaki.

Jumlah pendaki yang cukup banyak bisa berisiko, khususnya kala cuaca buruk datang tiba-tiba yang bisa memperpendek waktu aman untuk mendaki.

Nepal telah mengeluarkan rekor 492 izin mendaki untuk warga negara asing pada musim ini. Banyak tenda didirikan di kaki gunung untuk menampung ribuan orang.

Tag:  #duka #gunung #everest #pendaki #tewas #saat #turun #dari #puncak

KOMENTAR