Ini Alasan Kawah Ijen Jadi Geopark Global UNESCO yang Mendunia
Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. (Shutterstock/Mumemories)
18:35
26 Mei 2026

Ini Alasan Kawah Ijen Jadi Geopark Global UNESCO yang Mendunia

KOMPAS.COM - Kawah Ijen kembali mencuri perhatian dunia setelah resmi menyandang status UNESCO Global Geopark. 

Kawasan vulkanik yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini dikenal bukan hanya karena pemandangannya yang dramatis, tetapi juga fenomena api biru atau blue fire yang sangat langka di dunia.

Menurut laporan dari Vietnam.vn pada (24/5/26), Ijen disebut sebagai salah satu geopark paling spektakuler di Asia karena memadukan kekayaan geologi, budaya lokal, dan ekosistem tropis dalam satu kawasan wisata alam yang unik.

Daya tarik utama Kawah Ijen tentu saja fenomena “blue fire” yang hanya bisa dilihat pada malam hari. Fenomena ini muncul ketika gas sulfur bersuhu sangat tinggi keluar dari celah gunung berapi lalu terbakar saat bertemu oksigen di udara.

UNESCO menjelaskan bahwa suhu gas sulfur di Ijen bisa melebihi 360 derajat Celsius sehingga menghasilkan nyala api berwarna biru elektrik yang sangat langka. Bahkan, fenomena ini disebut hampir tidak ditemukan di tempat lain di dunia dengan intensitas serupa.

Selain api biru, Kawah Ijen juga memiliki danau kawah berwarna hijau toska yang dikenal sebagai danau paling asam di dunia. Kombinasi dua fenomena alam ini membuat Ijen menjadi destinasi favorit wisatawan dan peneliti internasional.

 Baca juga: Meski Pendaki yang Hilang Ditemukan Selamat, Kawah Ijen Tutup hingga 26 Februari 2026

Resmi Jadi UNESCO Global Geopark

Status UNESCO Global Geopark untuk Ijen resmi ditetapkan pada 2023 melalui sidang Dewan Eksekutif UNESCO. 

Pengakuan ini diberikan karena kawasan Ijen dinilai memiliki warisan geologi penting dunia sekaligus berhasil menjaga keseimbangan antara konservasi alam dan kehidupan masyarakat lokal.

Geopark Ijen sendiri mencakup wilayah Banyuwangi dan Bondowoso di Jawa Timur. Kawasan ini memiliki puluhan kerucut vulkanik aktif, aliran lava purba, hingga bentang alam yang terbentuk selama jutaan tahun akibat aktivitas tektonik dan vulkanik.

Salah satu pemandangan paling ikonik di Kawah Ijen adalah aktivitas para penambang sulfur tradisional. Setiap hari mereka turun ke dasar kawah untuk mengambil bongkahan belerang lalu memikulnya melewati jalur terjal menuju area penimbangan.

Aktivitas ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat sekitar Ijen. Laporan Vietnam.vn menyebut kehidupan para penambang sulfur menjadi bagian penting dari “living heritage” atau warisan hidup kawasan geopark tersebut.

 Baca juga: Jadwal dan Tarif Bus DAMRI Menuju Kawah Ijen, Cocok untuk Backpacker

Budaya Lokal dan Alam Berjalan Berdampingan

Kawah Ijen. Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki asal Licin, dilaporkan hilang di TWA Kawah Ijen, Banyuwangi dan kabut tebal paksa tim SAR hentikan pencarian sementarawikimedia.org Kawah Ijen. Muhammad Dzikri Maulana (16), pendaki asal Licin, dilaporkan hilang di TWA Kawah Ijen, Banyuwangi dan kabut tebal paksa tim SAR hentikan pencarian sementara

Tak hanya soal gunung berapi, kawasan Ijen juga dikenal kaya budaya lokal. Masyarakat Osing di Banyuwangi masih mempertahankan berbagai tradisi dan kesenian khas yang berkaitan erat dengan alam.

UNESCO mencatat berbagai festival budaya seperti Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival ikut memperkuat identitas geopark sekaligus membantu ekonomi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.

Selain itu, kawasan sekitar Ijen juga terkenal dengan perkebunan kopi peninggalan era kolonial Belanda yang kini menjadi bagian dari wisata edukasi dan agrowisata. 

Setelah mendapat pengakuan UNESCO, Geopark Ijen kini diproyeksikan menjadi simbol wisata berkelanjutan Indonesia. Pemerintah daerah mulai mendorong konsep geowisata yang fokus pada edukasi lingkungan, konservasi alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Pengelolaan wisata di kawasan Ijen juga mulai diarahkan agar tidak merusak ekosistem gunung berapi yang sensitif. Jumlah wisatawan dikontrol dan edukasi tentang pentingnya menjaga alam semakin diperkuat.

Dengan kombinasi fenomena alam langka, budaya lokal yang kuat, dan status UNESCO Global Geopark, Kawah Ijen kini tidak hanya menjadi kebanggaan Jawa Timur, tetapi juga salah satu destinasi geowisata paling terkenal di dunia.

Baca juga: Status Naik Jadi Waspada, Wisata Kawah Ijen Tutup Sementara

Baca juga: Tips Pendakian ke Kawah Ijen agar Tetap Aman dan Selamat

Tag:  #alasan #kawah #ijen #jadi #geopark #global #unesco #yang #mendunia

KOMENTAR