Data Agoda Catat Lonjakan Signifikan Turis yang Liburan ke Indonesia
Taman Sari, wisata populer di Yogyakarta. (SHUTTERSTOCK/FADLI SUANDI)
14:21
20 Mei 2026

Data Agoda Catat Lonjakan Signifikan Turis yang Liburan ke Indonesia

KOMPAS.COM - Minat wisatawan untuk berlibur ke berbagai destinasi di Indonesia mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2026. 

Platform perjalanan digital Agoda mencatat peningkatan besar pada pencarian akomodasi domestik selama periode libur panjang Hari Buruh 2026.

Berdasarkan laporan terbaru Agoda yang dikutip Travel Daily Media (19/5/26), sejumlah destinasi wisata di Indonesia mengalami kenaikan pencarian hotel dan penginapan dibanding tahun sebelumnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata domestik Indonesia masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk melepas penat, terutama saat momen long weekend.

Baca juga: 6 Tempat Wisata Indonesia yang Pernah Dikunjungi Artis Hollywood dan Tokoh Dunia

Puncak dan Surakarta Jadi Destinasi Favorit

Dalam data Agoda, kawasan Puncak di Jawa Barat menjadi destinasi dengan lonjakan tertinggi. Pencarian akomodasi di daerah tersebut naik hingga 192 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Surakarta atau Solo juga mencatat peningkatan besar sebesar 117 persen. Agoda menyebut wisatawan tertarik dengan kekayaan budaya serta suasana kota yang lebih tenang dan nyaman untuk liburan singkat.

Kedua destinasi tersebut dinilai cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan singkat tanpa harus bepergian terlalu jauh dari kota besar.

Ilustrasi Keraton Surakarta, Keraton Solo. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mendadak ditutup untuk umum setelah kabar wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII Hangabehi, Minggu (2/11/2025). Penutupan dilakukan sejak pagi untuk menghormati prosesi adat dan persiapan penyemayaman jenazah sang raja di kompleks keraton sebelum diberangkatkan ke Makam Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Shutterstock/Setyo Adhi Pamungkas Ilustrasi Keraton Surakarta, Keraton Solo. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mendadak ditutup untuk umum setelah kabar wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII Hangabehi, Minggu (2/11/2025). Penutupan dilakukan sejak pagi untuk menghormati prosesi adat dan persiapan penyemayaman jenazah sang raja di kompleks keraton sebelum diberangkatkan ke Makam Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta dan Bandung Tetap Jadi Primadona

Selain Puncak dan Solo, Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik. Agoda mencatat peningkatan minat perjalanan ke Yogyakarta sebesar 61 persen.

Kota Gudeg itu memang dikenal punya kombinasi lengkap mulai dari wisata budaya, pantai, kuliner, hingga pegunungan.

Bandung juga tetap diminati karena menawarkan udara sejuk, wisata alam, dan budaya nongkrong di kafe yang terus berkembang. Agoda menyebut daya tarik seperti Tangkuban Perahu dan kawasan kreatif Bandung masih menjadi magnet wisatawan.

Baca juga: Tak Cuma Puncak, Turis Arab Suka ke 5 Destinasi Wisata Indonesia Ini

Malang dan Semarang Ikut Naik Daun

Malang menjadi destinasi lain yang mengalami peningkatan minat wisatawan sepanjang 2026. Kota ini dikenal sebagai pintu menuju Gunung Bromo dan berbagai pantai eksotis di Jawa Timur.

Sementara itu, Semarang mencatat kenaikan pencarian sebesar 60 persen. Wisatawan disebut tertarik dengan perpaduan wisata sejarah, bangunan kolonial, dan kawasan perbukitan yang menawarkan suasana berbeda.

Agoda menilai tren ini menunjukkan wisatawan kini mulai mencari pengalaman yang lebih santai dan autentik dibanding sekadar liburan di kota besar.

Dalam laporan Agoda 2026 Travel Outlook Report, wisatawan Asia termasuk Indonesia kini cenderung memilih perjalanan yang lebih singkat namun lebih sering dilakukan. Agoda menyebut tren ini sebagai munculnya “Perpetual Traveller”. 

Sebanyak 32 persen wisatawan Indonesia bahkan berencana melakukan lebih dari 11 perjalanan sepanjang 2026. Hal itu menunjukkan perubahan gaya traveling masyarakat yang kini lebih fleksibel dan mengutamakan pengalaman.

Baca juga: Imbas Topan Super Ragasa, Grup Wisata Indonesia di China Pulang Lebih Cepat

Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan, mengatakan wisatawan Indonesia kini lebih memilih destinasi yang mudah dijangkau tetapi tetap menawarkan pengalaman berbeda.

“Wisatawan Indonesia memprioritaskan destinasi yang mudah diakses namun tetap memberikan pengalaman unik,” kata Gede Gunawan seperti dikutip Travel Daily Media. 

Meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi lokal juga dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Indonesia. Selain lebih terjangkau, wisata domestik dianggap menawarkan banyak pilihan mulai dari alam, budaya, hingga kuliner.

Agoda sebelumnya juga melaporkan bahwa pencarian destinasi sekunder di Asia tumbuh 15 persen lebih cepat dibanding kota wisata utama dalam dua tahun terakhir.

Hal itu sejalan dengan tren wisatawan yang kini lebih tertarik mencari pengalaman autentik dan suasana yang lebih tenang.

Di media sosial dan forum online, banyak pengguna internet juga menyebut wisata lokal Indonesia masih menjadi pilihan favorit karena menawarkan pengalaman beragam tanpa harus bepergian ke luar negeri.

Baca juga: International Golomori Jazz Siap Digelar 12 April 2025, Promo Wisata Indonesia Timur

Baca juga: 5 Desa Wisata Indonesia Pemenang ASEAN Tourism Awards 2025 yang Wajib Dikunjungi

Tag:  #data #agoda #catat #lonjakan #signifikan #turis #yang #liburan #indonesia

KOMENTAR