Spoor Putar Peninggalan Belanda di Banyuwangi, Saksi Hidup Sejarah Kereta Api
Perkembangan kereta api saat ini semakin modern, namun sebuah teknologi lawas peninggalan era kolonial Belanda ternyata masih bertahan dan aktif digunakan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Teknologi itu adalah spoor putar atau turn table lokomotif yang berada di Depo Lokomotif Ketapang.
Sekilas, bentuknya tampak sederhana.
Sebuah meja rel bundar raksasa yang terhubung dengan beberapa jalur kereta.
Namun dari tempat inilah arah lokomotif diputar sebelum menjalani pemeriksaan maupun perawatan.
Baca juga: Tour de Banyuwangi Ijen Vakum, Ada Dua Event Baru yang Disiapkan
Yang membuatnya menarik, proses pemutaran itu masih dilakukan secara manual.
Saat lokomotif berhenti tepat di atas meja putar, beberapa petugas mulai mendorong perlahan besi rel tersebut hingga berputar mengikuti arah jalur tujuan.
Di tengah sistem transportasi modern yang kini serba otomatis, pemandangan tersebut menghadirkan nuansa berbeda, seolah membawa potongan kecil sejarah perkeretaapian ke masa sekarang.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan spoor putar tersebut merupakan bagian dari warisan teknologi perkeretaapian sejak zaman Belanda yang hingga kini masih dipertahankan.
“Keberadaan spoor putar menjadi bukti sejarah perkembangan teknologi perkeretaapian sejak zaman Belanda. Hingga kini fasilitas tersebut masih dimanfaatkan untuk mendukung operasional lokomotif secara efektif dan efisien,” kata Cahyo, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, spoor putar membantu proses pemindahan arah lokomotif menjadi lebih cepat dibanding harus melalui jalur rel yang memutar lebih jauh.
Baca juga: Cara Baru Liburan di Bali Tanpa Pusing Atur Jadwal dan Antre Tiket, Pakai 1 Pass
“Dengan waktu yang lebih singkat, kesiapan sarana dapat lebih optimal sehingga mendukung kelancaran perjalanan kereta api,” ujarnya.
Bagi pecinta sejarah maupun wisata transportasi, spoor putar di Ketapang menyimpan daya tarik tersendiri.
Tidak banyak fasilitas peninggalan kolonial yang masih berfungsi aktif hingga sekarang, apalagi tetap digunakan dalam operasional harian kereta api.
Suara besi yang bergerak perlahan, rel tua yang terus berputar, hingga aktivitas petugas yang bekerja manual menciptakan suasana yang sulit ditemukan di stasiun modern.
Di Banyuwangi, spoor putar itu bukan hanya fasilitas teknis, melainkan juga saksi hidup perjalanan panjang kereta api di Indonesia.
Dari masa kolonial hingga era modern, teknologi lama itu masih terus bekerja tanpa kehilangan fungsinya.
Meski memiliki nilai sejarah, area spoor putar tetap termasuk kawasan operasional terbatas.
KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar lokasi demi menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api.
Tag: #spoor #putar #peninggalan #belanda #banyuwangi #saksi #hidup #sejarah #kereta