Efek BTS? Turis Asing ke Korea Selatan Melonjak, Lampaui Era Pra-Pandemi
Ilustrasi Seoul, Korea Selatan.(Dok. Unsplash/hideandseek96)
13:21
1 Mei 2026

Efek BTS? Turis Asing ke Korea Selatan Melonjak, Lampaui Era Pra-Pandemi

 Kembalinya boy group BTS menjadi angin segar bagi pariwisata Korea Selatan. Pada Maret lalu, jumlah turis mancanegara bahkan melampaui angka sebelum pandemi Covid-19.

Dilansir Kompas dari Korean Times, data dari Korea Tourism Organization mencatat, lebih dari 2,04 juta wisatawan asing datang sepanjang bulan tersebut.

Angka ini naik 26,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus meningkat 33,2 persen dibandingkan Maret 2019.

Gelombang besar penggemar K-pop yang datang untuk menghadiri konser comeback grup global BTS di Seoul memicu peningkatan turis asing yang datang dan berkunjung ke Korea Selatan.

Baca juga: Nonton Pertunjukan Ular di Mesir, Turis Jerman Tewas Digigit Kobra

Didominasi Turis Asia Seperti Taiwan hingga Jepang

Wisatawan asal China menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 501.000 kunjungan, disusul Jepang sebanyak 482.000 orang. Sementara itu, turis dari Taiwan mencapai 192.000 orang, Amerika Serikat 152.000, dan Vietnam 75.000.

Jika dibandingkan dengan sebelum pandemi, kunjungan dari Taiwan melonjak hingga 95 persen. Turis asal Amerika Serikat juga meningkat signifikan sebesar 80,9 persen, sementara Vietnam naik 59,3 persen.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa minat wisata ke Korea Selatan tidak hanya pulih, tetapi juga semakin kuat di berbagai pasar internasional.

Baca juga: Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Buka Lagi 7 Mei 2026, Pesan Tiket H-3

Efek Konser BTS, Wisatawan Datang Lebih Lama

Tidak hanya melonjaknya jumlah wisatawan asing yang berkunjung, konser comeback BTS yang digelar di kawasan Gwanghwamun, Seoul ini juga memberikan dampak besar pada waktu lamanya wisatawan berkunjung ke Korea Selatan.

Analisis dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea menunjukkan bahwa wisatawan yang datang untuk konser cenderung tinggal lebih lama dan mengeluarkan lebih banyak uang.

Rata-rata, turis yang menghadiri konser tersebut menghabiskan waktu 8 atau 7 hari di Korea Selatan, lebih lama dibandingkan rata-rata wisatawan biasa yang hanya 6 hari.

Dari sisi pengeluaran, mereka menghabiskan sekitar 3,53 juta won atau lebih tinggi dibandingkan wisatawan umum.

Hal serupa juga terjadi pada konser tiga hari di Goyang. Selama periode konser, jumlah wisatawan asing meningkat hingga 35 kali lipat, sementara transaksi belanja melonjak 38 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Baca juga: KRL Beroperasi Normal Saat Libur Hari Buruh 1 Mei 2026, Pengamanan Ditambah

Strategi Baru: Memperkenalkan Budaya Korea pada Wisatawan Asing

Fenomena budaya populer Korea atau Hallyu memberikan peran penting dalam sektor pariwisata. Tidak hanya musik K-pop, tetapi juga drama, film, hingga game turut menarik minat wisatawan global.

Pemerintah Korea Selatan kini berupaya memanfaatkan popularitas ini untuk memperluas destinasi wisata, tidak hanya terpusat di Seoul tetapi juga ke daerah lain.

Salah satunya dengan rencana menggelar rangkaian acara penyambutan wisatawan selama dua minggu di Busan, bertepatan dengan konser BTS berikutnya.

Ke depannya, pemerintah juga akan mengembangkan strategi wisata berbasis pengalaman budaya yang lebih luas. Tujuannya, agar wisatawan tidak hanya datang untuk konser, tetapi juga menjelajahi berbagai sisi budaya Korea.

Dengan cara ini, diharapkan wisatawan bisa tinggal lebih lama dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi berbagai daerah di Korea Selatan.

Tag:  #efek #turis #asing #korea #selatan #melonjak #lampaui #pandemi

KOMENTAR