Tradisi Melukat di TMII Diikuti 200 Peserta, Ini Makna dan Prosesnya
Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore.
Dalam rangka HUT TMII ke-51, ratusan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama tersebut antusias mengikuti tradisi penyucian diri khas Bali di TMII.
"Ini merupakan suatu proses awal, yaitu makhluk hidup, bukan hanya umat Hindu saja, tetapi (yang) mau melalui proses untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui pendekatan kepada alam dan semesta," ujar Rohaniwan Hindu, Ida Pandita Nabe Dharma Putra Paseban, kepada media.
Baca juga: 7 Wisata Alam Bali yang Cantik dan Menyejukkan Selain Pantai
Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai. Lalu diberikan tetesan air suci ke telapak tangan untuk diminum, serta diberikan pengikat kepala dan gelang tanda pernah melaksanakan Melukat.
Untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, kata Ida, manusia perlu melakukan penyucian diri. Masyarakat Bali biasa mengenalnya dengan sebutan Melukat.
Melukat berasal dari kata sulukat. "Su" berarti baik dan "lukat" berarti penyucian, seperti dikutip Kompas.com, Senin (27/4/2026).
"Alam ini adalah guru pembelajaran yang harus kita gali melalui proses penglukatan ini melalui pembersihan diri. Bersihkan diri pikiran kita, perkataan kita, perbuatan kita. Itu yang kita bersihkan. Kalau itu kita bersih sendiri, artinya alam akan dekat dengan kita," demikian makna Melukat yang disampaikan Ida.
Baca juga: Agung Restoran di Hotel Club Med Bali Terbakar, Kerugian Capai Rp 5 Miliar
Ritual ini juga ditujukan untuk memperoleh kebahagian serta kesejahteraan hidup dan kepercayaan akan sesama dan lingkungan yang menjadi makna proses Melukat.
"Melalui pengelukatan ini, pengelukatan Nusantara, dibutuhkan oleh semua orang. Tujuannya adalah supaya hidup rukun, damai dan bahagia," jelas Ida.
Baca juga: Mengenal Pererenan, Sisi Tenang dan Estetik di Dekat Canggu Bali
Proses Melukat di TMII
Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.
Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Prosesi Melukat di TMII dimulai tepat pukul 15.00 WIB. Ratusan peserta dengan pakaian serba putih memulai ritual dengan pawai dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia.
Tidak ada pungutan biaya untuk mengikuti ritual ini. Peserta diwajibkan memakai pakaian serba putih. Panitia di lokasi pun menyediakan satu set kain putih dengan harga Rp 75.000.
Adapun pawai proses Melukat dipandu oleh pemuka agama Hindu yang membawa sesajen ditemani alunan musik khas Bali.
Baca juga: Harmoni di Buleleng, Saat Tari Burdah Muslim Pegayaman Menyatu dengan Adat Bali
Para peserta kemudian duduk bersama di balai dan didoakan oleh pemangku adat. Dalam proses ini, peserta diminta berdoa menurut kepercayaan masing-masing.
"Sebenarnya doanya itu bukan doa Hindu. Bahkan pendeta di sana juga bilang untuk berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Kalau saya sendiri Muslim, berarti minta sama Allah gitu," ungkap Suci (24), salah satu peserta Melukat di TMII saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian.
Baca juga: Panduan Wisata ke Pantai Pandawa Bali, Cek Tiket Masuk 2026 dan Fasilitasnya
Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai.
Peserta berdiri di bawah pancuran air suci sambil membasuh wajah, tangan, maupun kaki untuk melepaskan emosi negatif, serta berdoa.
Kemudian, ritual dilanjutkan dengan sembahyang penutup. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai.
Lalu diberikan tetesan air suci ke telapak tangan untuk diminum, serta diberikan pengikat kepala dan gelang tanda pernah melaksanakan Melukat.
Bagi Suci yang berasal dari Jakarta Pusat, ritual Melukat gratis di TMII menjadi pengalaman pertamanya sebelum melaksanakan ritual yang sama di Bali pada bulan depan.
Baca juga: Senja di Pemecah Ombak Baru Pantai Glagah Kulon Progo, Seperti di Bali
Sebanyak 200 peserta mengikuti Melukat di Museum Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (26/4/2026) sore. Menurut Clara (30), ritual Melukat di TMII terasa berbeda dengan di Bali. Di kawasan miniatur Indonesia tersebut, proses Melukat dibuat runut dan lengkap.
"Ke sini cuma tinggal bawa diri, ikutin. udah gitu karena eksperimen di sini bikin kayak ngebali banget. Ada tari-tarian semua dari awal semuanya sampai akhir benar-benar kayak rasa di Bali," ungkap dia.
Sementara itu, menurut Clara (30), ritual Melukat di TMII terasa berbeda dengan di Bali. Di kawasan miniatur Indonesia tersebut, proses Melukat dibuat runut dan lengkap.
"Ini (Melukat) yang kedua, tapi yang ini kelasnya beda sih. Waktu kemarin di Bali itu kan cuma ikut ke pura aja ya, jadi enggak ketemu sama pendetanya. Di sini tadi ada pendetanya jug, jadi dapat berkatnya lebih banyak," tutur Clara.
Berdasarkan penuturan Ida, Melukat kali ini merupakan acara terbesar yang pernah digelar di TMII.
Baca juga: 5 Destinasi Wisata Terbaik di Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Bali Peringkat Pertama
"Diharapkan setiap tahun akan bisa mengajak kepada semua saudara-saudara kita untuk ikut untuk menyucikan diri, dalam kaitannya untuk membahagiakan diri sendiri, membahagiakan lingkungan supaya kita hidup di masyarakat lebih harmonis," pungkas Ida.
Tag: #tradisi #melukat #tmii #diikuti #peserta #makna #prosesnya