Penumpang KRL Menurun 27 Persen Saat Hari Pertama WFH ASN
Volume penumpang Commuter Line Jabodetabek terpantau menurun pada hari pertama kebijakan WFH (work from home atau bekerja dari rumah) berlaku untuk ASN (aparatur sipil negara), Jumat (10/4/2026).
Kebijakan WFH ini sesuai Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN di Instansi Pemerintah.
- Jalur 6-8 Stasiun Bogor Akan Ditutup Sementara, Apa Saja yang Berubah?
- 10 Stasiun Kereta Terfavorit Saat Libur Paskah 2026, Pasarsenen hingga Yogyakarta
Berdasarkan keterangan VP Corporate secretary KAI Commuter, Karina Amanda, penurunan volume penumpang KRL Jabodetabek terlihat di stasiun-stasiun yang berdekatan dengan kawasan perkantoran pemerintahan, serta stasiun integrasi.
“Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang meski tetap ramai, arus pengguna pada jam sibuk pagi ini terpantau lebih lancar dan terkendali,” kata Karina dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).
Hari pertama ASN WFH, volume penumpang KRL menurun
Penurunan di Stasiun Bogor, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Sudimara
Volume penumpang KRL Jabodetabek tercatat sebanyak 335.268 orang hingga Jumat (10/4/2026) pukul 11.00 WIB.
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan volume sebesar 27 persen bila dibandingkan total volume penumpang KRL Jabodetabek pada Jumat sebelum pemberlakuan WFH dengan total 460.184 orang.
Secara spesifik, stasiun pemberangkatan seperti Stasiun Bogor, Jawa Barat, mencatat penurunan volume penumpang hingga 26 persen, dari total 27.659 orang menjadi 20.431 orang.
Demikian juga yang terjadi di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, dengan volume pengguna terpantau menurun 25 persen menjadi 18.633 orang dari total 24.835 orang.
Adapun di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan, volume penumpang menurun hingga 35 persen atau menjadi 9.382 orang dari basanya 14.390 orang.
- Ada Hotel Transit di Stasiun Gambir, Bisa Menginap 4 Jam, Tarif Rp 195.000
- Pertama Kalinya, Stasiun Cikini Punya Lift Tangga untuk Disabilitas
Penurunan volume penumpang di stasiun tujuan
Volume penumpang Commuter Line Jabodetabek terpantau menurun pada hari pertama kebijakan WFH ASN pada Jumat (10/4/2026).
Selain penurunan pengguna di stasiun keberangkatan, pantauan di stasiun tujuan juga menurun.
Stasiun Juanda dan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, masing-masing mengalami penurunan sebesar 24 persen atau 11.834 orang dari sebelumnya memiliki total penumpang sebanyak 15.621 orang.
Sementara itu, di Stasiun Gondangdia menurun 29 persen atau sebanyak 13.827 orang yang sebelumnya 19.504 orang.
Kedua stasiun KRL tersebut merupakan akses utama menuju berbagai kantor kementerian dan instansi pemerintahan.
Sementara itu, Stasiun Palmerah, Jakarta Pusat, yang juga berlokasi strategis mengalami tren penurunan sebesar 29 persen atau total sebanyak 13.060 orang seiring dengan berkurangnya mobilitas di area sekitar lembaga negara.
- KAI Wisata Gelar Promo Kereta Panoramic dan Priority, Harga Mulai Rp300.000
- Kereta Whoosh Terlambat akibat Penumpang Tahan Pintu, KCIC Beri Teguran
Perjalanan KRL tetap normal
Meskipun terjadi penurunan volume pengguna dampak dari kebijakan WFH ASN, KAI Commuter tetap mengoperasikan perjalanan Commuter Line secara normal.
Sebanyak 1.065 perjalanan KRL Jabodetabek tetap beroperasi setiap hari dan disiagakan untuk melayani masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
"Meskipun terdapat penurunan jumlah pengguna dari kalangan ASN pada hari ini, standar layanan kami tetap terjaga, baik dari segi frekuensi perjalanan maupun petugas pengamanan di area stasiun," ujar Karina.
Karina menambahkan, KAI Commuter akan terus memantau pergerakan pengguna secara real-time melalui pusat kendali operasional untuk memastikan bahwa jarak antar kereta (headway) tetap terjaga sesuai jadwal.
Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Kereta Wisata Ambarawa April 2026, Ada di Bawah Rp 100.000