Apa Efek Sering Menunda Sarapan bagi Kesehatan?
Ilustrasi sarapan. (Freepik)
10:05
13 Mei 2026

Apa Efek Sering Menunda Sarapan bagi Kesehatan?

- Sebuah studi terbaru dari peneliti di Massachusetts General Hospital dan University of Manchester menemukan bahwa kebiasaan sarapan terlambat berpotensi berkaitan dengan peningkatan risiko kesehatan, terutama pada orang dewasa lanjut usia.

Penelitian yang mengikuti hampir 3.000 orang berusia 42 hingga 94 tahun selama rata-rata 22 tahun ini menemukan bahwa peserta yang makan lebih awal memiliki tingkat kelangsungan hidup 10 tahun yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang makan lebih siang.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa hasil studi ini tidak serta-merta membuktikan sarapan terlambat secara langsung menyebabkan masalah kesehatan. Ada sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Jangan Lewatkan Sarapan Demi Kesehatan Jantung, Ini Kata Dokter

Benarkah sarapan terlambat bisa membahayakan kesehatan?

Sarapan lebih siang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi

Dikutip dari Prevention, Rabu (13/5/2026), penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelompok yang makan lebih awal memiliki tingkat kelangsungan hidup hampir 90 persen dalam 10 tahun.

Sementara kelompok yang makan lebih siang berada di angka sekitar 87 persen. Bahkan, setiap tambahan satu jam keterlambatan sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 8 hingga 11 persen.

Meski terdengar mengkhawatirkan, penting dipahami bahwa ini merupakan studi observasional. 

Penelitian hanya melihat hubungan antara waktu sarapan dan kondisi kesehatan, bukan membuktikan sebab-akibat secara langsung.

Baca juga: Gula Darah Bisa Naik sebelum Sarapan, Ini 6 Rutinitas Pagi yang Disarankan Dokter

Orang yang sarapan lebih siang umumnya memiliki kondisi tertentu seperti kelelahan kronis, depresi, gangguan tidur, kecemasan, hingga penyakit kronis yang bisa memengaruhi pola makan mereka.

Keterlambatan sarapan mungkin merupakan tanda adanya masalah kesehatan lain, bukan penyebab utamanya.

Mengapa waktu sarapan bisa memengaruhi tubuh?

Waktu makan erat kaitannya dengan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur, metabolisme, hormon, dan energi.

Ketika sarapan dilakukan terlalu siang, ritme alami tubuh bisa terganggu. Tubuh yang seharusnya mulai aktif mengolah energi sejak pagi menjadi terlambat menerima asupan, sehingga berpotensi memengaruhi metabolisme sepanjang hari.

Baca juga: 7 Buah Terbaik untuk Sarapan, Jaga Pola Makan Seimbang

Ahli menyebut pola makan yang konsisten membantu tubuh bekerja lebih efisien.

Peneliti menilai perubahan waktu makan dapat memengaruhi proses metabolisme dan kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah.

Hal ini terutama penting bagi orang dewasa yang metabolisme tubuhnya secara alami mulai melambat seiring bertambahnya usia.

Sarapan yang terlalu siang juga berpotensi membuat jadwal makan berikutnya ikut mundur, sehingga waktu makan malam menjadi terlalu dekat dengan jam tidur. Kondisi ini bisa berdampak pada kualitas istirahat dan proses pemulihan tubuh.

Baca juga: Tips Menu Sehat di 2026, Gizi Seimbang dari Sarapan hingga Makan Malam

Faktor kesehatan lain juga berperan besar

Peneliti mengingatkan, hasil studi tidak boleh diartikan secara sederhana bahwa sarapan pukul 10 pagi otomatis berbahaya.

Ada banyak faktor yang memengaruhi kebiasaan makan seseorang. Dalam penelitian tersebut, orang yang sarapan lebih siang cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk, kelelahan, atau kondisi psikologis tertentu.

Hal ini sejalan dengan penjelasan para peneliti bahwa keterlambatan sarapan bisa menjadi indikator adanya gangguan kesehatan yang mendasari.

“Keterlambatan waktu makan mungkin mencerminkan masalah kesehatan yang mendasari, tetapi juga dapat memengaruhi ritme sirkadian yang membantu mengatur tidur dan metabolisme,” tulis studi tersebut.

Maka dari itu, melihat pola sarapan sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari evaluasi gaya hidup secara keseluruhan.

Baca juga: 3 Tips Pola Makan Sehat bagi Keluarga Sibuk, Jangan Lewatkan Sarapan

Perlukah mulai membiasakan sarapan lebih pagi?

Para peneliti menilai menjaga konsistensi waktu sarapan dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan.

Sarapan tidak harus dilakukan sangat pagi, tetapi sebaiknya berada dalam jadwal yang relatif tetap setiap hari.

Rutinitas makan yang teratur membantu tubuh mengenali kapan harus aktif memproses energi dan kapan harus beristirahat.

Bagi orang yang terbiasa sarapan terlambat karena begadang atau pola tidur berantakan, memperbaiki jadwal tidur bisa menjadi langkah awal yang lebih penting.

Kesehatan tidak ditentukan oleh satu kebiasaan saja. Namun, studi ini menunjukkan bahwa memperhatikan waktu sarapan bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung metabolisme yang lebih baik dan proses penuaan yang lebih sehat.

Baca juga: Waktu Terbaik Minum Air Putih untuk Tingkatkan Metabolisme

Tag:  #efek #sering #menunda #sarapan #bagi #kesehatan

KOMENTAR