Memulai Bisnis Warteg, Ini Kisaran Modal Bahan Baku untuk Menu Jualan
Warteg Bina Bahari, Duri Kepa, Jakarta Barat(Sandiago/KOMPAS.com)
15:07
14 Januari 2026

Memulai Bisnis Warteg, Ini Kisaran Modal Bahan Baku untuk Menu Jualan

– Mengelola Warung Tegal (Warteg) bukan sekadar menyajikan nasi dan lauk pauk, melainkan ada manajemen modal dan jadwal operasional yang disiplin.

Hal ini dibuktikan oleh Febri (36), pemilik Warteg Bina Bahari yang berlokasi di Warteg Bina Bahari, Jl. Kebon Raya No.104 2, RT.2/RW.2, Duri Kepa, Jakarta Barat.

Mantan karyawan swasta ini memilih banting setir menjadi pengusaha warteg demi membangun usaha keluarga.

"Saya ingin usaha yang memang benar-benar bisa dijalankan suami istri. Kebetulan istri saya anak pengusaha warteg, jadi basic-nya sudah ada. Saya tinggal membiasakan tangan agar 'lemas' saat memasak porsi besar," ujar Febri saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (13/1/2026).

Rincian modal bahan baku

Febri mengungkapkan, kunci kesegaran menu di wartegnya adalah sistem belanja harian. Ia mengalokasikan modal sekitar Rp 1 juta per hari untuk belanja bahan di pasar, yang jika ditotal dengan kebutuhan beras, mencapai Rp 8,3 juta per minggu.

Berikut adalah rincian kebutuhan bahan baku di Warteg Bina Bahari:

1. Komoditas ayam: Menggunakan ayam ukuran besar seharga Rp 60.000 per ekor. Febri sengaja menghindari ayam kecil agar tetap terlihat menarik meski tidak menggunakan tepung. Satu ekor dipotong menjadi 8 hingga 10 bagian.

2. Kebutuhan telur: Menghabiskan 2–3 kg telur ayam petelur sehari (sekitar 16 butir per kg) dengan harga kisaran Rp 30.000–Rp 31.000 per kg.

3. Bahan nabati & sayur:

  • Tempe: Membeli 2–3 papan sehari seharga Rp 10.000 per balok.
  • Kentang: Menghabiskan 2–3 kg per hari seharga Rp 17.000–Rp 20.000 per kg untuk menu perkedel dan balado.
  • Sayur sop: Satu paket buncis, wortel, dan kol dianggarkan Rp 35.000.

4. Kebutuhan beras: Menghabiskan dua karung beras per minggu dengan estimasi biaya Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta.

5. Bahan pelengkap: Alokasi sekitar Rp 350.000 untuk minyak goreng, tepung terigu, maizena, kopi, gula, dan garam.

Tantangan lonjakan harga cabai

Sebagai pengusaha warteg, Febri mengaku lonjakan kenaikan harga cabai adalah tantangan terbesar yang sering membuatnya kaget.

"Cabai itu jantungnya warteg. Saya beli cabai merah keriting sekilo sehari untuk bumbu dasar dan sambal. Kalau harga melonjak sampai Rp 100.000 lebih saat Natal atau Lebaran, itu benar-benar tantangan bagi pengusaha warteg," kata Febri.

Masak sejak jam 2 pagi

Untuk menyajikan hingga 30 variasi menu, Febri dan istrinya harus memulai aktivitas saat hari masih gelap. Meski tidak lagi buka 24 jam karena keterbatasan personel, jadwal memasak mereka tetap padat:

  • Pukul 02.00 WIB: Persiapan memotong bahan makanan.
  • Pukul 03.00 WIB: Mulai menanak nasi tahap pertama (8–10 mangkuk besar).
  • Pukul 05.00 - 06.00 WIB: Seluruh lauk pauk sudah siap tertata rapi di etalase
  • Siklus nasi: Nasi dimasak dalam tiga tahap (pagi, siang, dan sore) agar pelanggan selalu mendapatkan nasi yang hangat dan segar.

Menu wajib yang selalu tersedia di pagi hari antara lain orek tempe (kering dan basah), telur balado, telur dadar, kentang balado, dan perkedel.

Tag:  #memulai #bisnis #warteg #kisaran #modal #bahan #baku #untuk #menu #jualan

KOMENTAR