17 Januari, Ada Sendratari Kolosal Sejarah Benteng Fort Willem 1
Setelah selesai direvitalisasi, Benteng Fort Willem 1 Ambarawa Kabupaten Semarang menjadi objek wisata andalan. (KOMPAS.com/Dian Ade Permana)
18:07
13 Januari 2026

17 Januari, Ada Sendratari Kolosal Sejarah Benteng Fort Willem 1

 - Perjalanan sejarah Benteng Fort Willem 1 akan dipentaskan secara kolosal dalam sendratari bertajuk Babad Fort Willem 1.

Pertunjukan akan dilaksanakan di area Grha Mandala Cipta Kawasan Wisata Benteng Fort Willem 1 pada Sabtu (17/1/2026) pukul 19.00 WIB.

Sendratari tersebut melibatkan 150 penampil, baik dari penari maupun pemain musik, dari Sanggar Kemrincing Art, Sanggar Nayanika, Legato Musik, Sanggar Hanoman Art, dan Javayo Production.

Sebelum pementasan Babad Fort Willem 1, akan ditampilkan BDS Congrok, tim musik lokal, serta penampilan sanggar seni dari Kota Salatiga dan Ambarawa Kabupaten Semarang. Pre-even ini dimulai pukul 14.00 WIB.

Ino Sanjaya dari Sanggar Kemrincing Art, mengatakan penampil dalam Babad Fort Willem 1, terdiri dari pelajar SD hingga SMA.

"Masa persiapan selama dua bulan, itu mulai dari seleksi hingga masa latihan, dan siap dipentaskan nanti. Kami mengutamakan pelajar untuk memberikan wadah dan pengalaman lebih bagi mereka," ujarnya, Senin (12/1/2026). 

Perjalanan sejarah Benteng Fort Willem 1 akan dipentaskan secara kolosalKOMPAS.Com/Dian Ade Permana Perjalanan sejarah Benteng Fort Willem 1 akan dipentaskan secara kolosal
"Dalam pertunjukan nanti akan menampilkam momentum inti dari sejarah benteng ini, termasuk peperangan di Ambarawa. Momen yang diingat akan dimunculkan lagi," kata Ino.

Dia mengakui, tidak mudah untuk melangsungkan pertunjukan ini. "Karena peran, kualitas, karakter, dan gerak masing-masing pemeran harus dikemas agar materi yang ditampilkan bisa dinikmati secara utuh," kata Ino.

Penata musik dari Sanggar Nayanika Alrest Kentung mengungkapkan akan ada kolaborasi musik secara orkestra dalam pertunjukan Babad Fort Willem 1.

"Nanti ada 35 pengiring tari, kebanyakan pelajar juga. Sehingga ini akan sangat menarik, karena tarian yang sudah jadi dikolaborasi dengan musik yang unik," ujarnya.

Perwakilan Hanoman Art, Yosep Bambang Trihardjono mengatakan Benteng Fort Willem 1 merupakan sebuah 'permata' yang telah direvitalisasi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk berkesenian.

"Sekaligus juga untuk mewadahi para pegiat seni budaya di Ambarawa dan sekitarnya. Makanya Hanoman Art sangat mendukung pentas sendratari Babad Fort Willem I ini,” ungkapnya. 

Tag:  #januari #sendratari #kolosal #sejarah #benteng #fort #willem

KOMENTAR