Bagaimana Paving Block Berkontribusi Mencegah Banjir?
- Banjir masih menjadi persoalan yang kerap terjadi, terutama di kawasan permukiman dengan permukaan tanah yang sudah tertutup material kedap air seperti beton dan aspal.
Dalam konteks ini, penggunaan paving block, terutama jenis permeabel, menjadi salah satu solusi yang semakin banyak dilirik.
Tak hanya berfungsi sebagai pelapis halaman, paving block juga memiliki peran penting dalam mengelola air hujan dan mengurangi risiko banjir. Berikut penjelasannya.
Paving Block dan Pencegahan Banjir
Berikut beberapa manfaat paving block dalam kontribusinya mengurangi banjir dirangkum dari beberapa laman perusahaan produsen paving:
Baca juga: Bolehkah Anda Mengecat Permukaan Paving Block?
1. Paving Block Bisa Menyerap Air
Salah satu keunggulan utama paving block adalah tingkat permeabilitasnya yang tinggi. Berbeda dengan beton atau aspal yang bersifat kedap air, paving block memiliki celah atau pori yang memungkinkan air meresap langsung ke dalam tanah.
Proses ini membantu mengurangi limpasan air di permukaan sekaligus mendukung pengisian ulang air tanah. Dengan demikian, volume air yang mengalir ke saluran drainase dapat ditekan secara signifikan.
2. Mengurangi Beban Sistem Drainase
Karena air diserap langsung di lokasi jatuhnya, paving block membantu mengurangi tekanan pada sistem drainase perkotaan. Air hujan tidak langsung mengalir ke selokan atau gorong-gorong dalam jumlah besar.
Kondisi ini penting untuk mencegah saluran drainase meluap, yang kerap menjadi penyebab utama banjir di kawasan padat penduduk.
3. Tetap Efektif Saat Hujan Deras
Keunggulan lain dari paving block permeabel adalah kemampuannya menghadapi curah hujan ekstrem. Paving block yang bisa menyerap air ini cukup efektif dalam mengurangi limpasan.
Baca juga: Kelebihan Paving Block Dibanding Paving Beton untuk Halaman Rumah
Bahkan jika sebagian celah tersumbat, sistem ini masih mampu mengalirkan dan menyerap air lebih baik dibandingkan permukaan padat.
Sebaliknya, pada permukaan beton atau aspal, air akan langsung mengalir di atasnya dengan cepat, meningkatkan risiko genangan dan banjir.
4. Mengurangi Limpasan Permukaan
Paving block memiliki koefisien limpasan yang lebih rendah dibandingkan material kedap air. Artinya, hanya sebagian kecil air hujan yang menjadi aliran permukaan, sementara sisanya meresap ke dalam tanah.
Semakin kecil limpasan yang terjadi, semakin kecil pula potensi terjadinya banjir lokal di area tersebut.
5. Memiliki Sistem Penyimpanan Air Sementara
Selain paving block bisa menyerap air, struktur di bawahnya juga bisa menyimpan cadangan air. Di bawah lapisan paving block biasanya terdapat struktur dasar berupa agregat atau kerikil. Lapisan ini berfungsi sebagai ruang penyimpanan sementara bagi air hujan.
Air yang tertampung kemudian dilepaskan secara perlahan ke dalam tanah atau dialirkan ke sistem drainase. Mekanisme ini membantu mengurangi lonjakan volume air secara tiba-tiba saat hujan deras.
Baca juga: Fungsi Paving Block yang Sering Diabaikan, Padahal Penting
Tag: #bagaimana #paving #block #berkontribusi #mencegah #banjir