Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
Ilustrasi Riset. Penjelasan Sosok Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark. (Pixabay/ Fotorichter)
16:00
26 Mei 2026

Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya

Skandal orang Indonesia yang diduga memalsukan riset di konferensi ilmiah internasional viral menjadi perbincangan. Tak sedikit publik yang mencari siapa orang Indonesia yang diduga palsukan riset di Denmark.

Dugaan riset palsu viral setelah Ida Bagus Mandhara Brasika @mandharabrasika mengunggah beberapa postingan di Thread.

Identitas orang Indonesia yang tertuduh adalah Prihatini (Titin), Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.

Salah seorang anggota tim yang diduga memalsukan riset baru-baru ini buka suara ke publik.

Ia menilai bahwa netizen terlanjur menyerang mereka tanpa membuka kesempatan untuk memberikan penjelasan lengkap.

Akun LinkedIn yang dapat ditelusuri sejauh ini adalah milik Prihatini dan Rifaldy Fajar.

Ilustrasi pemalsuan riset. (Pixabay/ Geralt)Ilustrasi pemalsuan riset. (Pixabay/ Geralt)

Rifaldy merupakan lulusan Program Studi Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2014.

Ia tercatat pernah meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Utama UNY pada 2017.

Karya tulis ilmiahnya yang mengangkat model matematika penyebaran HIV-AIDS dari ibu ke anak menghantarkannya sebagai Mahasiswa Berprestasi FMIPA UNY 2016.

Ia bahkan pernah menjadi salah satu delegasi pada simulasi sidang PBB di Nanyang Technological University, Singapura.

Prihatini (Titin) sendiri disebut sebagai lulusan Sarjana Matematika UNY yang menempuh pendidikan 2015-2019.

Ia melanjutkan studi Magister Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Titin bahkan pernah meraih Juara 1 Pertamina National Science Olympiad semasa masih menjadi mahasiswa UNY.

Klarifikasi Rifaldy

Melalui akun media sosial, Rifaldy buka suara serta berniat meluruskan tuduhan.

Meski begitu, ia menilai netizen bertindak keterlaluan dan tidak bijak menghadapi persoalan.

"Saya Rifaldy, yang mewakili teman-teman tim yang saat ini sedang berkaitan dengan informasi yang tengah viral. Saya sebenarnya berniat untuk meluruskan dan memberikan klarifikasi terkait semua ini setelah adanya rangkaian story dari akun sebelah. Namun sebelum kami sempat memberikan penjelasan, kembali muncul tindakan lanjutan yang justru semakin memperburuk keadaan dan sangat memengaruhi mental kami. Situasi ini juga sudah membawa arus netizen yang menurut saya tidak lagi bijak dalam menyikapi permasalahan," tulis Rifaldy.

Ia bahkan menceritakan bila akun milik Prihatini diretas sehingga anggota tim tertekan secara mental.

"Bahkan, semua akun-akun media sosial milik teman kami, Prihantini, sampai diretas oleh netizen sehingga saat ini sudah tidak dapat digunakan sama sekali. Kami juga tidak mengetahui apabila nantinya akun tersebut disalahgunakan oleh pihak tertentu. Kondisi ini tentu membuat kami sangat terpukul dan tertekan secara mental. Kami menyayangkan karena hingga saat ini belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi langsung kepada kami sebelum semuanya disebarkan secara luas ke publik. Kami mohon kepada semua pihak untuk dapat menyikapi persoalan ini dengan lebih bijak, tidak melakukan serangan personal, dan tidak menggiring kebencian yang dapat merugikan pihak lain secara mental maupun privasi," pungkas Rifaldy.

Kasus Dugaan Pemalsuan Riset

Sebuah skandal dugaan pemalsuan riset terorganisir oleh oknum peneliti Indonesia pada konferensi internasional ISPPD 2026 di Kopenhagen, Denmark, mendadak viral di media sosial.

Kehebohan ini bermula dari unggahan Ida Bagus Mandhara Brasika di Threads yang kemudian disebarluaskan oleh akun X @ardisatriawan hingga menuai hujatan publik.

Tiga periset yang dituduh dalam aksi yang dinilai mencoreng Indonesia adalah Prihatini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.

Aksi manipulasi yang dilakukan tergolong sangat berani dan tidak biasa.

Modus pelaku selama presentasi berlangsung adalah memalsukan identitas dengan cara berganti-ganti nama, jilbab, dan nametag agar terlihat sebagai orang yang berbeda di hadapan ribuan ilmuwan dunia.

Kecurigaan pun semakin menguat ketika materi penelitian mereka dibedah dan ditemukan banyak kejanggalan pada data yang dipresentasikan.

Data riset global yang mencakup berbagai wilayah dari Peruvian Andes hingga Ethiopia tersebut diduga merupakan hasil fabrikasi total yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Selain tidak melibatkan kolaborator lokal maupun izin etik yang jelas, lembaga yang mereka catut seperti AI-BioMedicine Research Group terdeteksi sebagai institusi fiktif.

Motif di balik aksi nekat ini diduga kuat demi mendapatkan Travel Grant, yaitu bantuan biaya perjalanan ke luar negeri dari pihak penyelenggara konferensi.

Utas viral serta pernyataan kejanggalan data riset bisa dilihat melalui LINK INI.

Editor: Cesar Uji Tawakal

Tag:  #siapa #orang #indonesia #yang #diduga #palsukan #riset #denmark #begini #klarifikasinya

KOMENTAR