China Bikin ''Payung'' Canggih untuk Saingi Starlink
Ilustras payung lipat yang bisa mengorbit di angkasa buatan Galaxy Space.(GlobalTimes)
18:09
21 Mei 2026

China Bikin ''Payung'' Canggih untuk Saingi Starlink

- China terus mengejar perkembangan teknologi, terutama dari perusahaan Amerika Serikat (AS). Hal ini termasuk urusan internet satelit, yang saat ini popularitasnya dimiliki Starlink milik SpaceX, perusahaan antariksa Elon Musk.

Terbaru, salah satu perusahaan antariksa swasta asal China, Galaxy Space memperkenalkan antena satelit unik yang bentuknya mirip payung lipat.

Antena tersebut dirancang bisa dilipat rapat saat peluncuran roket, lalu “mekar” ketika sudah berada di orbit Bumi.

Karena bentuk dan mekanismenya menyerupai payung, teknologi ini dijuluki sebagai “space umbrella” atau payung luar angkasa.

Menurut Galaxy Space, "payung canggih" ini merupakan antena deployable umbrella performa tinggi pertama di China yang dikembangkan oleh perusahaan antariksa swasta.

Lalu, sebenarnya untuk apa antena seperti payung ini dibuat?

Baca juga: China Bersiap Tantang Dominasi Starlink di Internet Satelit

Bisa bantu internet satelit langsung ke HP

Menurut Galaxy Space, antena ini dikembangkan untuk satelit orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO).

Teknologi tersebut nantinya dipakai untuk mendukung internet satelit, komunikasi, navigasi, hingga pemetaan Bumi.

Salah satu tujuan utama pengembangannya adalah mendukung koneksi langsung dari satelit ke smartphone atau direct-to-cell, mirip seperti yang dikembangkan Starlink.

Artinya, ponsel nantinya bisa terhubung langsung ke internet via satelit tanpa terlalu bergantung pada tower BTS (Base Transceiver Station) di darat.

Teknologi seperti ini dinilai penting untuk daerah terpencil, wilayah blank spot atau belum terjangkau sinyal, hingga komunikasi saat bencana ketika jaringan seluler terganggu.

Ilustrasi payung lipat satelit yang dibuat Galaxy Space (kiri), dibandingkan dengan payung lipat sungguhan yang dipakai banyak orang (kanan).CGTN Ilustrasi payung lipat satelit yang dibuat Galaxy Space (kiri), dibandingkan dengan payung lipat sungguhan yang dipakai banyak orang (kanan).

Galaxy Space mengatakan antena dengan desain mirip payung lipat dipilih demi efisiensi ruang di dalam roket.

Sebab, antena satelit umumnya berukuran besar agar mampu menerima dan memancarkan sinyal lebih kuat. Di sisi lain, ruang penyimpanan di roket sangat terbatas.

Baca juga: Iran Pakai Satelit AI China untuk Tentukan Target Serangan ke AS?

Karena itu, antena dibuat bisa dilipat rapat saat peluncuran, lalu terbuka otomatis setelah satelit mencapai orbit.

Analogi sederhananya seperti payung lipat yang dimasukkan ke tas saat tertutup, lalu dibuka ketika digunakan.

Secara ukuran, Galaxy Space mengatakan antena ini memiliki diameter sekitar 1 meter dengan rasio penyimpanan di bawah 12 persen.

Artinya, antena tersebut bisa dipadatkan hingga hanya seukuran casing komputer kecil sebelum diluncurkan ke luar angkasa.

Desain ringkas ini dinilai penting karena roket modern biasanya membawa banyak satelit sekaligus dalam satu misi.

Dengan antena yang dapat dilipat sangat kecil, satelit bisa membawa reflektor komunikasi lebih besar tanpa mengorbankan efisiensi peluncuran.

Baca juga: Apple Bikin Casing Unik yang Bisa Langsung Konek ke Satelit

Diklaim 10 kali lebih kuat

Meski ukurannya ringkas saat dilipat, Galaxy Space mengklaim antena “payung luar angkasa” ini memiliki performa konektivitas hingga 10 kali lebih kuat dibanding antena mekanis Q/V-band generasi sebelumnya.

Selain itu, desainnya juga disebut lebih efisien karena tidak lagi mengandalkan proses anyaman manual seperti antena mesh satelit pada umumnya.

Biasanya, antena satelit kelas luar angkasa dibuat lewat proses rumit karena teknisi harus menyusun dan menyesuaikan permukaan mesh secara manual agar presisi.

Sebagai gantinya, Galaxy Space mengembangkan teknologi pembentukan mesh terintegrasi yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi produksi lebih dari 70 persen.

Perusahaan mengatakan pendekatan ini menjadi bagian dari tren baru industri antariksa China yang mulai menerapkan metode manufaktur massal ala industri modern ke pengembangan perangkat luar angkasa.

Galaxy Space belum mengumbar jadwal peluncuran antena “payung luar angkasa” ini ke orbit rendah Bumi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GlobalTimes.

Tag:  #china #bikin #payung #canggih #untuk #saingi #starlink

KOMENTAR