Era RAM 8 GB Tamat, Microsoft Sarankan 32 GB untuk PC Gaming
Ilustrasi memori RAM CXMT.(cxmt.)
08:03
8 Mei 2026

Era RAM 8 GB Tamat, Microsoft Sarankan 32 GB untuk PC Gaming

- Kapasitas RAM 8 GB tampaknya benar-benar sudah harus ditinggalkan oleh para gamer PC.

Microsoft baru-baru ini sempat menerbitkan dokumen panduan perangkat keras Windows untuk tahun 2026.

Sayangnya, postingan panduan tersebut langsung dihapus hanya dalam waktu satu hari setelah ditayangkan.

Dalam dokumen itu, Microsoft menyebut kapasitas RAM 16 GB kini sekadar menjadi batas minimal.

Perusahaan pembuat Windows itu kini merekomendasikan RAM 32 GB sebagai konfigurasi "tanpa khawatir" yang aman untuk masa depan (future-proof).

Dengan kata lain, kapasitas memori 32 GB kini tidak lagi dianggap berlebihan (overkill) oleh Microsoft.

Rekomendasi ini bukannya tanpa alasan, mengingat data Survei Steam pada September 2025 lalu menunjukkan pengguna sistem 32 GB kian bertambah populer, meski pengguna 16 GB masih lebih umum mendominasi.

Celakanya, peningkatan standar ini terjadi di tengah kelangkaan memori global yang kerap dijuluki sebagai krisis "RAMageddon" atau "RAMpocalypse".

Baca juga: Google Siapkan Obat Penawar Krisis Memori, Penimbun RAM Auto Panik

Ledakan tren AI memonopoli jalur produksi sehingga harga RAM, khususnya jenis DDR5, melonjak drastis dan makin sulit dijangkau oleh perakit PC mandiri.

Untuk menyiasati krisis kelangkaan ini, sejumlah pabrikan, seperti ASRock, Intel, dan TeamGroup bahkan harus mengusulkan solusi memori baru bernama HUDIMM.

Baca juga: Bukan Hanya Memori, Komponen Ini Juga Jadi Incaran gara-gara Booming AI

Komponen lain yang juga penting

Menurut Microsoft, RAM ekstra besar sangat dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi pendamping secara bersamaan, seperti menyalakan Discord sembari bermain game kelas AAA.

Kapasitas yang lega ini akan membantu sistem menyimpan lebih banyak proses di memori dan menekan ketergantungan terhadap page file yang berjalan jauh lebih lambat.

Selain itu, kartu grafis (GPU) dengan VRAM terbatas, seperti yang hanya memiliki kapasitas 8 GB, akan sangat tertolong oleh RAM sistem saat memproses beban kerja berat.

Hal senada juga berlaku bagi pengguna APU terbaru seperti seri Ryzen AI 400.

Prosesor ini wajib dipadankan dengan memori berkapasitas dan berkecepatan tinggi demi bisa memeras performa grafis terintegrasinya secara maksimal.

Baca juga: Krisis RAM Global Mulai Ganggu Industri Game, Bisa Bikin Berubah Total

Meski mayoritas pengembang game sejatinya masih mematok 16 GB sebagai patokan dasar, beberapa skenario game ekstrem seperti Stalker 2 di pengaturan 4K Ultra kini memang menuntut RAM 32 GB.

Bahkan, standar internal Microsoft bisa jauh lebih tinggi, terbukti dari game Microsoft Flight Simulator 2024 buatan mereka sendiri yang malah mencantumkan 64 GB sebagai konfigurasi RAM ideal.

Selain memori sistem, Microsoft menegaskan bahwa instalasi game dan Windows wajib disimpan di dalam perangkat Solid State Drive (SSD) demi mendapatkan pengalaman terbaik di tahun 2026.

Penggunaan hard drive konvensional (HDD) sangat dilarang untuk sistem dan kini hanya disarankan sebagai wadah penyimpanan data saja, seperti dihimpun KompasTekno dari TomHardware.

Rekomendasi SSD super cepat ini berjalan seiringan dengan kinerja memori, mengingat CPU akan langsung mengalihkan beban ke penyimpanan saat kapasitas RAM sudah penuh.

Terlebih lagi, kehadiran teknologi, seperti DirectStorage ke depannya membuat keberadaan SSD menjadi komponen mutlak tanpa kompromi.

Baca juga: Saya Coba Main 3 Game Populer di Samsung A37 5G, Begini Hasilnya

Kendati anjuran RAM 32 GB secara teknis dinilai valid, rekomendasi dari Microsoft ini tetap dianggap kurang peka terhadap situasi pasar.

Pasalnya, biang kerok dari kelangkaan dan tingginya harga komponen saat ini justru dipicu oleh perusahaan raksasa seperti Microsoft yang dilaporkan jorjoran membelanjakan uang hingga 190 miliar dollar AS untuk AI tahun ini.

Tag:  #tamat #microsoft #sarankan #untuk #gaming

KOMENTAR