Hasil Ringkasan AI Google Akurat atau Tidak? Riset Membuktikan
- Sebagian besar pengguna tanpa disadari mungkin sudah sering mengonsumsi jawaban atau informasi yang dihasilkan Google di kolom rangkuman AI Google atau Google AI Overview, yang terletak di ujung atas daftar pencarian.
Sejak Mei 2024, Google Search (google.com) atau biasa disebut Google saja, tidak hanya menyajikan tumpukan laman yang berkaitan dengan kata kunci pencarian untuk menemukan informasi. Namun, lewat Google AI Overview, Google bisa merangkum informasi.
Baca juga: Harga Memori Bisa Turun, Teknologi AI Google Ini Bikin Panik Penimbun RAM
Jadi, saat pengguna memasukkan kata kunci, misalnya “Kapan Samsung S26 Rilis?”, Google AI Overview akan menampilkan ringkasan informasi waktu perilisan Samsung S26. Ringkasan ini dirangkai dari informasi-informasi yang disajikan dalam sejumlah website.
Fitur Google AI Overview yang menyajikan jawaban dengan merangkum informasi dari sejumlah laman web.
Dengan rangkuman dari Google AI Overview itu, kita bisa mendapatkan informasi dengan lebih cepat karena tidak perlu membuka website terkait. Meski menjadi lebih mudah mendapat informasi, timbul pertanyaan apakah hasil ringkasan AI Google itu akurat atau tidak.
Seperti program AI pada umumnya, sejumlah pengguna telah melaporkan jika Google AI Overview menghasilkan informasi yang kurang akurat. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa Google AI Overview masih memiliki celah ketidakakuratan informasi.
Ketidakakuratan yang membayangi Google AI Overview
Perusahaan rintisan riset dan pengembangan AI, Oumi telah meneliti keakuratan Google AI Overview. Hasil risetnya cukup baik, tetapi ada catatan penting, mengingat Google adalah platform besar yang digunakan hampir semua pengguna.
Secara umum, Oumi menemukan bahwa sembilan dari sepuluh informasi yang disajikan Google AI Overview akurat. Perbandingan itu berarti hanya ada satu ketidakakuratan dari
sepuluh rangkuman yang dihasilkan Google AI Overview.
Akan tetapi, ketidakakuratan itu menjadi cukup mengkhawatirkan jika dibandingkan dengan jumlah pencarian di Google. Untuk diketahui, Google memproses lebih dari lima triliun pencarian per tahun.
Menurut Oumi, dengan total rata-rata pencarian per tahun itu, Google berarti memberikan puluhan juta jawaban yang salah setiap jam atau ratusan ribu informasi yang tidak akurat setiap menit.
Hasil ringkasan AI Google yang akurat pun turut mengkhawatirkan. Sebab, temuan Oumi pada Google AI Overview menunjukkan lebih dari 50 persen informasi yang akurat, tidak sesuai dengan referensi yang dipakai.
Artinya, informasi akurat yang disajikan Google AI Overview memang mencantumkan situs web sebagai referensi. Namun, situs web yang jadi referensi Google AI Overview tidak sepenuhnya berisi informasi yang disajikan.
Oumi menganalisis keakuratan Ikhtisar AI Google menggunakan alat uji benchmark bernama SimpleQA, yang banyak digunakan di berbagai industri untuk mengukur keakuratan sistem AI.
Perusahaan tersebut menguji Gemini, sistem AI yang dipakai di Google AI Overview, selama dua periode, yaitu bulan Oktober tahun lalu lewat Gemini 2 dan Februari tahun ini lewat versi yang lebih canggih, Gemini 3.
Dalam dua periode pengujian tersebut, Oumi berfokus menganalisis pada 4.326 pencarian Google. Dari total pencarian itu, mereka menemukan bahwa Gemini 2 85 persen akurat, sedangkan Gemini 3 91 persen akurat.
Baca juga: Bos AI Google Punya Kebiasaan Kerja Tak Biasa, tapi Jangan Ditiru
Pola ketidakakuratan Google AI Overview
Google AI Overview setidaknya mengandung dua jenis informasi, yang terdiri dari jawaban atas kata kunci pencarian dan laman web yang dijadikan referensi dari jawaban tersebut. Oumi menemukan jawaban dan referensi itu memiliki pola ketidakakuratan
Dalam contoh-contoh kasus pencarian yang dipaparkan Oumi, ringkasan AI Google secara umum bisa menghasilkan sejumlah pola ketidakakuratan dari hubungan jawaban dan referensi.
Misalnya, ketika ditanya kapan rumah Bob Marley diubah menjadi museum, Google AI Overview mengatakan itu terjadi pada tahun 1987. Padahal, museum itu dibuka pada 11 Mei 1986, saat lima tahun kematian Bob Marley, berdasar berita Daily Gleaner Jamaica.
Jawaban Google AI Overview saat ditanya kapan rumah Bob Marley dijadikan museum. Ia menjawab 1987, padahal 1986. Jawaban dihasilkan dari referensi yang tidak akurat.
Jawaban ringkasan AI Google tentang kapan museum Bob Marley didirikan itu menggunakan tiga referensi, yang masing-masing memiliki kekurangan.
Referensi pertama adalah halaman Facebook dari putri Bob Marley, Cedella Marley, yang memposting foto setelah mengunjungi museum di Kingston, Jamaika. Namun, referensi ini tidak memberikan informasi tentang kapan museum tersebut dibuka.
Referensi kedua adalah blog "Adventures From Elle," yang memberikan informasi yang tidak tepat tentang pembukaan museum. Berikutnya, halaman Wikipedia yang memberikan informasi kontradiktif, menyebut museum Bob Marley didirikan pada 1986 dan 1987.
Google AI Overview terkadang mengidentifikasi website yang akurat untuk menjadi referensi. Namun, ia bisa salah menafsirkannya.
Misalnya, dalam pengujian Oumi, ketika ditanya nama sungai yang berbatasan dengan sisi barat kota Goldsboro, North Carolina, AS, ringkasan AI Google menjawab Sungai Neuse, sebagai sungai yang terletak di barat kota.
Padahal, sungai yang mengalir di sepanjang sisi barat kota Goldsboro adalah Sungai Little, yang bermuara ke Sungai Neuse.
Jawaban ringkasan AI Google saat ditanya sungai yang mengari di tepi barat kota Goldsboro. Ia menjawab Sungai Neuse, padahal Sungai Little. Ringkasan AI Google memakai sumber kredibel, tapi salah membuat kesimpulan.
Ringkasan AI Google menggunakan referensi dari situs web pariwisata Goldsboro, yang menyatakan bahwa Sungai Neuse mengalir melalui kota tersebut. Namun, kesimpulannya keliru dengan mengatakan, Sungai Neuse mengalir di sepanjang perbatasan barat kota.
Pola lainnya adalah Google AI Overview mengidentifikasi situs web dengan informasi yang benar. Namun, ia masih dapat menghasilkan jawaban yang salah.
Contohnya, ketika ditanya kapan Yo-Yo Ma masuk dalam “Classical Music Hall of Fame”. Ringkasan AI Google dengan benar menautkan ke situs web organisasi tersebut yang mencantumkan informasi 165 orang yang dinobatkan sejak tahun 1998, termasuk Yo-Yo Ma.
Meski referensi yang dipakai akurat, jawaban yang disajikan Google AI Overview justru mengatakan bahwa tidak ada catatan tentang penobatan Yo-Yo Ma dalam “Classical Music Hall of Fame”.
Selain itu, Oumi juga menemukan, Google AI Overview bisa memberikan jawaban yang benar, tetapi sembari memberikan informasi tambahan yang keliru.
Misalnya, ketika ditanya berapa usia atlet baseball Dick Drago ketika meninggal, ringkasan AI Google memberikan usia yang benar. Tetapi, saat memberikan konteks tambahan, ia berulang kali salah menyebutkan tanggal kematian Dick Drago.
Tanggapan Google dan keterbatasan hasil riset Oumi
Pihak Google pada dasarnya mengakui bahwa produk Google AI Overview bisa salah menyajikan jawaban atau informasi. Hal ini bisa dilihat pada catatan yang berada di kolom ringkasan AI Google, yaitu “AI dapat membuat kesalahan, jadi periksa kembali jawabannya.”
Namun, juru bicara Google Ned Adriance mengatakan riset Oumi memiliki kekurangan yang serius karena bergantung pada alat uji benchmark yang dibuat oleh OpenAI sehingga bisa mengandung informasi yang salah.
“Studi ini memiliki kekurangan serius. Ini tidak mencerminkan apa yang sebenarnya dicari orang di Google,” kata Ned Adriance, sebagaimana dilansir The New York Times, Rabu (6/5/2026).
Google AI Overview sulit dinilai karena sistemnya dapat menghasilkan respons baru untuk setiap kueri. Jika mesin pencari Google menerima kueri yang sama pada waktu yang berbeda, ia dapat menghasilkan satu jawaban akurat dan satu jawaban tidak akurat.
Untuk menentukan keakuratan sistem AI, perusahaan seperti Oumi menggunakan sistem AI mereka sendiri untuk memverifikasi setiap jawaban. Namun, ini menjadi masalah karena sistem AI yang digunakan untuk menguji juga dapat membuat kesalahan.
Akan tetapi, Google pun sempat menunjukkan ketidakakuratan Gemini melalui hasil uji mereka. Dalam analisisnya, Google menemukan bahwa Gemini 3 yang jadi sistem ringkasan AI, menghasilkan informasi yang tidak akurat sebanyak 28 persen.
Namun, perusahaan tersebut mengeklaim bahwa AI Overviews, yang mengambil informasi dari mesin pencari Google sebelum menghasilkan respons, lebih akurat daripada Gemini yang beroperasi sendiri.
Sementara itu, menurut analisis Oumi, pada periode pengujian Oktober 2025, Google AI Overviews tidak akurat sebanyak 15 persen.
Kemudian, referensi untuk menghasilkan jawaban dari Google AI Overview yang berbasis Gemini 3 dinilai lebih tidak akurat dibanding berbasis Gemini 2.
Pada periode pengujian Oktober 2025, dalam kondisi Google AI Overview menggunakan Gemini 2, jawaban benar dengan referensi tidak akurat muncul sebanyak 37 persen. Pada bulan Februari, dengan Gemini 3, angka tersebut meningkat menjadi 56 persen.
Baca juga: Latihan Bicara Bahasa Asing Kini Makin Gampang di Google Translate
Apa yang bisa kita lakukan?
Beberapa ahli teknologi berpendapat bahwa AI Overviews Google cukup akurat dan telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Akan tetapi, kita tidak bisa menutup mata bahwa program AI seperti Google AI Overview masih mungkin menghasilkan jawaban tidak akurat.
Di tengah polemik hasil riset tersebut, salah satu upaya yang bisa dilakukan pengguna untuk mencegah mendapatkan informasi yang tidak akurat adalah memeriksa kembali setiap jawaban yang dihasilkan program AI.
Pratik Verma, CEO Okahu, perusahaan pengembang AI, mengatakan bahwa tingkat akurasi program AI Google pada dasarnya hampir sama dengan program AI lainnya.
Verma menyarankan agar pengguna tidak hanya menggunakan satu sumber, tetapi turut membandingkan jawaban dengan sumber lain.
“Jangan pernah mempercayai satu sumber saja. Selalu bandingkan apa yang Anda dapatkan dengan sumber lain.” kata Pratik.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #hasil #ringkasan #google #akurat #atau #tidak #riset #membuktikan