Tren HP Murah China Berubah, Tanda-tandanya Terlihat di Indonesia
Suasana pengunjung ITC Roxy Mas yang semakin sepi di setiap lantainya(KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)
09:30
12 April 2026

Tren HP Murah China Berubah, Tanda-tandanya Terlihat di Indonesia

 - Selama beberapa tahun terakhir, banyak vendor ponsel asal China menjejali pasar global dengan iming-iming produk "spek tinggi, harga miring". Namun, era itu diprediksi akan berakhir.

Model bisnis yang mengandalkan margin tipis ini, kini menghadapi tekanan besar. Salah satunya disebabkan oleh masifnya pengembangan AI yang memicu krisis memori di industri global.

Kondisi ini kemudian diperparah oleh ketegangan geopolitik yang mengganggu rantai pasok semikonduktor global.

Jika tren ini terus berlanjut, analis memprediksi industri smartphone akan memasuki fase baru yang suram. Ponsel murah tak lagi ramah kantong, dan pelan-pelan akan semakin langka ditemukan di pasaran.

Baca juga: Siap-siap, HP Murah China Bakal Tinggal Kenangan

Krisis memori karena AI

Akar masalah dari krisis ini bermula dari meledaknya permintaan chip memori untuk menunjang pusat data AI. Server AI membutuhkan jenis memori berkecepatan tinggi yang disebut high-bandwidth memory (HBM), yang umumnya dipasangkan dengan unit pengolah grafis (GPU) andalan seperti buatan Nvidia.

Merespons tingginya permintaan ini, produsen memori raksasa, seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology langsung memutar haluan.

Mereka mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya dari memori konvensional (untuk ponsel dan PC) menjadi memori khusus server AI yang lebih menguntungkan.

Imbasnya fatal, pasokan memori untuk perangkat konsumen seperti smartphone dan laptop menjadi sangat langka.

Ilustrasi memori RAM komputer.Ist Ilustrasi memori RAM komputer.

Lembaga riset TrendForce mencatat, harga DRAM (memori utama/RAM) meroket hingga 90-95 persen hanya dalam satu kuartal. Sementara harga NAND flash (memori penyimpanan internal) melonjak 55-60 persen di periode yang sama.

Situasi makin mencekam bagi pabrikan kecil, karena laporan industri menyebut harga DRAM kini bisa berubah dalam hitungan jam.

Hal ini terjadi karena pabrikan kecil umumnya tidak memiliki kontrak pasokan harga tetap (fixed) jangka panjang, seperti Apple atau Samsung.

Ratusan ribu pabrikan ponsel skala menengah ke bawah kini harus bertarung berdarah-darah memperebutkan sisa "remah-remah" pasokan chip memori yang harganya selangit.

Baca juga: Daftar HP Samsung, Xiaomi, dan Oppo yang Naik Harga per April 2026

Diperparah konflik geopolitik

Selain krisis chip memori, industri juga dihantam tensi geopolitik. Kasus perebutan kendali produsen cip Nexperia menjadi contoh nyata.

Pemerintah Belanda secara paksa mengambil alih kendali Nexperia, pemasok chip komponen otomotif penting, dengan alasan keamanan nasional, menyusul kekhawatiran karena perusahaan tersebut dimiliki oleh Wingtech asal China, dirangkum dari Gizmo China.

Konflik politik semacam ini memicu pembatasan ekspor dan semakin memecah belah rantai pasok global yang sebelumnya terintegrasi dengan baik.

Tekanan ganda berupa inflasi komponen dan konflik geopolitik ini perlahan mulai berdampak ke produsen ponsel hingga konsumen akhir (end-user).

Curhatan bos Xiaomi

Salah satu produsen yang "blak-blakan" terdampak situasi sulit ini adalah Xiaomi. Selama ini, Xiaomi dikenal sebagai salah satu "trendsetter" HP murah China.

Baru-baru ini, Presiden Xiaomi, Lu Weibing buka-bukaan soal harga yang hrus dibayar perusahaan akibat krisis memori.

Menurut Weibing, Xiaomi kini harus membayar selisih harga sebesar 1.500 yuan (sekitar Rp 3,7 juta) untuk paket memori RAM dan storage 12 GB/512 GB, dibanding kuartal I-2025.

Singkatnya, belanja RAM Xiaomi dengan konfigurasi tadi pada kuartal awal 2026, lebih mahal 1.500 yuan dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu.

Penjelasan itu disampaikan Weibing dalam sebuah posting di media sosial Weibo. Harga untuk paket RAM/storage 16 GB/1 TB, bahkan lebih mahal lagi, tetapi rincian harganya tidak diungkap.

Baca juga: Daftar Harga HP Vivo, Realme, dan Tecno yang Naik per April Ini

"Kenaikan harga memori akhir-akhir ini memang sangat jauh dari ekspektasi, dengan lonjakan harga empat kali lipat dibanding kuartal pertama tahun lalu," kata Weibing di Weibo, dirangkum dari GSM Arena.

Sebagai gambaran, katakan lah paket RAM 12 GB/512 GB pada tahun 2025 dibanderol 500 yuan (sekitar Rp 1,2 juta) per paket.

Reklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta.KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWI Reklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta.

Bila mengacu pada pernyataan Weibing, harga untuk paket yang sama adalah sekitar 2.000 yuan (sekitar Rp 4,9 juta). Harganya nyaris setara dengan harga satu unit smartphone kelas menengah ke bawah.

Bagi Xiaomi, lonjakan harga RAM paling berdampak pada merek Redmi, karena merek ini fokus pada harga yang terjangkau. Akibatnya, ponsel-ponsel dari submerek Xiaomi ini mengalami kenaikan.

Carl Pei, CEO Nothing juga memeringatkan dampak krisis AI ini awal Januari 2026 lalu. Dalam sebuah posting di X, ia mengatakan bahwa AI mengubah permintaan pasar.

"Untuk pertama kalinya, smartphone bersaing langsung dengan infrastruktur AI dan harga memori melonjak tajam, sebagai imbasnya," kata Pei di akun resminya @getpeid.

Ia pun terang-terangan bahwa "spek tinggi, harga miring" yang banyak digaungkan vendor sebagai nilai jual, tak akan lagi berlaku tahun ini.

"Hasilnya, beberapa segmen, terutama entry-level dan mid-range, akan naik 20 persen bahkan lebih, dan produsen yang selama ini mendominasi pasar ini akan kepayahan," kata Pei.

Harga HP di Indonesia kompak naik

Bukti nyata akhir era HP murah China sudah tampak di depan mata, khususnya di Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu pasar strategis produsen Negeri Tirai Bambu.

Berdasarkan pantauan KompasTekno per 1 April lalu, beberapa vendor ponsel asal China, seperti Oppo, Xiaomi, Vivo, dan Tecno kompak menaikkan harga.

Kenaikan harga bervariasi, mulai dari segmen entry-level (murah), mid-range (menengah), hingga flagship (harga tinggi). Xiaomi misalnya, menaikkan beberapa model ponselnya, termasuk di lini submerek Redmi dan Poco. Kenaikannya mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 1 juta.

Vivo pun melakukan langkah yang sama, termasuk untuk model submereknya iQoo. Harga sejumlah HP Vivo dan iQoo di Indonesia naik hingga Rp 800.000.

Baca juga: AI Bikin China Mustahil Bikin HP Murah Lagi

Kenaikan harga yang cukup tinggi juga dialami HP Oppo di Indonesia. Beberapa model smartphone Oppo, terutama A series naik hingga Rp 1,2 juta.

Tecno, salah satu merek di bawah naungan Transsion Mobile, juga menaikan beberapa harga ponselnya, terutama entry-level dan mid-range.

Kenaikan tertinggi mencapai Rp 400.000, relatif lebih rendah dibanding merek lain. Tidak cuma merek China. Vendor ponsel asal Korea Selatan Samsung juga melakukan penyesuaian harga, terutama seri A yang naik hingga Rp 700.000.

Dengan situasi ini, lembaga riset IDC melabeli kondisi suram ini sebagai "structural reset", sebuah perubahan mendasar dalam struktur industri smartphone. Artinya, harga smartphone ke depan tidak akan pernah sama seperti beberapa tahun belakang.

Tag:  #tren #murah #china #berubah #tanda #tandanya #terlihat #indonesia

KOMENTAR