Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia (kanan) dan Defi Nofitra, Country Manager Indonesia (kiri). [Kaspersky]
16:32
10 April 2026

Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI

Perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, mengungkap lonjakan signifikan ancaman digital di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Data terbaru menunjukkan lebih dari 14,9 juta serangan berbasis web serta 39,7 juta ancaman pada perangkat berhasil dideteksi dan diblokir.

Tak hanya itu, sekitar 20 persen perusahaan di Indonesia dilaporkan mengalami serangan rantai pasokan (supply chain attack), menandakan meningkatnya kompleksitas ancaman siber di tengah pesatnya transformasi digital.

Di tengah meningkatnya ancaman, Kaspersky juga mencatat pertumbuhan bisnis yang positif. Secara global, penjualan perusahaan mencapai hampir USD 836 juta pada 2025, tumbuh 4 persen secara tahunan (YoY).

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen B2B yang naik hingga 16 persen YoY, seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan akan solusi keamanan berbasis teknologi canggih seperti Artificial Intelligence (AI).

Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia, menegaskan bahwa AI kini menjadi fondasi utama keamanan digital modern.

“Kami adalah pelopor dalam mengadopsi pembelajaran mesin dan AI dalam keamanan siber sejak 2004. Solusi kami melindungi semua orang, dari pengguna individu hingga infrastruktur penting negara,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2026).

Indonesia Jadi Pasar Strategis, Segmen Konsumen Melonjak

Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas dengan pertumbuhan bisnis 3 persen YoY. Menariknya, segmen konsumen (B2C) melonjak hingga 48 persen YoY, menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan digital.

Kaspersky juga memperkuat komitmennya dengan menunjuk Defi Nofitra sebagai Country Manager pertama di Indonesia.

“Dengan semakin matangnya ekosistem keamanan siber di Indonesia, kami optimistis pertumbuhan akan semakin kuat ke depan,” kata Adrian.

SOC Berbasis AI Jadi Andalan Hadapi Serangan Siber

Seiring meningkatnya ancaman seperti Advanced Persistent Threat (APT) dan serangan berbasis AI, perusahaan mulai beralih ke pendekatan keamanan proaktif melalui Security Operations Center (SOC).

SOC merupakan pusat operasi yang berfungsi memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman siber secara real-time.

Hasil riset Kaspersky menunjukkan 58 persen perusahaan percaya SOC meningkatkan keamanan, 65 persen berencana mengintegrasikan AI ke SOC, dan 53 persen menyebut deteksi ancaman lebih cepat sebagai alasan Utama.

Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia. [Kaspersky]Managing Director APAC Kaspersky, Adrian Hia. [Kaspersky]

Namun, implementasi SOC berbasis AI masih menghadapi tantangan 47 persen kekurangan data berkualitas, 37 persen minim talenta AI, dan 29 persen terbatasnya solusi di pasar.

Tantangan Nyata dan Solusi Keamanan Masa Depan

Menurut Defi Nofitra, perusahaan kini tak bisa lagi mengandalkan sistem keamanan yang terpisah-pisah.

“SOC terintegrasi dengan intelijen ancaman real-time sangat penting untuk deteksi dini dan respons cepat terhadap serangan siber,” jelasnya.

Sebagai solusi, Kaspersky menghadirkan SOC generasi terbaru berbasis AI yang terintegrasi dengan sistem SIEM (Security Information and Event Management).

Teknologi ini memungkinkan deteksi ancaman lebih akurat, respons insiden lebih cepat, visibilitas penuh terhadap sistem TI, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Lonjakan serangan siber di Indonesia menandai urgensi transformasi sistem keamanan digital. Dengan adopsi SOC berbasis AI, perusahaan kini bergerak menuju pertahanan yang lebih proaktif, cepat, dan cerdas.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #serangan #siber #indonesia #tembus #juta #kaspersky #dorong #berbasis

KOMENTAR