Elon Musk Ramal AI Bakal Ungguli Kecerdasan Manusia 3 Tahun Lagi
CEO dan pendiri Tesla Elon Musk.(SHUTTERSTOCK/FREDERIC LEGRAND - COMEO)
06:03
31 Maret 2026

Elon Musk Ramal AI Bakal Ungguli Kecerdasan Manusia 3 Tahun Lagi

- CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali membuat prediksi terkait perkembangan kecerdasan buatan atau Artifical Intelligence (AI).

Kali ini, Musk menyebut bahwa AI berpotensi melampaui kecerdasan manusia dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan, atau paling cepat pada 2029.

Pernyataan tersebut disampaikan Musk sebagai respons terhadap sebuah unggahan di media sosial yang menyebut manusia hanya punya waktu tiga tahun sebelum AI melampaui kecerdasan manusia. Menurut laporan GizChina, Musk menilai prediksi tersebut “terdengar benar”.

Jika melihat ke belakang, Musk memang konsisten dengan prediksi-prediksi berani seperti ini.

Baca juga: Elon Musk Divonis Bohongi Investor Twitter, Denda Fantastis Menanti

Pada 2023, orang paling tajir sedunia (versi data Forbes Real-Time Billionaires 30 Maret 2026) pernah mengatakan bahwa superintelligence, AI yang jauh melampaui manusia, bisa hadir dalam waktu 5-6 tahun atau sekitar 2028-2029.

Saat itu, Musk juga terang-terangan mengaku khawatir dengan dampaknya. Ia bahkan sempat berandai-andai, jika memungkinkan, perkembangan AI sebaiknya dihentikan sementara untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). shutterstock Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Setahun setelahnya, pada April 2024, miliarder sekaligus pemilik X/Twitter ini kembali mempertegas pandangannya.

Musk menyebut AI yang lebih pintar dari manusia individu (AGI atau artificial general intelligence) bisa muncul sekitar 2026.

AGI sendiri merupakan konsep kecerdasan buatan (AI) yang memiliki kemampuan kognitif setara manusia, yakni mampu belajar, memahami, dan menyelesaikan berbagai tugas secara umum.

Kemudian, Elon Musk meramalkan, AGI bisa melampaui kecerdasan gabungan seluruh manusia pada 2029 hingga 2030, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Guardian.

Perlu digarisbawahi, semua pernyataan tersebut merupakan prediksi pribadi Musk. Artinya, belum tentu akurat dan sejalan dengan pendapat para peneliti atau perusahaan AI lain.

Baca juga: Elon Musk Ramal Populasi Robot Lampaui Manusia

Di sisi lain, perdebatan soal “AI lebih pintar dari manusia” sendiri masih belum benar-benar selesai.

Saat ini, Artifical Intelligence memang sudah bisa menyamai bahkan mengungguli manusia dalam tugas tertentu, seperti bermain catur, menulis kode, atau mengolah data dalam jumlah besar.

Namun, kecerdasan manusia bukan hanya soal satu kemampuan spesifik. Manusia bisa memahami konteks baru, beradaptasi, dan menyelesaikan masalah yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Di titik inilah banyak peneliti menilai AI masih punya jalan panjang. Karena itu, prediksi tiga tahun versi Musk dianggap terlalu cepat oleh sebagian kalangan.

Prediksi Musk kerap meleset

Potret Noland Arbaugh, pasien implan otak Neuralink yang dibuat Elon Musk [Instagram/@noland_arbaugh].Instagram/@noland_arbaugh Potret Noland Arbaugh, pasien implan otak Neuralink yang dibuat Elon Musk [Instagram/@noland_arbaugh].

Tak cuma soal AI, Musk juga kerap membuat prediksi soal produk teknologi yang dibuat oleh perusahaannya, termasuk mobil autonomus dan chip otak manusia.

Sejauh ini, rekam jejak prediksi Musk tidak selalu tepat. Misalnya, pada 2016, ia pernah mengatakan mobil Tesla akan bisa berkendara sendiri dari New York ke Los Angeles dalam waktu dua tahun, yang hingga kini belum terwujud.

Di tahun yang sama, ia juga menyebut roket SpaceX akan mencapai Mars pada 2018, yang juga belum terjadi.

Sementara itu pada 2017, Musk memperkirakan produk chip otak dari Neuralink akan tersedia dalam empat tahun (2021). Kenyataannya, implan pertama baru digunakan pada manusia sekitar tujuh tahun kemudian atau tepatnya pada Junuari 2024.

Baca juga: Elon Musk Akan Produksi Massal Chip Otak Neuralink

Neuralink sendiri merupakan perusahaan neuroteknologi milik elon Musk, yang mengembangkan implan otak berteknologi tinggi. Teknologi ini diklaim bisa membantu orang dengan cedera tulang belakang, bisa mengontrol komputer hanya dengan berpikir.

Riwayat ini membuat banyak pihak melihat prediksi Musk dengan campuran rasa penasaran dan skeptisisme. Di satu sisi, ia sering berada di garis depan inovasi dengan perusahaan teknologi miliknya. Di sisi lain, prediksinya kerap lebih cepat dari kenyataan di lapangan.

Tag:  #elon #musk #ramal #bakal #ungguli #kecerdasan #manusia #tahun #lagi

KOMENTAR