Warganet RI ''Ngenes'' Lihat Harga SSD Naik Gila-Gilaan
- Belakangan ini, warganet Indonesia ramai-ramai mengeluh melihat harga SSD (Solid State Drive) yang melonjak drastis.
Kenaikannya bahkan disebut tidak masuk akal, ada yang mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu.
Kondisi ini terjadi di tengah krisis memori global akibat lonjakan kebutuhan industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, AI. Permintaan besar dari pusat data dan server AI disebut menyedot pasokan chip NAND flash yang menjadi komponen utama SSD.
Dampaknya terasa langsung di pasar ritel. Konsumen yang menggunakan SSD untuk kebutuhan sehari hari, seperti menyimpan data, video, foto, hingga proyek kerja, kini harus merogoh kocek jauh lebih dalam.
Saya sendiri merasakan kenaikan ini. Sejak dua tahun terakhir, rutinitas tahunan saya adalah membeli satu SSD baru. Pilihan saya biasanya jatuh pada Samsung SSD T7 Shield External Portable 1 TB karena sudah dilengkapi pelindung yang lebih aman jika terjatuh.
Pada 2024 dan 2025, harga SSD tersebut relatif stabil di kisaran Rp 1,725 juta. Dengan diskon, saya bahkan bisa checkout di harga yang lebih murah, yakni Rp 1,67 juta.
Namun ketika mengecek harga terbaru untuk 2026, saya shikshakshok (istilah gaul untuk kaget di media sosial).
Pantauan saya di marketplace, Rabu (25/2/2026), Samsung T7 Shield 1 TB kini dijual dengan harga sekitar Rp 3,472 juta, naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada varian 2 TB. Pada 2025 lalu, saya sempat melihat harganya di kisaran Rp 2,855 juta. Kini, produk yang sama dibanderol hingga Rp 5 jutaan.
Alhasil, niat untuk melanjutkan rutinitas beli SSD tahun ini terpaksa saya tunda karena harganya sudah terlalu tinggi.
Baca juga: Siap-siap Harga Hard Disk, Router, STB Naik Imbas Krisis Memori Global
Di marketplace, SSD Samsung T7 Shield 1 TB kini dijual dengan harga sekitar Rp 3,472 juta, naik dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Keluhan serupa juga ramai di media sosial Threads. Sejumlah pengguna mengaku kaget dan "ngenes" (sedih, miris) melihat harga SSD naik gila-gilaan.
Pengguna dengan akun @lunavtsa di Threads menulis, “Wah iya lagi. Emang lagi naik semua kayaknya dari RAM, SSD, dll. Juli 2025 beli Samsung T7 harga 1 jt, tadi cek udah 2,9". Posting ini dibubuhi oleh emoji menangis tanpa ngenes.
Akun @ameliachalim juga mengeluhkan lonjakan harga SanDisk. “JULI 2025 = 2,8 jt. FEB 2026 = 5,4 jt. Ini ada kemungkinan turun ga sih,” tulis dia.
Sementara itu, @asyakeys membandingkan kenaikan SSD dengan harga emas. “Kenapa melonjak tinggi ngalahin Antam ya. Akhir tahun lalu merk Netac 2 TB 2,7 jt, sekarang 5,1 jt. Menyesal ga beli (lebih awal).”
Pengguna lain, @bbalddii, awalnya tidak percaya dengan kabar kenaikan harga. “Masa naik si, udah kaya emas aja. Pas cek sendiri langsung percaya,” tulisnya.
Baca juga: Sinyal Kelangkaan Hard Disk Mulai Terlihat, Siap-siap Harga Naik
Sejumlah warganet mengaku kaget dan ngenes (sedih, miris) melihat harga SSD naik gila-gilaan.
Sejumlah warganet mencoba menjelaskan penyebab kenaikan ini. Akun @arbytedjolaksono menyebut produsen memori mengurangi produksi untuk menjaga stabilitas harga. Sementara permintaan dari server dan industri AI melonjak.
Harga chip NAND yang mahal serta pengaruh kurs dollar AS juga memperparah kondisi.
Baca juga: Saat Harga Memori Naik, Vendor China Ini Malah Jual RAM Murah
Gara-gara data center AI
Ilustrasi kelangkaan SSD karena disedot data centar AI.
Kondisi ini sejalan dengan pernyataan petinggi Kioxia, salah satu produsen memori flash terbesar di dunia.
Petinggi Kioxia secara blak-blakan menyatakan bahwa era SSD murah, khususnya kapasitas 1 TB yang sempat menjadi standar baru bagi konsumen, sudah berlalu.
Biang kerok dari kelangkaan ini adalah kebutuhan tinggi dari industri AI. Pusat data (data center) yang menjadi otak dari berbagai layanan AI membutuhkan kapasitas penyimpanan yang masif dan cepat.
Korporasi-korporasi raksasa ini memborong pasokan chip memori dalam jumlah besar, hanya menyisakan sedikit untuk pasar konsumen ritel.
Akibatnya, hukum ekonomi dasar berlaku, ketika permintaan meroket sementara pasokan terkunci, harga pasti melambung.
Kioxia mewanti-wanti bahwa konsumen harus mulai terbiasa dengan harga SSD yang lebih tinggi.
Harga SSD kapasitas 1 TB, yang sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dan menjadi primadona bagi perakit PC, kini dipastikan akan merangkak naik dan sulit untuk turun kembali dalam waktu dekat.