Babak Akhir Drama Pemblokiran TikTok, AS-China Teken Kesepakatan Divestasi
Ringkasan berita:
- Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan AS-China telah meneken kesepakatan divestasi TikTok Kamis lalu.
- Konsorsium yang dipimpin Oracle dan Silver Lake disebut akan mengelola TikTok AS, sementara ByteDance hanya memegang hampir 20 persen saham.
- Nilai TikTok AS diperkirakan sekitar 14 miliar dollar AS, dengan pengelolaan data, moderasi, dan algoritma berada di bawah kendali entitas baru.
- Nasib bisnis TikTok di Amerika Serikat (AS) semakin menemukan titik terang. Sebab, kesepakatan antara AS dan China terkait divestasi TikTok di AS kabarnya resmi diteken pada Kamis (22/1/2026).
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, kedua belah pihak telah menandatangani dokumen kesepakatan pemisahan bisnis (divestasi) TikTok di AS yang kemudian diambil alih oleh perusahaan patungan baru di Amerika.
Dengan kesepakatan ini, maka bisnis TikTok di AS tidak akan lagi bergantung sepenuhnya ke ByteDance, induk TikTok yang bermarkas di China.
Detail dari kesepakatan itu belum diungkapkan. Sumber dalam yang dikutip outlet media Semafor menyebutkan bahwa kesepakatan itu akan rampung dalam minggu ini.
Kesepakatan itu sendiri terkait dengan undang-undang Protecting Americans from Foreign Adversary Controlled Applications Act. UU ini mewajibkan ByteDance (induk TikTok) menjadikan TikTok perusahaan mandiri di AS atau menjualnya ke perusahaan non-China.
Menurut memo internal dari CEO TikTok, Shou Chew yang terungkap pada akhir tahun 2025, bisnis TikTok di AS akan dijalankan oleh konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan teknologi Oracle serta firma investasi Silver Lake.
Chew saat itu juga menyebutkan bahwa ByteDance telah menandatangani perjanjian pembuatan entitas baru untuk memuluskan bisnis media sosial tersebut di AS.
Berdasarkan ketentuan perjanjian, ByteDance akan memegang hampir 20 persen saham di entitas baru, sementara konsorsium yang dipimpin oleh Oracle akan menguasai saham 15 persen.
Investor lainnya yang tercakup dalam konsorsium itu yakni MGX perusahaan investasi Uni Emirat Arab yang fokus pada AI, Michael Dell, Lachlan dan Rupert Murdoch.
Belum terungkap berapa nilai kesepakatan TikTok yang didivestasi di AS, tetapi Wakil Presiden AS, JD Vance memproteksikan bahwa TikTok AS akan bernilai sekitar 14 miliar dollar AS (sekitar Rp 235,5 triliun).
Belum sepenuhnya jelas pula bagaimana algoritma TikTok AS ke depannya, walaupun laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Oracle cs akan menerima salinan kode algoritma TikTok dari ByteDance, kemudian ditinjau dan dilatih ulang algoritma agar sesuai dengan pengguna AS.
Memo dari bos TikTok akhir tahun lalu juga menyebutkan bahwa entitas baru akan mengendalikan perlindungan data, moderasi konten hingga keamanan algoritma.
Terlepas dari laporan itu, pihak Departemen Keuangan AS, Gedung Putih, Oracle hingga Silver Lake belum memberikan tanggapan apapun.
Juru bicara kedutaan besar China untuk AS juga tak begitu banyak berkomentar. Merekahanya mengatakan bahwa "posisi China terkait TikTok konsisten dan jelas".
"Saya tidak punya hal baru lainnya untuk dibagikan sekarang,", dihimpun KompasTekno dari Semafor.
Tag: #babak #akhir #drama #pemblokiran #tiktok #china #teken #kesepakatan #divestasi