Nostalgia 2016, Ketika Instagram Stories Hadir dan Mengubah Segalanya
Ilustrasi Instagram Stories dengan warna cincin yang beragam, yakno biru untuk fitur Shared List, warna hijau untuk fitur Close Friends, dan gradasi ungu-kuning untuk publik.(KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto)
18:12
20 Januari 2026

Nostalgia 2016, Ketika Instagram Stories Hadir dan Mengubah Segalanya

Ringkasan berita:

  • Instagram Stories yang diluncurkan pada Agustus 2016 mengubah cara bermedia sosial, dari unggahan feed yang rapi menjadi konten sementara yang lebih kasual, interaktif, dan dua arah. Seiring waktu, fitur ini berevolusi lewat polling, questions, musik, highlights, hingga close friends, sehingga membentuk identitas digital dan pola interaksi baru pengguna.
  • Stories bertransformasi menjadi tulang punggung bisnis dan ekosistem Instagram, lewat monetisasi, fitur belanja, link stiker, subscription, serta integrasi dengan Reels dan DM. Kini, Stories digunakan sekitar 500 juta pengguna per hari di Instagram, WhatsApp, dan Facebook, sekaligus menjadi alat utama personal branding, engagement, dan social commerce.

- Memasuki 2026, linimasa media sosial dipenuhi nostalgia. Warganet ramai-ramai throwback ke satu dekade lalu, 2016. Masa yang kini terasa begitu jauh tapi masih hangat di ingatan.

Tahun itu identik dengan musik EDM yang masih berjaya, Snapchat dengan filter ikoniknya, Instagram dengan feed kronologis, dan media sosial yang belum dipenuhi konten berbasis AI.

Pada masa itu, kegiatan utama kita di medsos masih sederhana, yakni nge-tweet di Twitter yang belum berganti nama jadi X atau upload satu foto ke Instagram, belum ada carousel, belum ada Reels.

Di tengah nostalgia tersebut, ada satu momen penting yang kerap luput disadari, tetapi sebenarnya mengubah cara kita menggunakan media sosial hingga hari ini. Pada Agustus 2016, Instagram resmi meluncurkan fitur Instagram Stories.

Saat itu, mungkin banyak yang tak benar-benar merasa membutuhkannya. Namun, kita tak pernah tahu kita butuh IG Sories sampai fitur ini benar-benar dirilis sepuluh tahun silam. Sejak hari itu, Instagram tidak pernah benar-benar sama lagi.

Kelahiran IG Stories dan perkembangannya

Cara melihat pengikut yang unfollow di IG lewat ChatGPTbusinessinsider.com Cara melihat pengikut yang unfollow di IG lewat ChatGPTInstagram Stories hadir sebagai fitur berbagi tekno, foto, dan video vertikal yang hanya bertahan selama 24 jam. Konsepnya sederhana dan terasa familier, karena sangat mirip dengan Snapchat.

Tujuan Instagram kala itu pun cukup jelas, merebut perhatian pengguna Snapchat dengan menghadirkan konten sementara yang lebih kasual, spontan, dan tidak sekurasi unggahan feed IG.

Penempatan IG Stories di bagian paling atas layar terbilang ikonik dengan cincin keunguannya. Ini membuat Stories langsung mencuri perhatian, bahkan sebelum pengguna nge-scroll feed.

Pada awal kemunculannya di 2016, Stories hanya menawarkan fitur dasar. Pengguna bisa mengunggah foto atau video pendek, menambahkan teks sederhana, hingga menggambar di layar.

Tak lama berselang, Instagram menambahkan Boomerang, format video loop singkat yang cepat menjadi favorit.

Memasuki 2017 hingga 2018, Instagram Stories mulai berevolusi. Fitur yang awalnya pasif berubah menjadi ruang interaksi.

Polling muncul pada Oktober 2017, disusul Superzoom dengan efek dramatis, lalu stiker emoji slider pada Mei 2018 yang memungkinkan respons lebih halus daripada sekadar iya atau tidak.

Pada Juli 2018, fitur Questions hadir dan mengubah Stories menjadi kanal tanya jawab langsung. Untuk pertama kalinya, komunikasi di Instagram terasa lebih dua arah, bukan sekadar pamer momen.

Empat fitur stiker baru di Instagram untuk meningkatkan interaksi di Instagram StoriesMeta Empat fitur stiker baru di Instagram untuk meningkatkan interaksi di Instagram StoriesPada tahun yang sama, Instagram menambahkan stiker musik berlisensi. Pengguna kini bisa memberi soundtrack pada keseharian mereka, dari lagu galau hingga anthem pesta. Stories pun semakin hidup dan personal.

Di periode ini pula fitur Highlights semakin populer. Stories yang sejatinya menghilang dalam 24 jam kini bisa disimpan permanen di profil.

Identitas digital pengguna pun berubah, bukan hanya dari feed, tetapi juga dari lingkaran-lingkaran kecil di bawah bio. Bagi orang yang suka jalan-jalan atau traveling, misalnya, fitur highlights biasanya disimpan dengan ikon bendar sesuai negara yang dikunjunginya.

Masih di tahun 2018, Instagram juga menghadirkan "Close Friends". Dengan fitur ini, pengguna bisa meng-upload foto/video ke IG Story dan hanya bisa dilihat oleh bestie alias teman-teman terdekatnya.

Yang bikin spesial, Close Friends punya cincin/lingkaran berwarna hijau, beda dari IG Story umum yang warnanya keunguan.

Jadi mesin bisnis

Fitur Link Sticker di Instagram StoriesThe Verge Fitur Link Sticker di Instagram Stories

Perubahan besar berikutnya datang ketika Stories mulai dimonetisasi. Sekitar 2019 hingga 2021, Instagram mengintegrasikan fitur belanja ke dalam Stories.

Brand dan kreator bisa menandai produk langsung di konten yang awalnya dirancang untuk terlihat santai dan sementara. Dari sinilah Stories bertransformasi, dari ruang curhat visual menjadi mesin bisnis.

Pandemi Covid-19 pada 2020 mempercepat pergeseran ini. Saat banyak orang terkurung di rumah, penggunaan Stories melonjak drastis. Stories menjadi tempat berbagi keseharian, behind the scenes (di balik layar), hingga aktivitas Work From Home (WFH).

Fitur lain yang digunakan pengguna, akun bisnis, hingga influencer adalah link stiker, fitur pengganti "swipe up". Dengan fitur ini, pengguna bisa menautkan link, ke barang sponsor, situs web tertentu, di IG Stories.

Memasuki 2022 hingga 2025, Instagram Stories memasuki fase matang. Fitur resharing (share ulang stories) diperluas, algoritma mulai menilai interaksi seperti reply dan share sebagai sinyal penting, dan Stories semakin terintegrasi dengan ekosistem Instagram secara keseluruhan, termasuk Reels dan DM.

Tahun ini, Instagram juga memperpanjang durasi video di IG Story, dari 15 detik per posting menjadi 60 detik alias 1 menit. Jadi pengguna bisa membagikan momen video lebih panjang dalam satu IG Story.

Pada 2022, Instagram menghadirkan Subscriber Stories, fitur yang memungkinkan kreator mencari cuan dari IG Story eksklusif. Jadi pengguna harus membayar atau berlangganan demi menonton IG Story spesial yang tidak di-upload secara umum.Instagram Pada 2022, Instagram menghadirkan Subscriber Stories, fitur yang memungkinkan kreator mencari cuan dari IG Story eksklusif. Jadi pengguna harus membayar atau berlangganan demi menonton IG Story spesial yang tidak di-upload secara umum.

Pada 2022, Instagram menghadirkan Instagram Stories Subscription, fitur yang memungkinkan kreator mencari cuan dari IG Stories eksklusif.

Jadi pengguna harus membayar atau berlangganan demi menonton IG Story spesial yang tidak di-upload secara umum.

Jadi jika ditarik ke belakang, perjalanan Instagram Stories selama hampir satu dekade menunjukkan betapa sebuah fitur yang awalnya dianggap tiruan bisa tumbuh menjadi tulang punggung platform.

Dari sekadar konten sementara ala Snapchat, Stories kini menjadi alat utama untuk personal branding, storytelling, engagement, hingga social commerce.

Kini, fitur IG Stories juga jadi fitur wajib di WhatsApp dan Facebook.

Saking populernya, Instagram Stories diyakini digunakan sekitar 500 juta pengguna setiap harinya, baik di IG, WhatsApp, atau FB, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Social Media Curve.

Tag:  #nostalgia #2016 #ketika #instagram #stories #hadir #mengubah #segalanya

KOMENTAR