Menakar Sisa Peluang Menang Onic di M7 Mobile Legends
Ringkasan berita:
- Onic Esports menjalani laga eliminasi hidup-mati melawan Evil (Singapura) di Swiss Stage Day 6 M7 World Championship pada 16 Januari 2026 dengan format BO3, yang memberi peluang bangkit meski kalah di game pertama, berbeda dari laga BO1 sebelumnya yang membuat Onic langsung tumbang dari Yangon Galacticos dan Team Spirit.
- Secara pengalaman dan prestasi, Onic lebih diunggulkan, berbekal gelar MPL Indonesia beruntun dan juara internasional GoF 2025 serta jam terbang M-Series yang lebih panjang, namun peluang lolos tetap sangat bergantung pada performa dan mental pemain, mengingat tren permainan Onic di M7 masih belum stabil.
- Onic Esports akan menghadapi pertarungan "hidup dan mati" di kompetisi e-sports internasional Mobile Legends M7 World Championship.
Onic akan menantang tim asal Singapura, Evil, dalam laga eliminasi di jadwal M7 World Championship babak Swiss Stage hari keenam (Day 6) pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Berbeda dengan pertandingan lain di babak Swiss Stage yang mengusung format Best of 1 (BO1), laga ini akan menggunakan format Best of 3 (BO3).
Artinya, perwakilan Indonesia ini masih punya "nyawa" dan bisa membalikkan keadaan apabila kalah di game pertama.
Format BO3 sendiri mewajibkan suatu tim harus mendapatkan dua game menang lebih dulu (skor 2-0 atau 2-1) supaya bisa keluar sebagai pemenang pertandingan.
Seperti diketahui, sebelumnya Onic sempat kalah dua kali di petandingan BO1 dengan skor 1-0 dari tim asal Myanmar, Yangon Galacticos dan perwakilan Eropa, Team Spirit.
Dengan format BO3, Onic bisa dibilang tak akan dibayangi oleh "ketakutan" di dua game sebelumnya, di mana mereka langsung kalah pertandingan karena tak dapat kemenangan di game pertama.
Peluang besar menang lawan Evil
Hasil pertandingan onic Esports vs team spirit di M7 world championship dengan skor akhir 1-0.
Pertandingan melawan Evil sendiri bisa cukup sengit. Pasalnya, baik Evil dan Onic Esports sama-sama merupakan juara kompetisi e-sports MPL di regionnya masing-masing.
Evil merupakan juara MPL Singapura Season 10, sedangkan Onic Esports adalah juara MPL Indonesia Season 16.
Seharusnya, jika melihat performa sepanjang riwayat tim, Onic bisa mengungguli Evil dengan skor 2-0.
Mengapa demikian?
Jawaban sederhananya adalah karena piala yang dipegang Onic lebih banyak. Piala juara ini tentu mencerminkan konsistensi positif tim.
Pada tahun 2025 saja, Onic sudah membawa pulang piala juara pertama untuk kompetisi MPL Indoensia Season 15, Season 16, dan yang terbaru Games of the Future (GoF) 2025.
GoF 2025 adalah kompetisi MLBB internasional papan atas berhadiah 900.000 dollar AS (sekitar Rp 15,1 miliar) yang diselenggarakaan di Uni Emirat Arab pada Desember 2025 lalu.
Sementara Evil "hanya" mendapatkan juara pertama di kompetisi MPL Singapura Season 10 saja, di MPL Singapura Season 9 mereka harus puas berada di posisi keempat.
Namun perlu dicatat, skor prediksi 2-0 ini hanya akan berlaku jika performa Onic sedang prima, sama seperti di kompetisi sebelumnya.
Onic bisa terliminasi jika...
Hasil M7 World Championship Onic Esports vs Yangon Galacticos di Swiss Stage Day 2.
Seperti diketahui, performa Onic saat ini di M7 World Championship sedang tak baik-baik saja.
Tim "Landak Kuning" tersebut sebenarnya sempat memenangkan pertandingan pertama di awal babak Swiss Stage melawan Boostgate Esports di hari pertama (Day 1) M7 World Championship.
Namun, di dua pertandingan selanjutnya, mereka ternyata tak bisa mengimbangi Yangon Galacticos dan Team Spirit dan kalah dari kedua tim ini.
Hasil tersebut membuat Onic harus "terdampar" di pertandingan eliminasi melawan Evil di babak Swiss Stage M7 World Championship.
Apabila tak ada peningkatan, Onic bisa saja tak akan dapat kemenangan dari Evil, dan tim asal Singapura itu bisa mendominasi dengan skor 2-0, sekaligus menendang Onic dari kompetisi.
Tetapi, Onic bisa menang lawan Evil, setidaknya dengan skor tipis 2-1, apabila mereka sedikit meningkatkan gaya permainan dan membalikkan (reset) pola permainan ke kondisi hari pertama Swiss Stage.
Percaya "mental juara" Onic
Ilustrasi hasil pertandingan Onic Esports di Leg 1 Regular Season MPL S16.
Di mata penggemar, Onic kerap disebut sebagai tim yang punya "mental juara".
Artinya, tim ini dianggap tak "demam panggung" alias bisa tetap tenang berkompetisi di turnamen e-sports level apapun, baik sekelas M7 World Championship sekalipun.
Biasanya, tim yang memiliki mental juara juga tak akan menyerah sampai mereka benar-benar tereliminasi.
Sebab, mereka sudah dapat banyak "jam terbang" lewat aneka kompetisi yang mereka jalani, dan mereka juga sudah membawa pulang banyak piala.
Saat ini, yang penggemar bisa lakukan adalah mendukung Onic dean mempercayai mental juara tim tersebut.
Punya mental juara ini bisa dibilang akan memiliki keunggulan di turnamen internasional.
Secara riwayat kompetisi, pengalaman Onic di turnamen M-Series lebih banyak dibanding lawannya di Swiss Stage Day 6 nanti, yaitu Evil.
M7 World Championship merupakan penampilan perdana Evil di M-Series.
Di sisi lain, Onic sudah pernah berkompetisi di M-Series sebanyak tiga kali, yaitu di M3, M4, dan M5 World Championship.
Pengalaman seperti ini bisa membuat tingkat kepercayaan diri Onic meningkat dan mereka akan menolak dipulangkan oleh Evil yang bisa dibilang "pemain baru" di M-Series.
Semua bergantung mental pemain
Ilustrasi tim Onic Esports di MSC 2025.
Namun tetap saja, permainan Onic Esports ketika lawan Evil nanti akan bergantung pada performa dan kondisi mental pemain di hari pertandingan.
Saya berharap Onic bisa menang melawan Evil, setidaknya dengan skor 2-1.
Sehingga bakal ada dua wakil Indonesia di Knockout Stage M7 World Championship, selain Alter Ego Esports yang sudah duluan ke babak tersebut.
Apabila Onic masuk ke babak Knockout Stage M7 World Championship, maka ini benar-benar merupakan "Cinderella Story" bagi tim tersebut, lantaran sempat terpuruk di awal, namun kembali bangkit di akhir.
Harapan saya, dengan adanya Alter Ego Esports dan Onic Esports di Knockout Stage, Indonesia bisa membawa pulang kembali piala M-Series di negara sendiri setelah bertahun-tahun gelar juara diambil tim asal Filipina.
Tim Indonesia sendiri sempat memenangkan gelar M-Series, yaitu M1 World Championship pada 2019 lewat Evos Legends.
Namun setelah itu, Indonesia "puasa" gelar M-Series dan hanya mentok di juara kedua alias runner-up M-Series saja.