Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan lewat Pemberdayaan UMKM
Bank Mandiri terus mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas dan memperluas akses pasar hingga ke mancanegara melalui program pembinaan berkelanjutan dan penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan.(Dok. Bank Mandiri)
21:12
24 Januari 2026

Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan lewat Pemberdayaan UMKM

- Bank Mandiri terus mempertegas komitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan serta kemandirian pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif perseroan dalam berbagai program strategis yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

Pendekatan yang dilakukan perseroan mencakup aspek pembiayaan yang terintegrasi dan pendampingan usaha secara intensif bagi para pelaku UMKM.

Bank Mandiri juga fokus mengembangkan ekosistem keuangan agar pelaku usaha lokal dapat tumbuh lebih produktif serta memiliki daya saing yang kuat.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penguatan ekonomi kerakyatan merupakan bagian dari mandat perusahaan sebagai agen pembangunan nasional.

Perseroan, lanjutnya, berupaya menghadirkan dampak nyata melalui dukungan komprehensif yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

"UMKM merupakan pilar utama dalam menopang ekonomi kerakyatan," ujar Riduan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).

Lebih lanjut, ia menuturkan, Bank Mandiri mengintegrasikan pembiayaan inklusif dan penguatan ekosistem sebagai satu kesatuan untuk memperluas kapasitas usaha para pelaku UMKM.

Riduan meyakini bahwa sinergi tersebut akan memberikan landasan yang kokoh bagi kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.

Guna memastikan manfaat pembangunan ekonomi dirasakan merata hingga tingkat desa, Bank Mandiri aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga lokal. Kerja sama ini dilakukan melalui penguatan sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di seluruh wilayah.

Langkah tersebut juga diintegrasikan dengan pelaksanaan program strategis nasional, seperti penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan nyata yang diberikan mencakup penyediaan layanan perbankan yang memudahkan tata kelola keuangan lembaga di tingkat desa.

Hingga saat ini, Bank Mandiri telah membuka lebih dari 3.700 rekening tabungan untuk BUMDes dan BUMDesma demi mendukung keberlanjutan ekonomi desa.

Selain itu, perseroan juga mengelola lebih dari 4.700 rekening koperasi serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana program pemerintah guna menjamin kelancaran transaksi.

Perseroan juga menginisiasi program Mandiri Sahabat Desa yang dirancang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan. Program ini tercatat telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga penerima manfaat yang tersebar di ratusan desa di Indonesia.

Implementasi program tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Fokus bantuan juga diarahkan pada penanggulangan stunting bagi 500 penerima manfaat serta perbaikan sarana desa tertinggal untuk 350 orang.

Program tersebut juga menyentuh aspek pemberdayaan 800 masyarakat desa secara umum serta 100 orang di kelompok masyarakat perkebunan. Hal tersebut dilakukan agar akses ekonomi semakin terbuka luas bagi seluruh lapisan warga di wilayah pedesaan.

Sejalan dengan upaya pemberdayaan tersebut Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan guna mendorong inklusivitas keuangan nasional. Penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri tercatat telah mencapai angka Rp 74,9 triliun pada periode Januari hingga November 2025.

Kinerja positif tersebut didukung oleh strategi optimalisasi kehadiran Mandiri Agen yang tersebar luas untuk menjangkau nasabah di pelosok. Layanan Laku Pandai ini telah melayani lebih dari 3,5 juta nasabah dengan total 65 juta transaksi hingga akhir 2025.

Bank Mandiri juga memanfaatkan inovasi digital melalui aplikasi Livin’ Merchant untuk menangkap potensi transaksi pelaku usaha secara terintegrasi. Platform yang berfungsi sebagai sistem kasir digital ini telah digunakan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha guna memodernisasi tata kelola bisnis mereka.

Pihak bank juga menjalankan program Rumah BUMN sebagai wadah pembinaan agar pelaku usaha mikro dapat naik kelas dan merambah pasar yang lebih luas. Hingga kini, program tersebut telah membantu lebih dari 7.900 pelaku UMKM untuk meningkatkan skala usaha mereka melalui modernisasi dan digitalisasi.

Peningkatan daya saing produk lokal juga dipacu melalui ajang Mandiri Mikro Fest serta berbagai program pelatihan intensif untuk menembus pasar global. Peserta program tersebut berjumlah 561 pelaku usaha dengan komposisi yang didominasi oleh sektor makanan dan minuman sebesar 55 persen.

Sektor industri kerajinan dan fesyen juga mengambil porsi signifikan sebesar 38 persen yang sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekspor agar produk Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di pasar internasional.

Riduan memastikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjamin keberlanjutan pembangunan desa secara konsisten. Ia berharap kolaborasi yang terintegrasi ini dapat terus memperluas kapasitas ekonomi inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Tag:  #bank #mandiri #perkuat #ekonomi #kerakyatan #lewat #pemberdayaan #umkm

KOMENTAR