Tren Pernikahan 2026, dari Pilihan Bulan hingga Konsep yang Semakin Personal
Ilustrasi pernikahan. (FREEPIK/FREEPC.DILLER)
21:20
24 Januari 2026

Tren Pernikahan 2026, dari Pilihan Bulan hingga Konsep yang Semakin Personal

– Tren pernikahan tidak lagi hanya berbicara tentang tema dekorasi atau warna yang sedang populer.

Menurut Wedding Survey Report yang dirilis Bridestory, pernikahan juga menjadi cerminan dari cara pasangan mengambil keputusan, memanfaatkan teknologi, hingga bagaimana mereka memaknai pengalaman personal dalam sebuah perayaan.

Head of Marketing Bridestory, Natasza Kurniawan menjelaskan, laporan ini dihadirkan untuk membantu berbagai pihak di industri pernikahan memahami perubahan kebutuhan generasi sekarang.

“Melalui data-data yang kami rilis dalam Wedding Survey Report ini, Bridestory ingin membantu para vendor dan pelaku industri pernikahan memahami perilaku, preferensi, serta ekspektasi calon pengantin masa kini secara lebih mendalam,” jelas Natasza, seperti dikutip dari siaran pers Bridestory, Sabtu (24/1/2026).

Ia menegaskan, data yang dihimpun tidak hanya memetakan tren visual, tetapi juga menggambarkan pola perencanaan pernikahan secara menyeluruh.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, Bridestory ingin mendorong industri pernikahan untuk lebih adaptif dan relevan terhadap kebutuhan calon pengantin yang semakin beragam dan personal.

Wedding survey report jadi acuan industri pernikahan

Natasza menuturkan, Wedding Survey Report menjadi fondasi penting bagi Bridestory dan para vendor dalam menyusun strategi.

“Dengan insight ini, kami berharap para vendor dan juga kami sebagai wedding platform dan marketplace terbesar di Indonesia dapat menyusun strategi, layanan, inovasi, produk,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, hasil survei tersebut menjadi dasar dalam merancang konsep pernikahan yang lebih sesuai dengan karakter generasi sekarang.

“Selain itu, penting juga untuk mempersiapkan konsep yang lebih relevan, personal, dan sesuai dengan kebutuhan calon pengantin generasi sekarang,” ungkap Natasza.

Tak hanya merangkum tren terbaru tahun 2026, Bridestory kembali merilis data-data informatif seputar pernikahan yang dikumpulkan melalui survei di akhir tahun 2025 kepada 5.000 calon pengantin.

Responden terdiri dari 58,7 persen wanita dan 41,3 persen pria, dengan mayoritas berusia 25–30 tahun.

Komposisi ini merepresentasikan kelompok usia produktif yang tengah aktif merencanakan pernikahan dan memiliki preferensi kuat terhadap personalisasi serta kemudahan digital.

Survei ini menjadi gambaran nyata tentang bagaimana generasi muda memandang pernikahan bukan hanya sebagai perayaan, melainkan sebagai pengalaman yang harus dirancang matang, efisien, dan mencerminkan identitas pribadi.

Waktu pernikahan favorit calon pengantin 2026

Hasil survei menunjukkan adanya pola waktu yang cukup jelas terkait rencana pernikahan di tahun 2026.

Sebanyak 40,9 persen responden memiliki rencana untuk menikah di kuartal 4 tahun 2026, dengan November sebagai bulan terpopuler.

Sementara itu, 21,8 persen responden memilih kuartal 3 tahun 2026 sebagai waktu pernikahan mereka.

Data ini memperlihatkan bahwa akhir tahun masih menjadi periode favorit bagi banyak pasangan.

Faktor cuaca, ketersediaan waktu libur, serta momentum akhir tahun yang dianggap spesial menjadi alasan kuat mengapa bulan-bulan tersebut diminati.

Selain waktu pelaksanaan, perencanaan pernikahan juga masih sangat bergantung pada bantuan profesional. Layanan wedding planner dan organizer digunakan oleh 92,5 persen responden.

Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar calon pengantin membutuhkan dukungan tenaga ahli untuk mengelola berbagai aspek pernikahan, mulai dari sesi konsultasi, koordinasi vendor, manajemen anggaran, hingga penyusunan jadwal acara.

Tingginya minat pasangan menggunakan jasa wedding planner menegaskan bahwa kompleksitas pernikahan modern semakin tinggi.

Pasangan tidak hanya ingin acara berjalan lancar, tetapi juga sesuai dengan konsep yang diimpikan serta pengalaman tamu yang optimal.

Digitalisasi jadi bagian esensial dalam pernikahan

Survei juga menunjukkan pergeseran signifikan ke arah digitalisasi. Setidaknya 56 persen responden membuat wedding website sebagai pusat informasi pernikahan mereka.

Selain itu, 91 persen responden menggunakan undangan dan buku tamu digital untuk mengatur daftar tamu dengan lebih praktis.

Fakta ini menegaskan bahwa produk-produk digital seperti wedding website, digital invitation, dan RSVP digital semakin digemari dan bahkan menjadi hal esensial dalam pernikahan pengantin masa kini.

Digitalisasi tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga membantu efisiensi pengelolaan data tamu serta mengurangi penggunaan kertas.

Hanya dengan satu tautan eksklusif, seluruh detail rencana pernikahan dapat terkelola secara terpusat.

Kehadiran platform ini menunjukkan bagaimana teknologi berperan penting dalam meningkatkan efisiensi sekaligus profesionalisme penyelenggaraan pernikahan.

Pernikahan makin personal, relevan, dan berbasis data

Seluruh temuan dalam Wedding Survey Report memperlihatkan bahwa tren pernikahan 2026 bergerak ke arah yang semakin personal dan berbasis data.

Calon pengantin tidak hanya mencari keindahan visual, tetapi juga pengalaman yang relevan dengan gaya hidup mereka.

Personalisasi menjadi kunci, baik dalam pemilihan konsep, penggunaan teknologi, maupun cara berkomunikasi dengan tamu undangan.

Bagi industri pernikahan, data ini menjadi panduan strategis untuk mengembangkan layanan dan produk yang lebih tepat sasaran.

Vendor dituntut untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam.

Tren pernikahan 2026 bukan hanya soal apa yang indah dipandang, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman pernikahan dapat dirancang lebih efektif, personal, dan bermakna bagi setiap pasangan.

Tag:  #tren #pernikahan #2026 #dari #pilihan #bulan #hingga #konsep #yang #semakin #personal

KOMENTAR