Optimisme EV Meredup, Minat Mobil ICE Kembali Naik di Singapura
Honda resmi meluncurkan Civic HEV di Surabaya pada ajang IIMS Surabaya 2025. (Juliana Christy/JawaPos.com)
20:04
12 Januari 2026

Optimisme EV Meredup, Minat Mobil ICE Kembali Naik di Singapura

 

- Minat konsumen Singapura terhadap mobil bermesin pembakaran internal (ICE) kembali menguat. Studi terbaru EY menunjukkan, 32 persen responden di Singapura berencana membeli kendaraan ICE dalam dua tahun ke depan, meningkat dari 26 persen pada 2024.

Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran yang belum teratasi terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya serta biaya tersembunyi kepemilikan kendaraan listrik, sebagaimana tercantum dalam EY Mobility Consumer Index (MCI) 2025 yang dirilis Jumat, (9/1).

Seperti dilansir dari The Business Times, perubahan sikap konsumen Singapura sejalan dengan tren global, di mana banyak pengemudi kembali mempertimbangkan mobil berbahan bakar bensin yang dinilai lebih familier. Meski begitu, para analis menilai data penjualan sepanjang 2025 kemungkinan masih akan mencatat angka registrasi kendaraan listrik (EV) yang relatif tinggi.

Dibandingkan dengan kondisi global, ketertarikan terhadap ICE di Singapura masih tergolong lebih rendah. Secara internasional, 50 persen responden menyatakan kecenderungan membeli kendaraan ICE, melonjak dari 37 persen pada 2024.

Sebagai salah satu pasar EV paling maju di Asia Tenggara, Singapura ternyata masih menghadapi tantangan kepercayaan konsumen. Survei EY terhadap 300 calon pembeli mobil lokal mengungkap bahwa pertimbangan praktis, terutama keterbatasan jaringan pengisian daya dan mahalnya biaya penggantian baterai, lebih dominan dibanding semangat awal terhadap kendaraan ramah lingkungan.

“Meskipun hasil MCI tahun lalu mencerminkan optimisme yang kuat seputar pembelian EV, survei tahun ini mengungkapkan bahwa pembeli mobil Singapura mempertimbangkan kembali pilihan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE),” ujar Sriram Changali, pemimpin industri EY-Parthenon ASEAN dan Singapura.

Kendati sentimen pasar melunak, posisi Singapura sebagai pemimpin regional tetap terjaga. Dalam laporan terpisah tahun 2025, Inchcape menyebut Singapura sebagai salah satu negara dengan tingkat adopsi kendaraan energi baru tertinggi di Asia Tenggara.

Survei EY mencatat, 58 persen pembeli mobil di Singapura masih tertarik membeli EV dalam dua tahun ke depan, meski turun dari 73 persen pada 2024. Angka ini tetap berada di atas rata-rata global sebesar 43 persen, sementara 10 persen responden belum menentukan pilihan jenis kendaraan.

Di sisi pasar, BYD mencetak sejarah dengan menjadi merek mobil terlaris di Singapura pada Mei 2025, menggeser Toyota untuk pertama kalinya dan mencatat pangsa pasar 19,7 persen dalam sembilan bulan pertama tahun tersebut. Namun, pada Juli 2025, BYD justru memperkenalkan mobil bermesin bensin di Singapura untuk pertama kalinya.

Secara keseluruhan, kendaraan listrik menyumbang 43 persen dari total pendaftaran mobil baru di Singapura sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Angka ini meningkat dibandingkan 33,8 persen pada 2024 dan 18,2 persen pada 2023.

Penyedia solusi kimia dan infrastruktur Asia Tenggara, Chandra Asri, sebelumnya menyampaikan kepada The Business Times pada Oktober bahwa pasar akan memasuki fase transisi. Mereka memproyeksikan akan ada “periode transisi yang terkelola di mana kendaraan bensin akan tetap digunakan”, meskipun permintaan terhadap EV terus tumbuh. Pemerintah Singapura sendiri menargetkan mulai 2030 hanya kendaraan “energi bersih” yang boleh didaftarkan sebagai mobil baru.

Secara global, EY mencatat peningkatan minat terhadap kendaraan ICE masing-masing 12 poin persentase di Amerika, 11 poin di Eropa, dan 10 poin di Asia-Pasifik, sementara minat terhadap EV berbasis baterai menurun di seluruh pasar utama.

“Pergeseran kebijakan, termasuk penghapusan kredit pajak EV AS dan target emisi yang terus berkembang, membentuk tren ini. Pada saat yang sama, produsen mobil besar kembali memfokuskan perhatian pada portofolio kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) dan hibrida serta mengurangi program kendaraan listrik (EV) sebagai respons terhadap perubahan permintaan konsumen,” tulis EY.

Nama Penulis: NANDA PRAYOGA - [email protected]

Rubrik/Kanal: Otomotif

Tagging: ICE, Mobil Singapura

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #optimisme #meredup #minat #mobil #kembali #naik #singapura

KOMENTAR