SoftBank Beli Perusahaan Data Center DigitalBridge Rp 67 Triliun demi Bisnis AI
Rangkuman berita:
- SoftBank mengakuisisi DigitalBridge senilai 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 67 triliun untuk memperkuat infrastruktur pusat data AI.
- Langkah ini mendukung visi Masayoshi Son membangun platform Artificial Super Intelligence di tengah lonjakan kebutuhan komputasi global.
- DigitalBridge menilai kesepakatan ini sebagai peluang besar di sektor AI, dengan akuisisi ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026.
- SoftBank Group Corp. mengakuisisi perusahaan pusat data DigitalBridge senilai 4 miliar dollar AS (sekitar Rp 67 triliun) untuk memperkuat fondasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya.
DigitalBridge sendiri merupakan sebuah perusahaan investasi yang berfokus pada infrastruktur digital, seperti pusat data, menara seluler, jaringan serat optik, sistem sel kecil, dan infrastruktur edge.
Menurut CEO sekaligus Chairman SoftBank, Masayoshi Son, dengan mengakuisisi DigitalBridge, SoftBank bisa memajukan visi mereka untuk menjadi penyedia platform "Artificial Super Intelligence" (ASI) berskala global.
"Seiring AI mentransformasi industri di seluruh dunia, kita membutuhkan lebih banyak daya komputasi, konektivitas, kekuatan, dan infrastruktur yang skalabel," kata Son dalam sebuah pernyataan, Senin (29/12/2025).
Rencana pengambil-alihan DigitalBridge sendiri telah disetujui oleh komite khusus dewan direksi DigitalBridge. Lewat akuisisi ini, SoftBank akan mengambil alih seluruh saham biasa DigitalBridge dengan harga 16 dollar AS (sekitar Rp 268.432) per lembar secara tunai.
Nilai penawaran tersebut mencerminkan premi sekitar 15 persen dari harga penutupan saham DigitalBridge pada 26 Desember 2025 tersebut. Adapun kata SoftBank, kesepakatan akuisisi ini ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026.
Peluang investasi paling signifikan
Masayoshi Son, pendiri SoftBank Group.DigitalBridge melihat pembangunan insfrastruktur AI sebagai salah satu peluang investasi paling signifikan. Pasalnya, kesepakatan antara SoftBank dan DigitalBridge terjadi di tengah meningkatnya pengembangan aplikasi AI secara global.
"Pembangunan infrastruktur AI merupakan salah satu peluang investasi paling signifikan di generasi kita," kata CEO DigitalBridge, Marc Ganzi, dalam sebuah pernyataan.
Ganzi menilai, akuisisi oleh SoftBank, di mana visi, kekuatan, dan jaringan global perusahaan, dapat mempercepat langkah DigitalBridge dalam mencapai misi mereka.
"Visi, kekuatan modal, dan jaringan global SoftBank akan memungkinkan kami untuk mempercepat misi kami dengan fleksibilitas yang lebih besar," ujar Ganzi.
Ia menambahkan, DigitalBridge juga bisa berinvestasi dengan cakupan jangka panjang atas nama investor perusahaan, serta melayani perusahaan teknologi terkemuka dunia dengan lebih baik saat mereka meningkatkan ambisi AI mereka.
Harga saham DigitalBridge sempat melonjak hingga 50 persen setelah pengumuman akuisisi oleh SoftBank.
Hingga akhir September lalu, DigitalBridge tercatat memiliki sekitar 108 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.811 triliun) aset kelolaan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC.
Sementara belum lama ini, SoftBank baru menjual kepemilikan sahamnya di perusahaan chip Nvidia senilai 5,83 milar dollar AS (97 triliun) untuk memberi ruang bagi investasinya di OpenAI.
Tag: #softbank #beli #perusahaan #data #center #digitalbridge #triliun #demi #bisnis