Film The Longest Wait Gelar Coaching Clinic, Diikuti 45 Pesepak Bola Cilik
Film The Longest Wait gelar coaching clinic di Jakarta yang diikuti 45 pesepak bola muda(KOMPAS.com/Pratama Yudha)
19:48
2 Juni 2026

Film The Longest Wait Gelar Coaching Clinic, Diikuti 45 Pesepak Bola Cilik

Sebagai bagian dari promosi film dokumenter Timnas Indonesia yang berjudul The Longest Wait, rumah produksi Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures menghadirkan sesi coaching clinic yang digelar di ASIOP Stadium, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Sebanyak 45 pesepak bola muda kategori U15 mengikuti kegiatan ini yang mempertemukan mereka dengan mantan pemain Timnas Indonesia, Oktovianus Maniani, dan pilar Timnas Indonesia serta Dewa United, Egy Maulana Vikri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivasi The Longest Wait yang dipersembahkan oleh Aqua.

Melalui kegiatan ini, film dokumenter The Longest Wait mengajak masyarakat memahami bahwa di balik setiap pencapaian besar selalu ada mimpi, proses, dan pengorbanan yang tidak terlihat.

Sebelum memulai coaching clinic di lapangan, para peserta mengikuti sesi talkshow bertema “No Dream Is Too Far. No Wait Is Too Long.” 

Baca juga: Sumardji Targetkan Timnas Indonesia Sapu Bersih Lawan Oman dan Mozambik

Talkshow tersebut diisi oleh Managing Director Fremantle Indonesia, Sakti Parantean, bersama dengan Okto dan Egy.

Salah satu topik yang dibahas adalah bagaimana para pemain Timnas Indonesia yang berasal dari latar belakang, daerah, dan perjalanan hidup yang berbeda dapat dipersatukan oleh satu tujuan yang sama.

Nilai persatuan inilah yang juga menjadi salah satu tema utama yang diangkat dalam The Longest Wait.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Sakti menuturkan coaching clinic ini merupakan salah satu kampanye menyambut film The Longest Wait.

Pasalnya, film ini ditujukan untuk menginspirasi generasi muda dan menunjukkan selalu ada pengorbanan di balik kesuksesan.

Baca juga: Keyakinan Pelatih Timnas Spanyol soal Kesiapan Lamine Yamal di Piala Dunia 2026

"Kami memilih kegiatan coaching clinic untuk sebagai arena promosi karena bagaimanapun, film ini juga ditujukan untuk generasi muda sebagai penerus-penerus bangsa, khususnya di bidang sepak bola. 

"Jadi, apa yang kami buat ini, kami selalu berpikir ini adalah sebuah dokumentasi sejarah yang mungkin saat ini kita melihatnya adalah sebuah film dokumenter biasa."

"Tapi, percaya sama saya, dalam 20, 30, 50 tahun lagi ini akan menjadi sebuah bukti sejarah bahwa bangsa Indonesia itu sudah mulai memperjuangkan dan sudah mulai berprestasi di dunia sepak bola. Itu tujuan kami," jelas dia.

Lebih lanjut, Sakti menegaskan bahwa terdapat perubahan jadwal tayang dari film dokumenter Timnas Indonesia ini.

Semula, film ini akan tayang pada pertengahan Juni 2026. Namun, bakal bergeser ke Agustus karena momentumnya dirasa lebih cocok karena bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Vietnam Mau Patahkan Rekor Buruk di Piala AFF 2026, tapi Indonesia Jadi Ancaman

"Biar momentumnya pas. Momennya pas. Ada momen yang bisa beririsan di situ," ucap Sakti.

Dukungan Pemain

Sementara itu, eks pemain Timnas Indonesia, Okto Maniani, berharap kemunculan film dokumenter soal perjuangan skuad Garuda ini bakal meningkatkan gairah generasi muda mengejar cita-cita melalui sepak bola.

"Harapan saya untuk film ini luar biasa, untuk bisa menarik gairah anak-anak bangsa sehingga bisa menonton film ini," kata Okto.

"Semoga film ini bisa memberikan mereka untuk bisa punya motivasi tersendiri untuk bisa punya level bisa bermain di level nasional," tutur dia.

Di sisi lain, pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, menyambut positif kegiatan ini.

Baca juga: Pengamat Bahas Kemenangan Timnas U19 Indonesia: Arkhan Kaka Cerdas

Sebab, coaching clinic ini mengajarkan kepada generasi muda bahwa selalu ada proses yang mengiringi sebuah pencapaian.

"Saya sangat senang sebagai pemain karena film ini diluncurkan juga buat membuat orang tahu bahwa sepak bola bukan tentang hanya menang dan kalah dan juga bukan hanya dilihat di TV," ujar Egy.

"Tapi ada hal-hal lain di belakang itu yang membuat kita, membuat semua orang tahu bagaimana proses itu dijalani, bagaimana hasil yang didapatkan ketika menang, ketika kalah, ketika seri, dan juga hal-hal di luar itu. Nanti bakalan banyak ditampilkan di sana," ungkap dia.

Kisah di balik perjalanan Tim Nasional Indonesia dalam The Longest Wait akan tampil di bioskop pada Agustus 2026.

Tag:  #film #longest #wait #gelar #coaching #clinic #diikuti #pesepak #bola #cilik

KOMENTAR