Marc Klok Tepis Isu Rasialisme, Selalu Junjung Tinggi Rasa Hormat
Kapten Persib Bandung Marc Klok dalam sesi konferensi pers jelang laga lawan Selangor FC (Malaysia), duel lanjutan laga Grup G AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 antara Persib vs Selangor akan tersaji Kamis (23/10/2025) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)
15:24
2 Mei 2026

Marc Klok Tepis Isu Rasialisme, Selalu Junjung Tinggi Rasa Hormat

- Kapten Persib Bandung, Marc Klok, mengutarakan dengan tegas bahwa dirinya bukan sosok rasis seperti yang dituduhkan oleh Bhayangkara FC.

Marc Klok sampaikan hal tersebut dalam unggahan di media sosial pada Sabtu (2/5/2026) siang, beberapa jam setelah Bhayangkara FC mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan  rasialisme tersebut dan menyatakan telah membuat laporan resmi kepada Match Commisioner dan Komisi Disiplin PSSI.

Dalam pembelaannya, Marc Klok menegaskan bahwa ia bukan sosok rasis dan mengatakan bahwa dirinya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.

Ia melanjutkan tak bisa menerima apabila nama baiknya dirugikan oleh penyebaran informasi tak benar terkait insiden pada laga pekan ke-30 Super League 2025-2026 Bhayangkara FC vs Persib di Lampung, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Marc Klok Bantah Tuduhan Rasisme Bhayangkara FC, Tuntut Permintaan Maaf

"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya," tutur Klok lewat media sosialnya.

"Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya."

"Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme."

          View this post on Instagram                      

A post shared by Marc Klok (@marcklok)

Ia melanjutkan bahwa karier panjangnya telah mengantar sang pemain merumput bersama orang dari berbagai kultur dan siapapun yang dekat 

"Sepanjang karier, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan."

"Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang."

"Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan."

Baca juga: Bhayangkara FC Laporkan Marc Klok ke Komdis PSSI atas Dugaan Rasisme

Kesalahpahaman dalam Lapangan dan Masalah Telah Selesai

Klok melanjutkan bahwa insiden yang melibatkan dirinya dengan Henri Doumbia tersebut telah selesai di lapapangan.

"Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC, baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang," ujarnya.

Pemain timnas indonesia Egy Maulana Vikri, Jordi Amat, Marc Klok dan Sandy Walsh selebrasi usai menjebol gawang Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas indonesia Egy Maulana Vikri, Jordi Amat, Marc Klok dan Sandy Walsh selebrasi usai menjebol gawang Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.

"Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'Give me the ball back'.”

"Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata 'black'."

"Ia mengakui kesalahpahaman tersebut, begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka, yang memiliki hubungan baik dengan saya."

Sebut Nama Sumardji

Namun, Klok menyebut sosok Manajer Bhayangkara FC, Sumardji, yang terus menuding sang pemain telah melakukan tindakan rasialisme.

"Manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan," tulisnya lagi.

"Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini."

Atas hal ini, Klok mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara FC atas suatu hal yang ia sebut "kekeliruan dan kesalahpahaman" yang merugikan namanya serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar.

Tag:  #marc #klok #tepis #rasialisme #selalu #junjung #tinggi #rasa #hormat

KOMENTAR