Respons Gedung Putih Usai Donald Trump Dikritik Usai Terima FIFA Peace Prize
Hadiah Perdamaian "FIFA Peace Prize" yang diberikan kepada Donald Trump mendapat banyak kritikan dari pelaku sepak bola.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meraih penghargaan itu pada Desember tahun lalu. Pria berusia 79 tahun tersebut menerimanya dalam sebuah seremoni yang digelar di Washington DC.
Sementara itu, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjelaskan bahwa penghargaan itu diberikan kepada individu yang dinilai telah melakukan langkah luar biasa dan istimewa demi perdamaian, sekaligus mampu menyatukan masyarakat global.
Baca juga: FIFA Ubah Regulasi Akumulasi Kartu Kuning di Piala Dunia 2026
Namun, keputusan tersebut menuai penolakan dari berbagai kalangan. Situasi semakin memanas setelah pecahnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran, yang membuat sejumlah pihak menilai penghargaan itu seharusnya dicabut.
Setelah gelombang kritik yang terus berdatangan, pihak Gedung Putih akhirnya memberikan tanggapan terkait penghargaan yang dianggap tidak layak tersebut.
Komentar Gedung Putih
Terkait polemik yang sempat terjadi pada akhir tahun 2025 lalu, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, mengeluarkan pernyataan.
Menurutnya, “tidak ada orang lain yang lebih layak” menerima penghargaan tersebut selain Presiden AS, terlepas dari para penentang.
Ia bahkan menuduh para penentang yang tidak mendukung keputusan ini mengalami sindrom Trump.
Baca juga: Presiden FA Norwegia Desak FIFA Hapus Hadiah Perdamaian untuk Donald Trump
“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih layak menerima hadiah perdamaian pertama FIFA selain Presiden Trump."
"Siapa pun yang berpikir sebaliknya jelas menderita sindrom gangguan Trump yang parah,” jelasnya dikutip dari Sportbible.
Sosok Donald Trump akan terus menjadi topik perdebatan dalam beberapa bulan mendatang, terlebih gelaran Piala Dunia yang akan berlangsung di seluruh Amerika Utara baru akan digelar pada Juni mendatang.
Presiden AS Donald Trump, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Presiden FIFA Gianni Infantino, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio menggelar pertemuan dengan Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia FIFA 2026 di Ruang Oval Gedung Putih di Washington DC pada 17 November 2025. Dalam kesempatan tersebut, Donald Trump meluncurkan FIFA PASS yang akan mempermudah proses pengajuan visa bagi penonton Piala Dunia 2026.
Banjir Protes Soal FIFA Peace Prize
Penggawa Timnas Australia dan St. Pauli, Jackson Irvine, adalah salah satu pemain yang cukup lantang dalam memberikan kritik kepada Trump.
Menurutnya, keputusan FIFA memberikan penghargaan itu tidak sejalan dengan misi dari sepak bola karena sikap Trump.
“Sebagai sebuah organisasi, Anda harus mengatakan bahwa keputusan seperti pemberian hadiah perdamaian ini mengolok-olok apa yang mereka coba lakukan dengan piagam hak asasi manusia dan mencoba menggunakan sepak bola sebagai kekuatan pendorong global untuk kebaikan dan perubahan positif di dunia,” kata Irvine.
Baca juga: Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp39,7 Miliar, FIFA Cuan Fantastis
Senada dengan Irvine, Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness menyerukan agar Hadiah Perdamaian FIFA dihapuskan.
Lise Klaveness merasa jika Presiden FIFA Gianni Infantino seharusnya menjaga "jarak yang aman" dari para pemimpin dunia.
“Kami ingin melihat Hadiah Perdamaian FIFA dihapuskan.”
“Kami tidak berpikir bahwa memberikan penghargaan seperti itu adalah bagian dari mandat FIFA. Kami pikir kami sudah memiliki Institut Nobel yang melakukan pekerjaan itu secara independen,” ujarnya kepada The Athletic dikutip dari Sportbible.
Baca juga: Ranking FIFA Timnas Putri Indonesia usai FIFA Series 2026
“Kami pikir penting bagi federasi sepak bola, konfederasi, dan FIFA untuk mencoba menghindari situasi di mana jarak yang cukup jauh dari para pemimpin negara ini dipertanyakan. Penghargaan-penghargaan ini biasanya akan sangat politis jika Anda tidak memiliki instrumen dan pengalaman yang benar-benar baik untuk membuatnya independen.”
“Menyelenggarakan penilaian dengan juri dan kriteria adalah pekerjaan penuh waktu. Ini sangat sensitif. Dari sudut pandang sumber daya dan mandat, tetapi yang terpenting dari sudut pandang tata kelola, saya pikir hal itu juga harus dihindari di masa depan.” Ima
Di sisi lain, Infantino justru membela keputusan FIFA dan menegaskan bahwa Trump secara "objektif" layak menerima penghargaan tersebut.
Tag: #respons #gedung #putih #usai #donald #trump #dikritik #usai #terima #fifa #peace #prize