Perancis Tak Ikut Wacanakan Boikot Piala Dunia 2026
- Pemerintah Perancis menyatakan tidak mendukung wacana boikot Piala Dunia 2026 yang turut digelar bersama Amerika Serikat pada tahun ini.
Sikap tersebut disampaikan di tengah perdebatan politik internasional terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai Greenland.
Menteri olahraga Perancis, Marina Ferrari, menegaskan kementeriannya tidak memiliki rencana untuk mendukung boikot ajang sepak bola terbesar tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah tokoh politik di Perancis menyuarakan keberatan atas peran Amerika Serikat sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.
“Saat ini, tidak ada keinginan dari kementerian untuk memboikot kompetisi besar ini,” kata Marina Ferrari, dilansir dari The Guardian.
Ia menyebut pihaknya memilih tidak berspekulasi mengenai perkembangan politik ke depan, meski menyadari adanya pandangan berbeda dari sebagian kalangan politik.
Ferrari juga menekankan pemisahan antara olahraga dan isu politik.
“Saya adalah orang yang percaya untuk memisahkan olahraga (dari politik). Piala Dunia adalah momen yang sangat penting bagi mereka yang mencintai olahraga,” ujarnya.
Tekanan Politik dari Dalam Negeri
Wacana boikot mencuat setelah Donald Trump memasukkan Perancis dalam daftar delapan negara Eropa yang terancam tarif.
Ancaman tersebut berkaitan dengan penolakan negara-negara tersebut terhadap langkah AS mencaplok Greenland, wilayah otonom Denmark.
Politikus sayap kiri Perancis, Éric Coquerel, menilai Amerika Serikat seharusnya dicabut statusnya sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2026. Ia menyampaikan pandangannya secara terbuka pada Selasa (20/1/2026) lalu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat penghargaan trofi perdamaian dari FIFA atau FIFA Peace Prize di tengah-tengah acara undian Piala Dunia 2026. Final Draw atau undian Piala Dunia 2026 digelar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, D.C. pada Jumat (5/12/2025) pukul 12.00 Eastern Time atau tengah malam WIB.
“Sungguh, orang membayangkan bermain di Piala Dunia di negara yang menyerang ‘tetangganya’, mengancam untuk menyerang Greenland, dan mengabaikan hukum internasional,” kata Coquerel.
Selain itu, Claude Le Roy, pelatih senior asal Perancis, juga mengangkat isu serupa. Ia bahkan menyarankan tim-tim Afrika memboikot Piala Dunia 2026.
“Orang bertanya-tanya apakah tidak perlu menyerukan boikot Piala Dunia 2026, mengingat perilaku Donald Trump terhadap benua ini,” ujar Le Roy kepada harian Figaro.
Respons Internasional dan FIFA
Sikap Perancis muncul setelah pemerintah Jerman menyatakan keputusan boikot bukan kewenangan politik.
Menteri negara untuk olahraga Jerman, Christiane Schenderlein, menegaskan keputusan partisipasi berada di tangan asosiasi olahraga.
“Keputusan tentang partisipasi atau Boikot pada acara olahraga besar sepenuhnya menjadi wewenang asosiasi olahraga yang berwenang, bukan politisi,” kata Schenderlein dalam pernyataan kepada AFP.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump. Ia bahkan menyerahkan “Hadiah Perdamaian FIFA” kepada Trump saat pengundian Piala Dunia pada Desember 2025 lalu.