Alvaro Arbeloa Tanggapi Cemoohan Suporter Saat Real Madrid Menang 2-0 atas Levante
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menanggapi cemoohan yang dialami anak asuhnya meski berhasil menang 2-0 atas Levante dalam lanjutan Liga Spanyol 2025-2026.
Laga tersebut menjadi sorotan karena reaksi keras suporter di Stadion Bernabeu yang muncul di tengah performa tim yang mulai bangkit, Sabtu (17/1/2026).
Pada pertandingan pekan ke-20 Liga Spanyol (LaLiga) 2026-2026 itu, Alvaro Arbeloa membawa Real Madrid menundukkan Levante dengan skor meyakinkan.
Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya menghapus kekecewaan suporter yang sempat menyuarakan ketidakpuasan mereka sebelum laga dan saat turun minum.
Real Madrid memastikan kemenangan melalui dua gol yang tercipta di babak kedua.
Kylian Mbappe membuka keunggulan pada menit ke-58 lewat eksekusi penalti setelah dirinya dilanggar di area terlarang.
Selang tujuh menit kemudian, Raul Asencio menggandakan keunggulan Los Blancos melalui tandukan keras yang memanfaatkan sepak pojok Arda Guler.
Hasil ini membuat Real Madrid mengamankan tiga poin penting di Liga Spanyol 2025-2026, meski atmosfer di stadion sempat diwarnai cemoohan dari para suporter yang memenuhi Santiago Bernabeu.
Di balik hasil positif tersebut, sorotan tertuju pada sikap para pendukung Real Madrid.
Sejumlah pemain mendapat siulan dan cemoohan, baik sebelum pertandingan dimulai maupun saat babak pertama berakhir.
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kekecewaan suporter atas performa Real Madrid yang dianggap belum konsisten dalam beberapa laga terakhir di LaLiga.
Tanggapan Alvaro Arbeloa soal Tekanan Suporter
Menanggapi situasi tersebut, Alvaro Arbeloa menilai reaksi suporter merupakan sesuatu yang wajar di klub sebesar Real Madrid.
Pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan bahwa tuntutan tinggi adalah bagian dari identitas Los Blancos.
Kylian Mbappe merayakan gol pembuka dalam pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Real Madrid vs Levante di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 17 Januari 2026. (Foto oleh Javier SORIANO / AFP)
“Saya selalu menghormati Bernabeu, saya juga sering dicemooh dan salah satu aspek yang membuat klub ini hebat adalah tuntutan terhadap tim,” kata Arbeloa dikutip dari Forbes.
Menurut Arbeloa, tekanan dari suporter justru harus dijadikan pemicu bagi para pemain untuk meningkatkan performa mereka di setiap pertandingan.
“Kami tahu dari mana kami berasal dan tuntutan yang ada. Kami harus menghadapinya dengan baik karena mereka tahu bahwa kami mampu memberikan lebih banyak.”
“Tidak ada yang perlu disalahkan kepada para penggemar kami, kamilah yang harus memberikan lebih banyak lagi kepada Bernabeu,” lanjutnya.
Cemoohan untuk Presiden Klub
Selain ditujukan kepada pemain, sebagian suporter juga melontarkan cemoohan kepada presiden klub, Florentino Perez.
Arbeloa turut menanggapi hal tersebut dengan tegas.
Baginya, kritik terhadap Perez datang dari pihak-pihak yang tidak sepenuhnya memahami kontribusi besar sang presiden bagi Real Madrid.
Arbeloa menilai jasa Florentino Perez selama memimpin klub seharusnya mendapat penghormatan lebih dari para pendukung.
“Saya tahu dari mana datangnya siulan, dari mana datangnya kampanye-kampanye itu dan saya percaya teriakan itu bukan dari orang-orang yang tidak mencintai Florentino, melainkan dari orang-orang yang tidak mencintai Real Madrid."
"Saya percaya semua madridista menyadari keberuntungan memiliki Florentino dan dari mana siulan itu datang dan dari siapa datangnya,” pungkasnya.
Kemenangan Perdana Arbeloa di LaLiga
Terlepas dari dinamika di tribun, kemenangan atas Levante menjadi momen penting bagi Alvaro Arbeloa.
Hasil tersebut tercatat sebagai kemenangan pertamanya bersama tim utama Real Madrid sejak dipercaya menangani skuad senior.
Sebelumnya, Arbeloa harus menerima hasil mengecewakan saat Real Madrid tersingkir di babak 16 besar Copa del Rey usai kalah 2-3 dari Albacete.
Kekalahan itu diyakini menjadi salah satu pemicu kekecewaan suporter terhadap performa tim.
Tag: #alvaro #arbeloa #tanggapi #cemoohan #suporter #saat #real #madrid #menang #atas #levante