Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
Tim peneliti Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN "Veteran" Yogyakarta melakukan pemetaan bawah permukaan tanah di sekitar rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, yang dilanda kebakaran misterius selama hampir dua pekan terakhir.
Langkah ini dilakukan untuk meneliti lapisan batuan yang diduga menjadi tempat penyimpanan gas penyebab munculnya api secara berulang.
Koordinator tim peneliti FTME UPN "Veteran" Yogyakarta, Ardian Novianto, mengatakan investigasi dilakukan menggunakan metode geofisika berupa geolistrik.
Melalui metode tersebut, tim berupaya mengetahui susunan lapisan batuan di bawah permukaan sekaligus mengidentifikasi kemungkinan jalur migrasi gas.
"Jadi ini kami akan mencoba untuk melakukan identifikasi untuk sub-surfacenya. Artinya kita mau mencoba melihat lapisan-lapisan bawah permukaannya ini seperti apa begitu," kata Ardian, kepada awak media, Rabu (3/6/2026).
Ardian menjelaskan pengukuran tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan pada sejumlah lintasan di sekitar lokasi kejadian.
Tim merencanakan enam hingga tujuh lintasan pengukuran untuk mendapatkan gambaran area yang lebih luas terkait kondisi geologi bawah permukaan.
"Rencananya mungkin kita ada enam atau tujuh lintasan nanti yang akan kita ukur, per lintasan nanti kita coba 200 meter," ujarnya.
Menurut Ardian, fokus utama penelitian saat ini adalah mencari lapisan batuan yang berpotensi menjadi tempat akumulasi gas.
Selain itu, tim ingin mengetahui apakah terdapat struktur geologi berupa rekahan atau patahan yang dapat menjadi jalur keluarnya gas menuju permukaan.
"Lapisan batuan itu sebenarnya ada salah satu lapisan yang kita duga bisa sebagai tempat mengumpulnya si gas tadi," tuturnya.
Ditambahkan Ardian, keberadaan struktur geologi menjadi penting untuk ditelusuri karena diduga berkaitan dengan kemunculan api yang berpindah-pindah lokasi.
Jika terdapat rekahan bawah permukaan, struktur tersebut bisa menjadi jalur migrasi gas dari tempat penyimpanan menuju area permukiman.
"Terkait dengan strukturnya interpretasi awal, struktur itu sebagai jalur untuk keluarnya si gas tadi. Jadi kita pengen mengidentifikasi itu," ujarnya.
Meski sebelumnya terdapat indikasi gas metana dari sejumlah pengukuran awal, tim UPN belum ingin terburu-buru menyimpulkan jenis gas yang menjadi penyebab fenomena tersebut.
Pasalnya, hasil pengukuran menunjukkan kandungan metana yang terdeteksi relatif kecil. Sementara muncul informasi lain mengenai kemungkinan keberadaan gas hidrogen.
"Jadi dari beberapa pengukuran memang selama ini yang kemarin ada indikasi metana begitu ya. Namun pada saat diukur dari ESDM kemarin membawa alat ternyata memang ada metana tapi minor," ungkapnya.
Ardian menegaskan seluruh data yang dikumpulkan dari pengukuran geolistrik nantinya akan dipadukan dengan hasil investigasi instansi lain. Tim berharap dapat menyusun kesimpulan yang lebih komprehensif.
Hingga kini penelitian masih berlangsung dan belum dapat menghasilkan kesimpulan final. Ardian mengatakan pemetaan bawah permukaan menjadi tahap penting untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
Terutama apabila nantinya ditemukan kantong gas atau jalur migrasi gas di sekitar lokasi kejadian.
"Lebih mencari kantong, mencari sumber gasnya, sumbernya itu ada di mana atau dia tersimpannya di mana. Artinya sumbernya bisa di mana tapi tersimpan di mana kan bisa," tandasnya.
Tag: #misteri #sleman #ahli #petakan #bawah #permukaan #rumah #selidiki #jalur #rahasia